Gairah Liar Office Girl Cantik

Gairah Liar Office Girl Cantik
Bertemu melisa


__ADS_3

Natan duduk di tepi ranjang, ia berniat mengikuti permainan papahnya, sekilas wajah Layla terlihat dimatanya.


(Kenapa kalau aku jauh darinya terasa sunyi dan hampa seakan dunia ini tidak berpenghuni, ada rasa ingin berjumpa dan bersamanya) Gumam Natan dalam hati sambil merebahkan tubuh di atas ranjang.


‘’Apa aku sudah jatuh cinta kepadanya? Apa ini yang dinamakan jatuh cinta?’’ Ucap pemuda itu lirih sambil membayangkan wajah Layla.


(Senyumannya membuat jantungku berdetak kencang, wajah cantiknya seakan tak bisa aku lupakan) Ucapnya dalam hati.


‘’Sebelum aku mengenalnya terasa biasa saja, tapi setelah mengenal dia lebih dalam aku merasa nyaman dan damai jika bersamanya’’ Lirih Natan sambil senyum-senyum sendiri.


Natan terbayang di saat bersama Layla sedang mendorong ayunan dimana Nana duduk di ayunan itu, ia juga terbayang waktu dirinya menopang tubuh Layla yang hendak jatuh karena tersandung.


‘’Natan!, ayo berangkat, katanya mau nemenin papah makan malam’’ Teriak Badang yang memanggil membuat bayangan Layla hilang dalam sekejap.


Natan sadar dari lamunannya, ‘’Iya pah, tunggu sebentar aku mau ganti baju dulu’’.


‘’Papah tunggu di ruang tamu’’ Kata Badang lalu berjalan ke ruang tamu.


Setelah Natan selesai mengganti pakaiannya ia keluar dari kamar dan menghampiri papahnya yang sudah menunggu di ruang tamu.


‘’Ayo pah’’ Ucap Natan yang sudah berdiri dan siap pergi.

__ADS_1


‘’Kita berangkat sekarang’’ Balas Badang yang segera bangkit dan berjalan keluar dan menuju ke mobilnya.


Natan mengikuti papahnya dari belakang, mereka masuk kedalam mobil dan melesat jauh menembus padatnya malam hari.


Di sebuah restoran ternama Badang menepikan mobilnya ke tempat parkir, mereka masuk kedalam restoran dan menemui teman sekaligus rekan kerjanya Badang yang juga mengajak putrinya.


‘’Hai Long, sudah lama menunggu?’’ Tanya Badang basa-basi.


‘’Baru lima menit Dang, ayo silahkan duduk, aku sudah pesen makanan buat kita’’ Jawab Zilong lalu mempersilahkan Badang dan Natan untuk duduk.


‘’Ini putri kamu Long?’’ Tanya Badang.


‘’Benar, namanya Melisa’’ Jawab Zilong sambil melirik kepada putrinya.


‘’Natan’’ Natan mengenalkan diri.


‘’Aku Melisa’’ Jawab wanita itu sambil tersenyum manis seperti gula.


Setelah makanan datang, mereka langsung menyantap sambil mengobrol. Badang berniat ingin menjodohkan anaknya dengan putrinya Zilong.


(Oh, jadi ini rencana papah) Gumam Natan dalam hatinya.

__ADS_1


‘’Tampan juga dia’’ Ucap Melisa dalam hati sambil curi-curi pandang kepada Natan.


‘’Kamu yang tentukan hari pertunangan anak-anak kita Dang’’ Kata Zilong di sela-sela makannya.


‘’Baiklah’’ Jawab Badang sambil tersenyum.


‘’Uhuk..uhuk..’’ Natan tersedak karena ia kaget kalau papahnya secepat ini akan menjodohkan dengan putrinya Zilong.


‘’Kamu kenapa?’’ Tanya Badang sambil menoleh kepada anaknya.


Melisa dengan sigap menyodorkan sapu tangan kepada Natan, Melisa duduk di depan Natan jadi ia bisa langsung memberikan sapu tangannya tanpa melewati kedua orang tua itu.


‘’Ini’’ Kata Melisa sambil tersenyum manis.


‘’Makasih’’ Jawab Natan tapi ia menaruh sapu tangan itu di atas meja tanpa ia gunakan.


Natan langsung menenggak segelas air putih supaya kerongkongannya tidak panas, Melisa memandangi pemuda itu.


(Sombong banget dia, di kasih sapu tangan malah gak di gunakan. Kalau tau gitu tadi gak usah aku kasih) Gerutu Melisa dalam hati.


‘’Pelan-pelan kalau makan nak Natan’’ Kata Zilong menasehati.

__ADS_1


Natan hanya mengangguk saja lalu melanjutkan makannya, sedangkan Melisa masih menggerutu dalam hatinya, menurutnya Natan tidak menghargai dirinya yang sudah memberikan sapu tangan itu.


*BERSAMBUNG*


__ADS_2