Gairah Liar Office Girl Cantik

Gairah Liar Office Girl Cantik
Khawatir


__ADS_3

Layla masih marah karena ucapan Natan, lelaki itu terus membujuknya supaya Layla tidak marah lagi namun wanita itu masih enggan untuk bicara, ia masih kesal.


Esok harinya di lorong kantor Layla bertemu dengan Suntoro lalu mereka mengobrol, di saat itu Natan kebetulan lewat di lorong tersebut dan melihat Layla sedang mengobrol dengan Suntoro.


‘’Kenapa kemarin kamu ninggalin kami La?’’ Tanya Suntoro.


‘’Iya maaf’’ Jawab wanita itu karena merasa bersalah.


‘’Nanti siang kita ke kantin lagi yuk’’ Ajak Suntoro sambil tersenyum.


‘’Baiklah, nanti aku yang traktir kalian sebagai permintaan maafku’’ Jawab Layla dan tersenyum.


‘’La, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu?’’ Ucap Suntoro sambil memegang tangannya Layla.


‘’Kamu mau mengatakan apa, jangan membuatku penasaran dong’’ Sahut Layla.


‘’Sebenarnya semenjak kita masih duduk di SMA, aku sudah menyukaimu La. Aku ingin kamu menjadi pacarku?’’ kata Suntoro yang masih memegang tangannya Layla.


‘’Maaf Sun, aku tak bisa. Lebih baik kita berteman saja ya’’ Jawab Layla sambil tersenyum.


‘’Tapi perasaanku tak bisa di bohongi La, aku sudah terlanjur cinta sama kamu’’ Ucap lelaki itu lagi sambil mengeratkan genggamannya.


‘’Aku hargai perasaanmu Sun, tapi maaf aku tak bisa menerimamu’’ Balas Layla.


Natan yang sedang menguping pembicaraan mereka merasa geram di balik tembok tempat ia bersembunyi. ( berani sekali dia mendekati Layla ) gumamnya dalam hati.


‘’Aku mau lanjut kerja dulu, sebaiknya kamu juga melanjutkan kerjamu’’ Kata Layla lalu berjalan pergi.


‘’La, tunggu! Kasih aku kesempatan’’ Kata Suntoro sambil mengejar langkahnya Layla.


‘’Udahlah Sun, cari yang lain saja, cari yang lebih baik dariku’’ Ucap Layla sambil terus melangkahkan kakinya.


Layla berjalan menuju ke pantry dan menghampiri Natali yang sedang menata peralatannya. ‘’La, kamu di cari tuh sama kak Rani’’ Ucap Natali yang melihat sahabatnya datang.


‘’Oh baiklah’’ Balas layla dan langsung menemui kak Rani.


Sore harinya Natan berjalan ke tempat parkir dimana sepeda motornya berada, tiba-tiba ada seorang wanita memeluknya dari belakang.


‘’Hai sayang, aku kangen banget sama kamu’’ Ucap wanita itu sambil tersenyum.

__ADS_1


Tak ada hujan maupun petir, Layla kebetulan lewat dan melihat Natan yang sedang di peluk seorang wanita. Layla langsung berlari sambil menangis.


Natan yang melihat Layla berlari sambil menangis, ia langsung melepaskan pelukan wanita tersebut dan mengejar Layla.


‘’La, tunggu! Itu semua tak seperti yang kamu pikirkan’’ Kata Natan sambil berlari mengejar Layla.


‘’Tunggu La, biar aku jelaskan’’ sambung lelaki itu dan terus berlari.


Layla terus berlari dan sebuah mobil berhenti di sampingnya, ‘’ayo masuk’’ kata Suntoro sambil membuka pintu dari dalam mobil. Tanpa pikir panjang Layla langsung masuk kedalam mobilnya Suntoro dan terus menangis.


Natan kembali berlari menuju ke parkiran lalu menjalankan motornya untuk mengejar mobilnya Suntoro.


‘’Usap air matamu’’ Kata Suntoro sambil memberikan sapu tangannya.


Layla langsung meraih sapu tangan tersebut dan mengusapkan ke wajahnya untuk menghapus air yang sudah keluar dari matanya. Satu detik dua detik lalu Layla tak sadarkan diri.


‘’Cepat juga reaksinya’’ ucap Suntoro lirih sambil tersenyum.


Natan kehilangan jejak di persimpangan jalan, ( perasaanku kok gak enak yah, semoga dia baik-baik saja ) ucapnya lirih dalam hati sambil terus melajukan sepeda motornya.


‘’Kemana mobil itu?’’ Gerutu Natan sambil menengok kanan dan kiri mencari keberadaan mobilnya Suntoro.


