Gairah Liar Office Girl Cantik

Gairah Liar Office Girl Cantik
Pergi


__ADS_3

Layla menatap Marsa, perempuan yang telah merebut kekasihnya, Marsa tersenyum sinis, seolah-olah ingin menunjukkan kemenangannya.


‘’Tapi La, bagaimana dengan kamu?’’ Kata paman Balmon khawatir, entah benar atau hanya sandiwara untuk menghibur Layla.


‘’Paman tidak usah khawatir, setidaknya aku tidak akan semalu Marsa, karena aku tidak hamil’’ Jawab Layla dengan tegas.


‘’Kasihan dong Marsa Pah, perut Marsa akan semakin besar’’ Kata bibi Murni.


‘’Tidak usah khawatir paman, Nikahkan saja Marsa dengan Bruno. Itu justru akan lebih baik’’ Ucap Layla walaupun hatinya sangat hancur.


‘’Tapi La?’’ Kata paman Balmon yang tak enak kepada Layla.


‘’Kalian gak usah fikirkan aku, sekalian aku mau pamit, mulai besok aku akan pergi dari rumah ini. Aku juga sudah lulus tinggal ambil ijazah aja’’ Kata Layla lalu ia berlalu dari tempat itu dan masuk kedalam kamarnya.


Layla menumpahkan air matanya sambil membereskan pakaian dan barang-barang miliknya, ‘’Ayah, Ibu, maafkan aku’’ Gumam Layla sambil menangis di dalam kamarnya.


Esok harinya Layla sudah berkemas dan siap pergi dari rumah tersebut, ia sudah janjian sama temannya yang ada di rumah kos. Layla naik ojek menuju kos temannya itu.


Dua puluh menit akhirnya Layla sampai juga di rumah kos tersebut dan di sambut oleh temannya.


‘’Ayo masuk’’ Ajak Natali temannya Layla.

__ADS_1


‘’Nat, disini masih ada yang kosong gak biar aku ngekos disini?’’ Tanya Layla.


‘’Lo tinggal disini aja bareng gue. Lagian satu kamar boleh di tinggali dua orang kok, nanti masalah bayarnya kita bisa gantian’’ Jawab Natali sambil tersenyum.


‘’Emang boleh ya?’’ Tanya Layla lagi.


‘’Boleh La. Lo tenang saja’’ Jawab Natali.


‘’Makasih ya Nat. Setidaknya uang sakuku bisa gue gunakan buat beli makanan sampai aku gajian nanti’’ Ucap Layla.


‘’Iya La. Kebetulan kemarin baru saja aku bayar kosnya, nanti bulan depan gantian lo ya yang bayar’’ Kata Natali sambil menepuk lengan temannya itu.


‘’Iya Nat, makasih ya’’ Ucap Layla dengan senyumannya, setidaknya ia bisa terlepas dari keluarga bibinya.


‘’Tunggu! Ini aku tambahin uangnya’’ Kata Layla sambil menyodorkan beberapa lembar uang.


‘’Gak usah La. Lo gue traktir dulu nanti tinggal gantian, oke’’ Ucap Natali dan mengembalikan uang tersebut kepada Layla.


‘’Makasih kalau gitu Nat’’ Ucap Layla sambil tersenyum.


‘’Iya. Makasih mulu dari tadi kayak sama siapa aja La’’ Kata Natali.

__ADS_1


‘’Hehehe’’ Layla cengengesan.


Natali pun berjalan keluar dari kosan itu untuk membeli makanan buat mereka berdua. Lima belas menit kemudian Natali kembali sambil membawa kantong kresek yang berisi makanan.


‘’La ini makanannya, ayo kita makan dulu habis itu kamu mandi sana biar gak bau kecut, hehehe’’ Kata Natali kepada Layla dengan menjahilinya.


‘’Alah apaan sih kamu. Nat, ada lowongan kerja gak?’’ Kata Layla dan bertanya tentang lowongan pekerjaan.


‘’Ada sih, tapi hanya sebagai OB saja, apa kamu mau?’’ Jawab Natali lalu memasukkan nasi kedalam mulutnya.


‘’Mau banget Nat’’ Ucap Layla sambil tersenyum senang.


‘’Kalau gitu besok kamu ikut denganku’’ Kata Natali.


‘’Makasih ya Nat’’ Ucap Layla dengan menganggukkan kepala.


‘’Udah berapa kali lo bilang makasih kepadaku?’’ Ucap Natali sambil memanyunkan bibirnya.


‘’Hehehe...sepuluh kali barang kali’’ Layla menjawab sambil cengengesan.


‘’Sudahlah ayo kita nikmati saja makanan ini, keburu dingin entar gak enak’’ Natali mengajak Layla untuk melanjutkan makannya.

__ADS_1


*BERSAMBUNG*


__ADS_2