Gairah Liar Office Girl Cantik

Gairah Liar Office Girl Cantik
Ungkapan cinta


__ADS_3

Layla semakin bingung karena menurutnya Natan sangat lancang berbicara dengan pak Martis sambil duduk di tepi meja kerjanya.


‘’Maaf pak, saya taruh kopi ini di sini’’ setelah mengucapkan itu Layla langsung menarik Natan dan membawanya keluar.


‘’Kamu apa-apaan sih main tarik segala’’ Ucap Natan.


‘’Kamu yang apa-apaan! Bicara sama atasan yang sopan dong jangan seenaknya saja duduk di mejanya pak Martis’’ Balas Layla sambil melotot.


‘’Oh itu, kamu tenang aja, dia gak akan marah sama aku’’ Jawab Natan sambil tersenyum kecil.


‘’Hei, lo kira ini perusahaan milik papah lo! Pakai sopan santun kalau bicara sama atasan, tau’’ kata Layla sambil bersidakep dan menatap tajam kepada Natan.


‘’Sudah-sudah jangan ribut, ayo kalian berdua masuk’’ Celetuk Martis dari belakang mereka.


‘’Maaf pak, tapi..’’ Ucap Layla sambil menoleh.


‘’Kita bicara di dalam jangan di sini’’ Kata Martis lalu berjalan masuk.


Layla dan Natan mengikuti dari belakang, ‘’duduklah’’ kata Martis kepada meraka berdua.


Layla duduk di sampingnya Natan sambil menunduk, ia kira akan dimarahi oleh atasannya itu.

__ADS_1


‘’Mungkin ini sudah waktunya Nat, Layla harus tau semuanya’’ Kata Martis.


‘’Maksud Bapak apa ya?’’ Tanya Layla penasaran dan bingung.


( Ada apa sebenarnya? bikin aku bingung saja, apa yang mereka sembunyikan? ) Gumam Layla dalam hatinya.


‘’Jangan dulu, ini akan membahayakan Layla. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadanya’’ Sahut Natan.


Layla menoleh kepada Natan dengan tatapan penuh curiga.


‘’Maksud kamu apa? Bahaya apa Nat? Apa yang kamu sembunyikan dariku?’’ Ucap Layla dengan berbagai pertanyaan yang membuatnya bingung.


‘’Tapi Layla harus tau Nat’’ Kata Martis.


‘’Kamu ikut denganku’’ Kata Natan sambil menarik tangannya Layla dan membawanya ke ruangan pribadi.


Layla semakin bingung dengan semua keadaan ini, ia mengikuti langkah lelaki itu masuk ke sebuah ruangan khusus.


Natan menyandarkan Layla ke dinding, wajah mereka sangat dekat dan hembusan nafaspun menerpa wajah mereka.


‘’Apa yang akan kamu lakukan?’’ Tanya Layla yang melihat wajah Natan semakin dekat seperti hendak mencium.

__ADS_1


Degup jantung Layla semakin kencang, ia menatap Natan lalu memejamkan kedua matanya ia sudah pasrah kalau lelaki itu mau mencium dirinya.


‘’Aku mencintaimu La. Apa kamu juga mencintaiku?’’ Kata Natan membuat degup jantung Layla semakin kencang.


Perlahan Layla membuka matanya dan menatap lekat lelaki itu lalu memegang kedua pipi Natan. Layla hanya mengangguk lalu menutup wajahnya dengan kedua tangan.


‘’Aku butuh jawaban bukan hanya anggukkan kepala saja’’ Kata Natan lagi.


‘’Mmm..a..aku juga mencintaimu Nat’’ Jawaban Layla sambil tersenyum di balik kedua tangannya yang masih menutupi wajah.


‘’Aku hanya sebagai OB, apa kamu yakin tulus mencintaiku?’’ Tanya Natan lagi untuk menegaskan.


Layla perlahan membuka tangan lalu menatap wajah tampan milik Natan dan menempelkan tangannya di pipi lelaki itu.


‘’Aku mencintaimu apa adanya Nat, walaupun kamu hanya sebagai OB. Cinta itu tidak memandang harta maupun jabatan’’ Kata Layla lalu tersenyum.


‘’Benarkah?’’ Tanya Natan.


Layla hanya mengangguk lalu Natan memeluk wanita itu dan mencium keningnya Layla, ‘’makasih ya kamu mau menerimaku apa adanya’’ Kata Natan sambil membelai rambutnya Layla.


Layla pun membalas pelukannya Natan dan menyandarkan kepalanya di dada lelaki itu. Hati mereka sedang berbunga-bunga, degup jantung yang kencang tadi kini berubah menjadi ketentraman dan kenyamanan.

__ADS_1


*BERSAMBUNG*


__ADS_2