‘’Alu, kamu lacak cctv di jalan mangga dua, dan lihat kemana mobil berwarna silver, cepat!’’ Perintah Natan disambungan telefon kepada Alu yang ahli di bidang IT.


Perlahan Suntoro menciumi tangan Layla lalu mencium kening wanita itu sambil tangannya membuka satu persatu kancing baju milik Layla. Tiba-tiba Layla sadar dari pingsannya.


‘’Apa yang kamu lakukan terhadapku!’’ ucap Layla sambil mendorong lelaki itu yang sudah berhasil membuka kancing bajunya.


‘’Tenang sayang, mari kita nikmati kebersamaan ini’’ Balas Suntoro sambil mendekat.


‘’Mau apa kamu Sun? Jangan mendekat!’’ Kata Layla yang melihat sorot mata lelaki itu yang penuh dengan nafsu.


‘’Kamu sekarang milikku La, aku akan menikmati tubuh mulusmu ini, hahaha..’’ Ucap Suntoro sambil tertawa dan terus mendekati Layla.


‘’Aku tak menyangka kamu sebejat ini terhadapku, Sun!’’ Ucap Layla sambil mengeser tubuhnya supaya jauh dari lelaki bejat tersebut.


‘’Aku tak perduli ocehanmu, sekarang aku akan menikmati tubuhmu ini sayang’’ Kata Suntoro yang langsung meraih tangannya Layla.


‘’Lepaskan! Lepaskan!’’ Layla berusaha berontak agar tangannya terlepas.

__ADS_1


‘’Ayo kita nikmati saja sayang’’ ucap Suntoro sambil menarik Layla kepelukannya.


‘’Lepaskan!, jangan Sun! Jangan’’ Ucap Layla sambil menangis.


‘’Tolong tolong tolong!!’’ teriak Layla minta tolong.


‘’Gak ada yang akan mendengarnya La, disini cuma kita berdua saja’’ Suntoro mulai menciumi pipinya Layla namun wanita itu terus berusaha menghindarinya.


‘’Jangan Sun, lepaskan aku!’’Kata Layla sambil berontak supaya terlepas dari kungkungan lelaki itu.


Sedangkan Natan mempercepat laju sepeda motornya setelah mendapatkan alamat dimana Suntoro membawa Layla, ( aku harus cepat sampai, aku harap tidak terjadi apa-apa sama layla ) ucap Natan dalam hati.


Suntoro melepas paksa baju yang di pakai oleh Layla sampai sobek lalu mendorong wanita itu supaya berbaring, kini tinggal penutup dada saja yang masih menutupi dua gundukan kenyal itu.


Lelaki itu mendekat lalu mulai merangkak diatas tubuhnya Layla.


‘’Brakh!’’


Suntoro menoleh dan melihat pintu yang di dobrak sudah terbuka lebar, ia melihat sosok lelaki sedang berdiri sambil mengepalkan tinjunya.


Secepat kilat Natan berlari dan menyeret Suntoro ke lantai, ‘’Bangsat!’’ teriak Natan sambil memukuli Suntoro bertubi-tubi, ‘’bugh..bugh..’’.


Sedangkan layla meringkuk sambil menangis dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Natan tak memberi ampun kepada Suntoro ia terus memukuli dan menginjaknya sampai babak belur.


‘’Rasakan ini bangsat!’’ Kata Natan sambil menginjak perut lelaki tersebut.


Suntoro pun pingsan dan terkapar di lantai, Natan segera menghampiri Layla yang masih menangis, ‘’kamun tidak apa-apa?’’ ucap Natan sambil memegang kedua pundak wanita itu.


Layla hanya menangis lalu Natan memeluknya, ‘’sekarang kamu sudah aman sayang’’ ucapnya sambil membelai rambutnya Layla.


‘’Kamu pakai jaket ku ini’’ Natan memakaikan jaketnya ke Layla.


Setelah Layla cukup tenang dan tangisannya pun mulai reda, Natan mengajak Layla untuk pulang, ‘’ayo kita pulang’’.


Natan merangkul Layla dan berjalan keluar dari villa itu, mereka lalu naik ke sepeda motor dan melesat jauh meninggalkan tempat tersebut. ‘’makasih kamu telah menolongku’’ ucap Layla yang masih sedih.


‘’Sudah jangan di pikirkan, yang penting kamu selamat’’ Jawab Natan sambil menoleh kebelakang sebentar.


‘’Entah apa yang terjadi kepadaku kalau kamu tidak datang tepat waktu’’ Ucap Layla lagi sambil matanya mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


Natan lalu memegang tangan Layla yang sedang melingkar di pinggangnya.


*BERSAMBUNG*


__ADS_2