Gairah Liar Office Girl Cantik

Gairah Liar Office Girl Cantik
Licik


__ADS_3

Keesokan harinya Layla sedang membuat kopi di ruang pantry lalu Natan datang menghampirinya.


‘’Kamu sedang apa?’’ Tanya Natan yang mengagetkan Layla.


‘’Eh, kamu Nat. Aku sedang membuat kopi untuk pak Martis dan untukmu juga’’ Jawab Layla sambil menoleh dan tersenyum.


‘’Punyaku jangan kemanisan ya’’ Kata Natan.


‘’Kenapa?’’ Tanya Layla.


‘’Karena melihat wajahmu yang manis ini kopiku tak terasa apa-apa’’ Jawab Natan sambil tersenyum.


‘’Ih, gombal, bisa aja kamu. sudahlah aku mau mengantar kopi ini dulu ke pak Martis’’ Sahut Layla yang merasa hatinya berbunga-bunga.


‘’Ayo, sekalian aku juga mau kesana’’ Balas Natan.


Mereka berjalan beriringan menuju ke ruangannya Martis yang berada di atas.


‘’Nat, apa aku boleh tanya?’’ Ucap Layla sambil menoleh.


‘’Boleh, mau tanya apa?’’ Jawab Natan.


‘’Kenapa setiap hari kamu selalu berada di ruangannya pak Martis, sedangkan kamu hanya sebagai OB di perusahaan ini’’ Kata Layla.

__ADS_1


‘’Itu karena Pak Martis yang menyuruhku, terkadang aku di suruh membereskan dokumen-dokumen penting dan di suruh ini itulah’’ Balas Natan menjelaskan supaya Layla tidak curiga kepadanya.


‘’Oh, gitu yah’’ Ucap Layla sambil manggut-manggut.


‘’Kenapa emangnya kalau aku berada di ruangannya pak Martis?’’ Natan pura-pura bertanya.


‘’Gak papa sih cuma aku denger gosip aja’’ Sahut Layla sambil menoleh.


‘’Gosip apa La?’’ Tanya Natan penasaran.


‘’Ya gitu lah, katanya kamu cari muka, cari perhatian dan gak pantas di ruangan itu karena kamu hanya sebagai OB’’ Jelas Layla.


‘’Kamu gak usah percaya gosip itu La, mereka hanya iri saja’’ Balas Natan.


Natan menempelkan jari telunjuk ke bibir sebagai tanda kalau Layla harus diam, ‘’ada apa Nat?’’ Tanya Layla pelan-pelan.


‘’Coba kamu dengarkan’’ Balas Natan yang juga bersuara lirih.


Layla dan Natan menajamkan pendengarannya supaya tau apa pembicaraan di dalam sana.


‘’Aku tau, kamu bukan CEO di perusahaan ini, lebih baik kita saling bekerja sama’’ Ucap seorang wanita.


‘’Hahaha, mana mungkin aku bekerja sama dengan wanita licik seperti kamu, cuih!’’ Jawab Martis sinis.

__ADS_1


‘’Sudahlah Tis, kamu gak usah munafik, aku tau apa tujuanmu di sini’’ Kata wanita itu lagi.


‘’Siapa wanita itu?’’ Tanya Layla lirih dari balik pintu.


‘’Aku juga gak tau La’’ Jawab Natan.


(Kurang ajar! Wanita itu mau menghasut Martis, akan aku beri pejaran dia!) Gumam Natan dalam hatinya.


Natan dan Layla mendengar suara langkah kaki dari dalam yang berjalan ke arah pintu. Natan mengajak Layla untuk bersembunyi sambil mengawasi ruangan tersebut.


Pintu di buka dan keluarlah seorang wanita cantik dan sexy dengan baju agak terbuka di bagian dadanya dan memakai rok mini. Wanita itu berjalan meninggalkan ruangan tersebut.


Natan dan Layla melihat wanita itu pergi dan masuk kedalam lift. ‘’sekarang kita bagaimana?’’ Tanya Layla lirih.


‘’Kita sudah aman, ayo kita masuk dan memberikan kopi ini’’ Jawab Natan lalu membantu Layla berdiri.


Mereka berjalan beriringan masuk kedalam ruangannya Martis, sesekali Layla melirik kepada Natan.


‘’Mau apa dia kesini?!’’ Kata Natan kepada Martis.


Layla yang melihatnya bingung, ia melihat Natan bicara layaknya seorang bos kepada bawahannya, ( kenapa Natan lancang sekali menanyakan itu kepada pak Martis ) Gumam Layla dalam hatinya.


‘’Apa dia menghasutmu?’’ Tanya Natan lagi sambil duduk di tepi meja kerjanya Martis.

__ADS_1


*BERSAMBUNG*


__ADS_2