
Natan masih berada di ranjangnya, bayangan gadis itu muncul berulang kali.
‘’Gue kayaknya mulai ga waras, ngapain gue kebayang gadis itu coba’’ Gumamnya dalam hati menepis segala bayangan yang muncul di matanya. Sesekali memejamkan mata berharap rasa kantuk datang, namun lagi dan lagi bayangan wajah gadis itu muncul didalam benaknya.
‘’Ahh..bener-bener otak gue ga waras. Kenapa wanita lampir itu lagi’’ Natan memukul-mukul kepalanya berharap bayangan itu menghilang.
Hampir satu jam lebih Natan hanya berguling kesana kemari diatas ranjang namun rasa kantuk belum juga datang, ia lalu menyetel musik di aplikasi tobo-tobo dengan alunan musik perlahan matanya mulai terkantuk, Natan pun akhirnya terlelap tidur.
Esok hari yang cerah Layla sangat senang karena di terima kerja atas rekomendasi sahabatnya Miya direstoran kota itu, restoran itu milik pamannya Miya.
Layla mulai bekerja di restoran tersebut ia membawa minuman untuk pelanggan. Sedangkan tak jauh dari tempat itu di sebuah kantor, Natan sedang menatap layar laptopnya.
‘’Perut gue laper, baru jam berapa ini’’ Gumamnya sambil melirik jam ditangannya.
Natan bergegas mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sederhana dan turun menghampiri satpam yang ada di gerbang.
‘’Mang, pinjem sepeda motornya dong’’ Ucap Natan kepada satpam tersebut.
‘’Baik Bos, ini kuncinya’’ Jawab satpam itu dan memberikan kunci sepeda motornya.
__ADS_1
Natan langsung naik sepeda motor tersebut melesat meninggalkan kantor itu, pak satpam hanya geleng-geleng kepala melihat Bosnya yang selalu meminjam sepeda motornya.
‘’Ada-ada saja si Bos, mobil ada, kenapa mau naik sepeda motorku yang sudah butut itu’’ Gumam satpam yang melihat kepergian Natan.
Layla mengantarkan makanan ke pelanggan setelah itu ia membalikkan badannya dan ‘’brukhh’’.
‘’Maaf-maaf saya tidak sengaja’’ Kata Layla sambil melihat siapa pemuda yang di tabraknya.
‘’Kamu lagi? Kamu kan yang kemarin hampir aku tabrak di jalanan’’ Kata Natan sambil menatap wajahnya Layla.
‘’Kamu? kamu yang naik motor butut dan hampir menabrakku kemarin’’ Kata Layla yang juga menatap wajah Natan.
‘’Oke, aku maafin’’ Jawab Natan cuek dan langsung duduk di tempat yang kosong.
‘’Kamu mau pesen makanan apa?’’ Kata Layla sambil menyodorkan daftar menu makanan restoran tersebut.
‘’Aku pesen yang ini dan minumannya esteh saja’’ Jawab Natan sambil menunjuk makanan didaftar menu itu.
‘’Baiklah tunggu sebentar aku akan kembali lagi’’ Sahut Layla lalu berjalan meninggalkan Natan.
__ADS_1
Tak lama kemudian Layla datang sambil membawa makan yang di pesan oleh Natan dan menaruhnya di meja.
‘’Ini makanannya, selamat menikmati’’ Ucap Layla dengan ramah.
‘’Makasih’’ Hanya itu jawaban dari Natan.
Layla meninggalkan lelaki itu dan Natan pun mulai meyantap makanan tersebut, setelah selesai makan Natan kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya.
Didalam ruangan Natan merenung ‘’kenapa ketemu gadis itu lagi sih, tadi malam kebayang, hari ini ketemu, huft..’’ Gumamnya dalam hati.
Setelah hari hampir gelap Layla pulang dari restoran itu, ia duduk sambil menunggu ojek datang.
‘’Hai neng, sendirian aja nih’’ Ucap seorang laki-laki yang bertato bersama temannya.
Layla hanya diam tanpa menghiraukan orang bertato itu dan bergeser agak menjauh.
‘’Jangan takut sama abang, kita ini orang baik kok’’ Kata orang bertato itu sambil mendekati Layla.
Layla bangkit dari duduknya dan berjalan untuk menghindari kedua orang itu, namun orang bertato itu terus mendekatinya. Layla berlahan berjalan agak cepat supaya terhindar dari kedua orang bertato tersebut.
__ADS_1
*BERSAMBUNG*