
Setelah berpamitan dengan Layla, Bruno menjalankan sepeda motornya, baru saja sampai di gerbang ia langsung di cegat oleh Marsa yang menghadang jalannya.
‘’Kenapa kamu menghalangi jalanku?’’ Tanya Bruno yang heran kepada wanita itu.
‘’Antarkan aku ke mini market’’ Jawab Marsa dengan senyuman sinisnya.
‘’Kenapa kamu gak pakai mobilmu sendiri’’ Kata Bruno.
‘’Emang kamu gak mau ngantar aku, Cuma sebentar saja kok’’ Ucap Marsa membujuk laki-laki itu dengan senyuman manisnya.
‘’Maaf aku mau pulang’’ Kata Bruno sambil hendak menjalankan sepeda motornya.
Tiba-tiba dari arah belakang ada yang membekap mulutnya Bruno dengan sapu tangan yang sudah ada obat biusnya, Bruno pun lemas dan tak sadarkan diri.
‘’Ayo cepat bantu bawa dia ke dalam mobil’’ Kata Marsa kepada orang suruhannya itu untuk membantunya mengangkat Bruno kedalam mobil.
‘’Baik Bos’’ Jawab orang suruhan tersebut.
__ADS_1
Marsa membawa Bruno ke sebuah villa di bukit, setelah sampai Marsa memapah Bruno masuk kedalam kamar lalu membaringkan laki-laki itu keatas ranjang.
‘’Berat juga kamu’’ Gerutu Marsa.
Marsa melepaskan semua pakaian Bruno dan pakaian milik dirinya sendiri lalu mengambil gambar serta video dirinya bersama Bruno yang diatas ranjang sambil berpelukan tanpa busana.
Keesokan harinya sinar matahari membangunkan Bruno yang masih diatas ranjang bersama dengan Marsa, ia masih memeluk wanita itu.
‘’Hoam...hah dimana aku, kenapa aku tidur bersama dia?’’ Ucap Bruno lirih sambil menatap Marsa yang masih dipeluknya tanpa busana.
Marsa menggeliat lalu ikut bangun namun ia mengeratkan pelukannya, merasakan kehangatan dari tubuh laki-laki tersebut. Bruno hendak bangun tapi di cegah oleh Marsa.
‘’Sa, kenapa aku bisa ada di sini bersamamu?’’ Tanya Bruno sambil berusaha mengingat kejadian tadi malam.
‘’Jangan di fikirin, kita nikmati saja kebersamaan ini’’ Jawab Marsa sambil mengelus dada bidang laki-laki itu.
‘’Apa tadi malam kita melakukannya, Sa?’’ Kata Bruno yang belum bisa mengingat semuanya.
__ADS_1
‘’Ya iyalah mas, lihat kita tidur bersama tanpa berpakaian, menurut kamu apa yang telah terjadi jika dua orang, laki-laki dan perempuan tidur bersama tanpa berpakaian’’ Kata Marsa berusaha menyakinkan Bruno.
‘’Benar juga sih, tapi aku tidak merasa kita telah melakukan itu’’ Ucap Bruno yang masih belum ingat apa yang telah terjadi.
‘’Hei, kamu mau lari dari tanggung jawab?! Aku punya bukti video dan foto, jika kamu macam-macam aku akan tunjukin bukti itu ke Layla dan mamah papah’’ Kata Marsa sedikit mengancam.
‘’Tolong jangan kasih tahu Layla mengenai hal ini, dia pasti akan marah dan memutuskan hubungan kami, biar masalah ini kita berdua yang tahu’’ Ucap Bruno kepada wanita itu.
‘’Oke, aku gak akan kasih tahu Layla asal kamu mau menuruti keinginanku, mulai sekarang kamu adalah milikku’’ Jawab Marsa dengan senyuman kemenangan.
‘’Baik aku setuju’’ Kata Bruno dengan terpaksa.
‘’Hari ini kamu harus bersamaku di villa, jangan temui Layla atau mengantarnya bekerja’’ Kata Marsa sambil mengelus dada laki-laki itu dengan lembut.
‘’Baiklah’’ Hanya itu ucapan dari Bruno.
‘’Hancur sudah hubunganku dengan Layla gara-gara wanita ini’’ Gumam Bruno dalam hatinya, ‘’pasti aku di jebak oleh dia’’ sambungnya lagi dalam hati.
__ADS_1
Hari itu juga Bruno seharian menemani Marsa di villa itu, Godaan dari Marsa yang terus memakai rok mini dan baju tipis membuat Bruno tak tahan untuk melahapnya.
*BERSAMBUNG*