
Setelah sampai di kawasan rumah elit, Natan memarkirkan mobilnya di halaman rumah yang megah yang di huni oleh neneknya.
‘’Ini rumah siapa Nat?’’ Tanya Layla bingung.
‘’Nanti kamu akan tau, ayo turun’’ Jawab Natan sambil tersenyum.
Mereka berdua turun dari mobil dan berjalan menuju pintu utama, Layla mengikuti Natan dari belakang sambil mengagumi rumah megah itu. Setelah bel di pencet pintu pun di buka dari dalam.
‘’Ayo masuk’’ Ajak Natan lalu menggandeng Layla.
‘’Nenek mana bi?’’ Tanya Natan kepada ART itu.
‘’Ada di taman belakang tuan’’ jawab ART itu sambil menunduk.
‘’Ayo kita kesana’’ Natan mengajak Layla, mereka berjalan ke taman belakang.
‘’Kakak cantik!’’ Seru Nana sambil berlari kearah Layla.
‘’Nana’’ Ucap Layla sambil tersenyum.
‘’Kakak cantik mau kesini kok gak bilang sama Nana sih’’ Ucap anak kecil itu merajuk.
‘’Kakak mau kasih kamu kejutan dong’’ Sahut Layla sambil memeluk Nana.
‘’Nenek?’’ Ucap Layla yang melihat nenek tua yang pernah di tolongnya waktu di mini market, nenek berjalan mendekat.
Layla menoleh kepada Natan seperti meminta penjelasan dari lelaki itu.
__ADS_1
‘’Ini nenekku yang pernah kamu tolong waktu itu’’ Kata Natan sambil tersenyum.
‘’Jadi..’’ ucap Layla.
‘’Selamat datang di rumahku’’ Sapa sang nenek.
Layla segera berdiri lalu mencium punggung nenek itu, ‘’giman kabar nenek?’’ tanya Layla.
‘’Nenek baik-baik saja, untung waktu itu kamu segera menolong nenek’’ Jawab nenek sambil menepuk pundaknya Layla.
‘’Nenek harus banyak istirahat biar sakitnya gak kambuh lagi’’ Kata Layla memberi nasehat.
‘’Kok Nana gak diajak ngobrol sih kak’’ Ucap manja anak kecil itu.
‘’Oh iya, kakak lupa’’ Ucap Layla sambil tersenyum.
‘’Untuk saat ini masih stabil nek’’ Jawab Natan.
Layla yang mendengar obrolan itu semakin penasaran dan bingung. (jadi perusahaan itu milik neneknya Natan) Gumam Layla dalam hatinya sambil terus mendengarkan percakapan Natan dan neneknya.
‘’Bi, buatkan mereka jus’’ Kata nenek menyuruh pembantunya.
‘’Baik nyonya’’ jawab pembantu tersebut.
‘’Ayo kak kita main di sana’’ Ucap Nana sambil menunjuk ke tempat prosotan di taman itu.
‘’Ayo’’ Balas Layla sambil tersenyum.
__ADS_1
Layla menemani anak kecil itu bermain prosotan sambil bercanda ria seakan beban di pundak hilang begitu saja. Sedangkan Natan mengobrol dengan neneknya.
‘’Kak ayo naik kesini’’ Ucap nana sambil melambaikan tangan.
‘’Gak ah, kakak cape’’Jawab layla.
‘’Kakak cantik cemen’’ Balas anak kecil itu sambil mengacungkan jempolnya kebawah.
‘’Sudah ya mainnya, kakak cape nih’’ Kata Layla sambil duduk di rumput taman.
‘’Gak mau, Nana masih ingin bermain kak’’ Ucap Nana dengan wajah cemberut.
‘’Nana, Layla, ayo kesini’’ Kata Natan memanggil.
Layla dan Nana menoleh lalu berjalan kearah natan, ‘’ini jus kalian diminum dulu’’ Ucap Natan sambil menunjuk jus yang ada di meja.
‘’Asyik, Nana suka jus jeruk’’ Ucap anak kecil itu dengan riangnya.
‘’Pelan-pelan Na minumnya nanti tersedak’’ kata Layla yang melihat anak itu meminum jus tersebut.
Layla dan Natan pun lalu meminum jus mereka masing-masing. Nenek yang melihat kebersamaan mereka sangat terharu sambil tersenyum bahagia.
‘’Orang tua kamu mana Nat? Dari tadi aku tidak melihatnya?’’ Tanya Layla sambil menatap wajah lelaki tampan itu.
‘’Orang tuaku tidak tinggal disini La, di sini cuma ada Nana, Nenek dan seluruh pembantunya’’ Jawab Natan.
‘’Kenapa kalian tidak tinggal saja disini menemani nenek?’’ Layla bertanya lagi.
__ADS_1
*BERSAMBUNG*