
Orang itu pun langsung berlari dan menyerang Natan sambil mengayunkan pisau, dengan sigap Natan bergeser sambil mendorong tangan orang itu ke samping.
Natan mencengkeram pergelangan tangan orang itu lalu menekuknya ke bawah, ‘’krek..auwh’’, pisau yang di pegang orang itu lalu jatuh dan di tendang oleh Natan supaya menjauh.
Orang tersebut meringis kesakitan sambil memegangi pergelangan tangannya. ‘’Bangsat!’’ teriak orang itu sambil menyerang Natan lagi.
Natan bergeser ke belakang beberapa langkah lalu meloncat ke pohon yang di dekatnya, ‘’wush..’’ Natan melayangkan tendangan ke tengkuk leher belakang orang itu, ‘’bughh’’.
Orang itu tersungkur ke tanah, Natan langsung menginjak kepala orang tersebut. ‘’Siapa yang menyuruh kalian? Katakan!’’ ucap Natan membentak.
‘’Kamu injak aku sampai mati pun, aku tak akan mengatakannya’’ Jawab orang itu.
Natan mengikat orang itu lalu memasukkan kedalam bagasi mobilnya, setelah itu ia menjalankan mobil dan berhenti sebentar di dekat mobil hitam tadi.
‘’Katakan pada bos mu!, kalau jantan hadapi aku secara langsung’’ Kata Natan kepada sopir mobil hitam yang tadi lalu ia melesat jauh meninggalkan tempat itu.
‘’Kamu tidak apa-apa?’’ Tanya Layla sambil memegangi pipinya Natan.
‘’Aku tidak apa-apa hanya tergores sedikit’’ Jawab Natan sambil menoleh sebentar.
__ADS_1
Natan membawa orang itu dan menyerahkan kepada Martis, ‘’kamu selidiki orang itu dan cari tau siapa yang menyuruhnya, aku pergi dulu mau mengantar Layla’’.
Setelah mengatakan itu Natan langsung masuk kedalam mobil dan meninggalkan tempat tersebut, ‘’kenapa kamu serahkan orang itu kepada pak Martis?’’ tanya Layla bingung dan penasaran.
‘’Ceritanya panjang La, lain kali aja aku ceritakan, yang terpenting kita sudah aman’’ Jawab Natan sambil mengusap rambutnya Layla.
‘’Hmmm’’ hanya suara itu yang keluar dari bibir manisnya Layla.
Natan terus menjalankan mobilnya menuju ke rumah kosnya Layla, setelah menempuh perjalanan hampir setengah jam akhirnya mereka sampai di rumah kos tersebut.
‘’Ayo masuk dulu biar aku obati luka-lukamu’’ Ajak Layla sambil menggandeng Natan.
‘’Loh, kalian kenapa?’’ Tanya Natali yang melihat Layla bersama Natan masuk kedalam rumah.
Kedua wanita itu berbagi tugas, setelah mengambil yang di perlukan lalu mereka menghampiri Natan yang sedang duduk di ruang tamu sambil bersandar.
‘’Sini aku obati lukamu’’ Ucap Layla sambil memegang pipinya Natan dan mulai membersihkan wajah lelaki itu dengan air hangat.
‘’Auwh, pelan-pelan La.’’ Ucap Natan sambil meringis menahan rasa perih di wajahnya.
__ADS_1
‘’Ini juga pelan-pelan kok, kamu tahan dulu biar kotorannya bersih’’ Balas Layla.
‘’Ekhm..aku masuk kamar dulu ya’’ Ucap Natali sambil berdehem karena ia tak mau menjadi obat nyamuk diantara mereka.
Setelah Natali masuk kedalam kamar, Layla kembali melanjutkan mengobati Natan. ‘’tahan sebentar ini akan terasa perih’’ ucap Layla lalu meneteskan obat cair berwarna merah ke lukanya Natan.
‘’Auwh, perih banget La’’ rengek Natan sambil meringis.
Layla meniup luka itu untuk mengurangi rasa perih, Natan melihat bibirnya Layla yang sedang meniup lalu ia tersenyum.
‘’Kenapa senyum-senyum? Tadi merintih kesakitan’’ Ucap Layla sambil memanyunkan bibirnya.
‘’Bibir kamu lucu, bikin gemes aja’’ Jawab natan sambil tersenyum cengengesan.
‘’Ini yang lucu’’ Balas Layla sambil sedikit menekan lukanya Natan.
‘’Arghh, sakit La, jangan di tekan dong’’ Ucap Natan kesakitan.
‘’Makanya jangan cengengesan’’ Sahut Layla sambil sedikit melotot.
__ADS_1
‘’Iya, iya’’ Balas natan lalu ia diam saja supaya Layla fokus untuk mengobatinya.
*BERSAMBUNG*