
Layla kembali sambil membawa nampan yang berisi satu gelas jus.
‘’Martis’’ Ucap perempuan itu dan langsung memeluk Martis.
‘’Pyantak...’’ Karena kaget Layla menabrak pintu dan jus yang dibawanya terjatuh.
‘’Bisa kerja gak sih, bawa jus aja gak becus!’’ Ucap wanita itu sambil melotot.
‘’Maaf, Bu, saya tidak sengaja’’ Jawab Layla sambil menunduk.
‘’Martis, orang kayak dia ngapain sih di terima kerja disini, kaya gitu aja gak becus gimana dengan pekerjaan yang lainnya’’ Cerocos wanita kepada Martis.
‘’Udah dong Vany. Lagian dia gak sengaja kan’’ Martis mencoba membela Layla.
‘’Jadi namanya Vany. Apa dia kekasihnya Martis?’’ Gumam Layla bertanya pada dirinya sendiri.
‘’Tapi Tis, sepatuku jadi kotor terkena cipratan jus itu’’ Rajuk Vany kepada Martis.
‘’Kamu bersihkan saja di dalam’’ Ucap Martis memberi saran.
‘’Gak, aku mau dia yang mengelap sepatuku sekarang juga’’ Keluh Vany.
‘’Gak usah berlebihan kaya gitu kali’’ Balas Martis.
‘’Jadi kamu lebih membela dia dibanding aku?’’ Ucap Vany sambil cemberut.
__ADS_1
‘’Ya sudah, Layla apa kamu dengar permintaan Vany tadi, cepat lakukan’’ Ucap Martis kepada Layla.
Masih mending sakit gigi..eh salah, hati Layla terasa tercabik-cabik karena tingkah wanita itu.
‘’Buruan dong! Ayo cepat!’’ Teriak Vany sambil berkacak pinggang.
‘’Baik Bu’’ Balas Layla, ia mulai merunduk dan mulai membersihkan sepatu Vany yang terkena jus.
‘’Kamu juga akan merasakan posisi itu suatu saat nanti’’ Ucap Natan dalam hati yang melihat kejadian itu.
‘’Udah-udah nanti sepatuku tambah kotor terkena tangan kamu, Mas ayo kita masuk saja’’ Ucap Vany dengan manja kepada Martis.
‘’Ayo’’ Balas Martis lalu menggandeng tangan wanita itu.
Air mata yang sudah di tahan kini keluar juga dari matanya Layla, setelah membersihkan pecahan gelas ia langsung pergi ke toilet dan menumpahkan rasa sakit di hatinya.
‘’Kenapa kamu disini, ngikutin aku yah?’’ Tanya Layla sambil sesenggukkan.
‘’Gak usah bawel, cepat usap air matamu’’ Balas Natan lagi lalu berjalan keluar.
‘’Setidaknya kamu adalah gadis yang sudah menolong nenek, jadi aku akan berusaha untuk menjagamu’’ Gumam Natan dalam hati sambil menoleh kearah Layla.
Setelah sore hari Layla pulang dengan berjalan kaki melewati jalan yang sepi, dengan langkah gontai ia terus melangkahkan kakinya.
‘’Hai cantik’’ Ucap beberapa lelaki.
__ADS_1
‘’Maaf saya buru-buru’’ Sahut Layla sambil berdoa dalam hati untuk meminta perlindungan dari gangguan dua orang lelaki itu.
‘’Buru-buru amat sih, ikut abang yuk, kita bersenang-senang’’ Kata lelaki itu sambil mendekat.
‘’Tolong jangan ganggu saya, aku mau pulang’’ Layla berusah menghindari lelaki itu.
‘’Iya nanti abang anter kok, tapi kita bersenang-senang dulu ya’’ Balas lelaki itu.
‘’Iya ikut kami aja, kita bersenang-senang’’ Sahut lelaki yang satunya.
‘’Aku gak mau, tolong jangan ganggu aku’’ Ucap Layla dan terus menghindar dari dua lelaki itu.
‘’Gak usah munafik lo, nanti juga kamu keenakan kok’’ Ucap lelaki itu sambil menarik tangannya layla.
‘’Kita seret saja dia’’ Sahut yang satunya.
‘’Lepaskan!, Tolong tolong tolong’’ Layla berontak sambil minta tolong.
‘’Buk..’’ sebuah tendangan berhasil mengenai lelaki yang menarik Layla.
‘’Siapa kamu? jangan sok jadi pahlawan!’’ Ucap lelaki itu.
‘’Jadi laki-laki jangan banci lo, Cuma beraninya sama perempuan’’ Kata laki-laki yang menolong Layla.
‘’Cuih, gak usah banyak bacot lo’’ Balas lelaki preman itu.
__ADS_1
Mereka pun berkelahi satu lawan dua, ‘’krek..bugh..auwh’’. Bunyi tulang yang patah pada salah satu preman itu. Dan yang satunya pun langsung di pukul sampai pingsan.
*BERSAMBUNG*