
Pagi hari yang cerah mengiringi langkah Layla dan Natali memasuki sebuah perusahaan.
‘’Tok tok tok’’ Natali mengetok pintu di salah satu ruangan perusahaan itu.
‘’Masuk’’ Suara jawaban dari dalam ruangan itu.
Natali dan Layla memasuki ruangan tersebut, ‘’Bu, ini teman saya yang ingin melamar office girl di sini’’ Ucap Natali kepada kepala HRD.
‘’Baik. Siapa nama kamu? Udah bawa surat lamaran?’’ Kata kepala HRD itu kepada Layla.
‘’Nama saya Layla Bu. Ini surat lamaran saya hanya saja ijazahnya belum ada’’ Jawab Layla sambil menyodorkan surat lamaran.
‘’Oke. Masalah ijazah boleh nyusul nanti. Untuk bagian office girl tidak perlu interview, cukup niat kamu untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan benar-benar bertanggung jawab sama pekerjaan. Hari ini kamu sudah boleh bekerja, kamu minta Natali buat nunjukin ke kepala OG buat ajarin kamu seperti apa cara kerjanya dan aturan yang perlu kamu ketahui di perusahaan ini’’ Kata kepala HRD menjelaskan penjang lebar kepada Layla.
‘’Baik Bu’’ Ucap Layla.
Mereka berdua keluar dari ruangan HRD dan menuju ke kepala OG.
‘’Siapa nama kamu?’’ Tanya kepala OG tersebut.
__ADS_1
‘’Nama saya Layla’’ Jawab Layla dengan ramah.
‘’Panggil saja aku Rani, kepala office girl di sini. kamu sebagai anak baru harus patuhi peraturan. Usia kamu masih muda untuk sementara kamu bekerja di lantai lima di sana ruangan para manager, jadi kamu harus benar-benar tanggung jawab sama pekerjaan dan jika pekerjaan kamu bagus nanti kamu akan di pindahkan ke lantai sepuluh ruangan CEO. Karena beliau meminta office girl yang masih muda dan cekatan. Paham’’ Kata Rani selaku kepla OG.
‘’Paham Bu’’ Jawab Layla sambil menganggukkan kepalanya.
‘’Apa Bu! Kamu pikir aku setua itu. Kamu harus panggil saya kak Rani’’ Ucap kepala OG dengan senyuman sinisnya.
‘’Mana ku tahu kalau kamu masih muda. Lagian bedak sama lipstik udah seperti badut saja’’ Gumam Layla dalam hatinya.
‘’Udah kamu iyain saja. Dia memang kayak gitu, sombong mentang-mentang sudah jadi kepala OG’’ Bisik Natali sambil menyenggol lengannya Layla.
‘’Hei! Ngapain kalian malah bisik-bisik. Kamu kenalan dulu sana sama yang lainnya’’ Kata Rani dan menyuruh mereka pergi.
Layla dan Natali mengikuti langkah ketua OG itu, ia melihat laki-laki yang ada di tempat itu, ‘’Loh, itukan yang kemarin...’’ Ucap Layla lirih ketika sampai di pantry. ‘’Bukannya dia laki-laki waktu itu’’ Gumam Layla dalam hatinya.
‘’Kamu kenal sama dia?’’ Tanya kak Rani.
‘’Enggak kak. Cuma pernah ketemu saja’’ Jawab Layla.
__ADS_1
‘’Memang sih kalau OB kemana-mana pasti ketemunya sama yang sederajat’’ Ucap Rani dengan nada sinis.
‘’Jadi orang kok sombong banget sih, mentang-mentang kepala OG’’ Gerutu Layla dalam hatinya.
‘’Karena di sini kita harus cepat dalam bekerja, kamu nanti saja kalau mau nanya-nanya ke dia’’ Kata Rani.
‘’Iya kak’’ Balas Layla.
‘’Oke. Kalian dengar ya, ada karyawan baru namanya Layla yang akan membersihkan lantai lima, untuk Aisah kamu ajarin dia’’ Ucap Rani.
‘’Baik kak’’ Jawab Aisah.
‘’Kalau gitu silahkan kalian mulai kerja’’ Kata Rani dan menyuruh anak buahnya untuk segera bekerja.
‘’Siap kak’’ Jawab mereka serentak.
‘’Layla, ayo kita ke lantai lima sekalian aku ajarin gimana cara kerjanya’’ Kata Aisah.
‘’Iya kak’’ Jawab Layla ramah.
__ADS_1
‘’Gak usah panggil kak, kita seumuran hanya saja aku lulusan SMP langsung kerja di sini jadi aku sudah agak lama’’ Kata Aisah dengan senyumannya.
*BERSAMBUNG*