Gairah Liar Office Girl Cantik

Gairah Liar Office Girl Cantik
Di taman


__ADS_3

Layla berjalan mengejar Natan sambil menggerutu dan menunduk, tiba-tiba Natan menghentikan langkahnya lalu berbaik, alhasil Layla pun menabrak lelaki itu.


‘’Brukh..auwh’’ Hidung Layla menabrak dada kekar milik Natan.


‘’Pokoknya kamu harus datang’’ setelah mengatakan itu Natan kembali berjalan.


‘’Dia kenapa sih main pergi saja’’ Gerutu Layla lagi.


Di ruangan CEO, Natan duduk sambil melamun sambil menenangkan detak jantungnya.


‘’Kenapa selalu begini jika dekat dengan Layla. Apa jantungku yang bermasalah?’’ Ucap Natan dalam hati sambil memegang dadanya.


‘’Hei, lo kenapa? Jantung lo sakit?’’ Tanya Martis.


Natan menoleh dan menatap Martis seperti elang yang hendak menerkam mangsanya.


‘’Tatapannya sangat mengerikan’’ Kata Martis dalam hatinya.


‘’Gak usah mengumpat nanti cepat kena serangan jantung’’ Kata Natan.


‘’Jangan dong, gue belum merasakan nikmatnya belah duren’’ Balas Martis.


‘’Bukan belah duren tapi belah maggis’’ Ucap Natan.


Mereka sudah bersahabat sangat lama semenjak SMP, terkadang mereka saling menjahili satu sama lain.


‘’Gaji kamu akan aku potong’’ Ucap Natan lagi jahil.


‘’Jangan dong, aku sudah bekerja lama disini masa iya gajiku di potong, gimana gue bisa beli rumah buat istri dan anak-anakku’’ Kata Martis sambil cemberut.

__ADS_1


‘’Calon aja gak ada sudah mikirin anak-anak’’ Balas Natan.


‘’Siapa bilang gak ada calon, gue mau deketin seseorang deh, tapi gue takut lo nangis patah hati’’ Kata Martis.


‘’Maksud kamu aku bakal cemburu dengan perempuan seleramu itu? Paling juga gak jauh-jauh dari Vany’’ Natan berkata sambil melotot.


‘’Jangan salah, dia itu perempuan pemberani, seorang CEO aja bisa di bentak’’ Kata Martis lagi.


‘’Hah, jangan-jangan dia, kurang ajar kamu!’’ Ucap Natan dalam hatinya.


‘’Kenapa? Jangan bilang kalau lo patah hati’’ Kata Martis jahil.


‘’Jangan berani kamu deketin dia, paham!’’ Natan berkata sambil melotot kepada Martis.


‘’Wah, ternyata seorang Natan sekarang sudah menyuakai wanita, hahaha..’’ Balas Martis lalu tertawa jahil karena Natan berhasil di jebaknya.


‘’Awas kamu yah’’ Gerutu Natan.


‘’Lo gak bisa bohongin gue, gak perlu di tutupi kaya gitu kali, lo harus berjuang untuk mendapatkan cintanya, dia itu gadis yang punya prinsip beda dengan wanita yang lain’’ Kata Martis menasehati.


Martis sudah menganggap Natan seperti adiknya, begitu juga dengan keluarga Natan sudah dianggapnya sebagai orang tua sambung.


‘’Makasih, kamu selalu menjadi kakakku yang selalu menyayangi dan menasehatiku’’ Kata Natan sambil memegang pundaknya Martis.


‘’Karena hanya lo, Nenek dan om, yang gue punya dan selalu baik kepadaku Nat’’ Balas Martis sambil tersenyum.


Keesokan harinya Layla datang ke taman kota menemui Natan dan Nana, Layla dan anak kecil itu bermain kejar-kejaran.


‘’Ayo dong kakak kejar Nana’’ Ucap anak kecil itu sambil berlari.

__ADS_1


Natan tersenyum melihat mereka sedang bermain, ia duduk di kursi yang ada di taman.


‘’Apa nanti setelah aku menikah dengan Layla dan mempunyai anak akan bahagia seperti ini’’ ucap Natan dalam hatinya.


‘’Nana udah ya, kakak capek nih’’ Kata Layla sambil mengatur nafasnya.


‘’Gak mau, kakak harus tangkap Nana dulu’’ Jawab anak kecil itu sambil menjulurkan lidah meledek Layla.


Layla pun berlari lagi mengejar anak kecil itu tiba-tiba ia tersandung dan hampir jatuh.


‘’Kakak cantik!’’ Teriak Nana yang melihat Layla hampr jatuh.


Karena hampir jatuh ke tanah dan takut Layla menutup matanya.


‘’Hah, kok gak jatuh’’ Ucap Layla dalam hati.


Layla membuka kedua matanya dan ternyata Natan sudah memegangi tubuhnya yang hampir jatuh ke tanah. Layla menatap wajah lelaki itu lekat-lekat.


‘’Dia tampan’’ ucap Layla dalam hati.


‘’Jangan dilihat terus nanti kamu jatuh cinta’’ Bisik Natan di telinganya Layla.


Wajah Layla menjadi merah merona, degup jantungnya tak beraturan, ia merasa nyaman berada di dekapan lelaki itu.


‘’Kakak cantik tidak apa-apa?’’ Tanya Nana yang berhasil membuyarkan kemesraan kedua orang itu.


‘’Kakak gak papa’’ Ucap Layla sambil melepaskan diri dari pelukan Natan.


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


__ADS_2