Gairah Liar Office Girl Cantik

Gairah Liar Office Girl Cantik
Pingsan


__ADS_3

Suara petir menyadarkan mereka yang masih berpelukan dan berciuman di tepi jembatan, Natan Bangkit lalu berjalan ke tepi jembatan lagi hanya untuk mengambil kunci motornya.


‘’Hah, kok gak bunuh diri? Cuma ngambil kunci saja’’ Gumam Layla dalam hati sambil ikut bangkit.


‘’Gak usah mikir aneh-aneh, aku gak mungkin bunuh diri’’ Kata Natan.


Pipi Layla memerah karena malu ia sudah salah sangka terhadap Natan, ia kira lelaki itu mau bunuh diri.


‘’Ayo naik’’ Kata Natan lagi.


Layla masih bengong, ‘’ayo naik, nanti kamu masuk angin’’ Ucap Natan lalu menarik tangan Layla.


‘’Nyebelin banget sih dia’’ Gerutu Layla.


Layla mengikuti lelaki itu, hujan semakin deras di sertai guntur dan petir.


‘’Kita berteduh dulu Nat, hujan semakin deras’’ Ucap Layla.


Natan menoleh kebelakang dan Layla melihat wajah lelaki itu sudah pucat sekali.


‘’Kamu sakit?’’ Kata Layla.


Tiba-tiba Natan terjatuh dan pingsan, ‘’Nat, Natan, bangun Nat’’ Ucap Layla bingung. Layla dengan sekuat tenaga memapah lelaki itu menuju kerumah kosnya yang tak jauh dari jembatan.


‘’Natali cepat buka pintunya!’’ Teriak Layla kepada temannya. ‘’ceklek’’.

__ADS_1


‘’Ya ampun ini kenapa La?’’ Tanya Natali bingung.


‘’Bantu aku bawa dia masuk kedalam, nanti aku jelaskan’’ Balas Layla.


Kedua wanita itu membawa natan ke dalam kos mereka dan di baringkan diatas sofa.


‘’Kamu jagain dia dulu, aku mau ganti bajuku’’ Kata Layla kepada Natali.


‘’Iya cepet sana’’ Jawab Natali.


Setelah berganti pakaian Layla keluar dari kamar sambil membawa baju ganti untuk Natan.


‘’Tolong belikan jahe hangat dan makanan’’ Layla menyuruh Natali untuk membeli jahe hangat dan makanan.


Layla membuka kancing baju milik Natan lalu melepas baju itu. Dengan telaten Layla mengelap badan lelaki itu dengan handuk. Setelah itu ia memakaikan baju miliknya kepada Natan.


‘’Ini celananya gimana? Duh gimana nih?’’ Tanya Layla pada dirinya sendiri.


‘’Masa iya celananya harus di buka’’ Ucapnya lagi.


Layla dengan sangat terpaksa menutup kedua matanya dan mulai menarik celana lelaki itu.


‘’Kamu mau ngapain!?’’


Layla kaget karena Natan sudah sadar, ia langsung melempar handuk kepada lelaki itu.

__ADS_1


‘’Buka celanamu yang basah dan ganti pake yang ini’’ Ucap Layla sambil menyodorkan celana training miliknya.


‘’Apa kamu sudah melihat burungku?’’ Bisik Natan jahil di telinganya Layla.


‘’Apaan sih, baru aja aku mau buka celana kamu’’ Balas Layla sambil menahan rasa malu.


‘’Kalau tau gitu, gak usah aku tolongin deh’’ Gerutu Layla dalam hatinya.


‘’Cepat kamu ganti celana di kamar mandi’’ Kata Layla lagi menyuruh lelaki itu untuk mengganti celana.


‘’Baiklah, jangan di pikirkan nanti kamu teringat terus dengan burungku’’ Balas Natan sambil berbisik lagi lalu berlari menuju ke kamar mandi.


‘’Ih..nyebelin banget sih dia’’ Gerutu Layla dengan wajah cemberut dan muka memerah.


Tak lama kemudian Natali datang sambil membawa jahe hangat dan makanan, ‘’ini jahenya’’ Ucapnya sambil menyodorkan kantong plastik yang berisi jahe dan makanan.


‘’Makasih ya’’ Jawab Layla lalu menuangkan jahe hangat itu kedalam gelas dan menaruh tahu aci goreng ke piring.


Natan keluar dari kamar mandi dan menghampiri Layla yang bersama dengan Natalai.


‘’Ini jahe hangat untuk kamu’’ Kata Layla sambil menyodorkan segelas jahe hangat kepada Natan.


‘’Makasih’’ Balas Natan sambil tersenyum dan duduk. ‘’wah tahu aci kesukaanku nih’’ sambungnya lagi lalu mengambil tahu aci itu beserta cabe rawit. Ketiga orang itu menikmati jahe hangat dan gorengan tahu aci.


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


__ADS_2