Gairah Liar Office Girl Cantik

Gairah Liar Office Girl Cantik
Sahabat jahil


__ADS_3

Martis hanya senyum-senyum melihat tingkah kedua orang itu antara Natan dan Layla.


‘’Pak saya permisi dulu, bisa-bisa mataku rusak kalau lama-lama disini’’ Pamit Layla kepada Martis yang berpakaian serba mewah.


‘’Silahkan’’ Jawab Martis sambil menahan tawanya.


‘’Gadis yang menarik bukan. Seorang Natan pemilik perusahaan ini di pandang sebelah mata sama gadis OG, hahaha..’’ Ucap Martis meledek Natan sekaligus atasannya.


‘’Puas kamu!, Kamu pikir gadis seperti itu penting bagiku’’ Balas Natan sambil menonjok lengan asisten pribadinya itu dan memanyunkan bibirnya.


‘’Jangan membencinya Nat, kata orang benci bisa menjadi cinta loh’’ Ledek Martis lagi.


‘’Dia itu sama saja seperti wanita yang lain, buktinya dia lebih hormat kepada lo di banding gue yang hanya berpakaian biasa layaknya OB’’ Balas Natan sambil meneliti berkas yang harus di tanda tangani.


‘’Tapi menurutku gadis itu beda Nat, buktinya dia tidak berniat untuk menggoda saya’’ Kata Martis lagi sambil tersenyum.


‘’Beda sama manager keuangan yang selalu menggodaku dan sering memperlihatkan hampir semua tubuhnya, em..namanya?’’ Kata Martis lagi menyambung obrolannya.


‘’Namanya Vera’’ Ucap Natan.

__ADS_1


‘’Ya itu dia, yang jelas kamu harus jauhi dia Nat’’ Sahut Martis sambil menganggukkan kepalanya.


‘’Bukannya kata itu untuk mu’’ Ucap Natan ikut jahil.


‘’Benar, tapi untuk saat ini karena dia belum tahu kalau aku hanya asisten pribadimu saja’’ Jawab Martis.


‘’Tapi kalau dia tahu kamu adalah seorang CEO Perusahaan ini, beda lagi ceritanya Nat’’ Sambung Martis lagi.


‘’Kamu tenang saja, setelah saya menemukan wanita yang bisa menerima aku apa adanya dan mau mendampingiku sebagai istri, dia akan aku pecat dari perusahaan ini’’ Jawab Natan dengan senyuman sinisnya.


‘’Ini semua sudah aku tanda tangani, aku mau lanjut kerja dulu’’ Sambung Natan lagi sambil merapihkan dokumen tersebut.


‘’Ckckck, wkwkwk, silahkan bapak OB yang terhormat’’ Jawab Martis sambil cekikikan meledek atasannya itu.


Setelah sore hari, Layla hendak berkemas bersama Natali namun di hentikan oleh kepala OG.


‘’Layla, hari ini kamu dapat lembur sampai CEO pulang’’ Perintah dari kak Rani.


‘’Loh kak, Layla kan karyawan baru disini apa harus lembur sekarang?’’ Protes Natali yang kasihan kepada temannya itu.

__ADS_1


‘’Memang apa bedanya kalau dia karyawan baru disini? Toh dia juga sama di gaji, apa mau makan gaji buta saja disuruh lembur saja sudah protes’’ Kata kak Rani dengan judesnya.


‘’Sudah Nat, gak papa kok’’ Ucap Layla sambil menenangkan sahabatnya yang masih protes kepada kak Rani.


‘’Tapi La, kamu itu baru satu hari disini, kamu juga belum terlalu paham disini’’ Kata Natali yang iba melihat temannya disuruh lembur.


‘’Lo tenang saja, jangan khawatirkan aku’’ Balas Layla.


‘’Kamu lembur bersama dengan Natan malam ini’’ Kata kak Rani lagi.


‘’Oh jadi dia bernama Natan’’ Gumam Layla dalam hatinya.


‘’Baik kak’’ Ucap Layla sambil menunduk.


Kak Rani lalu meninggalkan mereka berdua yang masih ada di dalam pantry.


‘’La, kamu hati-hati ya, maaf aku tidak bisa nemenin lo lembur, aku pulang dulu sekalian mau beli barang-barang untuk di kos’’ Kata Natali pamit sambil menepuk pundak temannya itu.


‘’Iya Nat, lo tenang aja aku bisa jaga diri kok’’ Jawab Layla sambil tersenyum.

__ADS_1


Natali pun pulang lebih dulu meninggalkan Layla yang akan lembur hari ini. Entah akan pulang jam berapa Layla.


*BERSAMBUNG*


__ADS_2