Gairah Liar Office Girl Cantik

Gairah Liar Office Girl Cantik
Di culik


__ADS_3

Jantung Layla masih berdebar kencang seperti habis lari maraton, ia coba untuk menenangkan debaran jantungnya, ‘’Kenapa kalau deket dia jantungku berdebar kencang’’ Ucap Layla dalam hatinya.


‘’Apa ada yang terluka?’’ Tanya Natan sambil meneliti kakinya Layla barang kali ada yang terluka.


‘’Gak..gak ada Nat, a..ku baik-baik saja’’ Jawab Layla gugup tak karuan.


‘’Kakak cantik, Nana mau naik ke ayunan itu’’ Celetuk anak kecil itu sambil menunujuk ke arah ayunan yang ada di taman tersebut.


‘’Nana mau naik?’’ Tanya Layla.


‘’Iya kakak, ayo kita kesana’’ Jawab Nana lalu menarik tangannya Layla menuju ke ayunan itu.


Natan mengikuti dari belakang lalu ia mengangkat Nana dan di dudukan di ayunan tersebut. Layla mendorong ayunan itu dengan pelan dari belakang.


Natan berdiri di samping Layla dan ikut membantu mendorong ayunan itu sambil sesekali melirik wanita yang ada di sampingnya. Tanpa di sengaja Natan memegang tangannya Layla yang hendak mendorong ayunan itu.


‘’Hah, dia pegang tanganku’’ Gumam Layla dalam hati, degup jantungnya pun semakin kencang. Raut wajahnya semakin memerah.


‘’Maaf, gak sengaja’’ Kata Natan sambil menoleh kepada wanita itu.


‘’I..ya, gak papa’’ Jawab Layla yang ikut menoleh sambil menenangkan jantungnya.


‘’Kakak cantik ayo dorong lebih kencang’’ Celoteh Nana.

__ADS_1


‘’Pelan-pelan saja Na. Kalau terlalu kencang nanti kamu jatuh’’ Jawab Layla sambil mencuri pandang kepada Natan.


Natan hanya tersenyum, ia tau kalau Layla sedang curi-curi pandang kepada dirinya. Tiba-tiba ponsel Natan berbunyi, ia pun langsung menerima panggilan itu.


‘’Hallo’’Kata Natan.


‘’Bos, cepat kesini, ada masalah yang sangat penting sekali’’ Jawab Martis dari seberang telefon.


‘’Baik, aku kesana sekarang’’ Jawab Natan lalu menutup panggilan telefon itu.


Layla melihat Natan yang sedang menerima telefon, ‘’kelihatannya dia sangat panik sekali, ada apa dengannya?’’ Tanya Layla dalam hati.


‘’Nana, kita pulang sekarang yuk’’ Natan mengajak anak kecil itu untuk pulang.


‘’Nana masih ingin bersama kakak cantik’’ Jawab anak kecil itu dengan muka sedih.


Natan menoleh kepada Layla lalu menatap anak kecil itu lagi.


‘’Oke, Nana main sama kakak cantik dulu nanti kalau aku sudah selesai aku akan jemput kalian’’ Kata Natan kepada Nana.


‘’Baik kakak ganteng’’ Jawab Nana sambil tersenyum senang.


‘’Jaga dia baik-baik’’ Ucap Natan kepada Layla.

__ADS_1


‘’Kamu tenang saja pasti aku akan menjaganya, pergilah selesaikan urusanmu dulu’’ Jawab Layla sambil tersenyum.


Natan menganggukkan kepala lalu pergi meninggalkan mereka di taman kota.


‘’Kakak kita kesan yuk’’ Ajak anak kecil itu sambil menunjuk tempat prosotan.


‘’Ayo’’ Balas Layla lalu menggandeng anak kecil itu.


Ketika melewati pohon besar, dua orang langsung membekap mulut Layla dan Nana dengan obat bius sampai pingsan.


‘’Hallo bos, kita sudah mendapakan mereka’’ Kata penculiki itu di sambungan telefon.


‘’Bagus, bawa mereka ke gudang’’ Jawaban dari orang yang berada di seberang telefon.


‘’Baik bos’’ sambungan telefon pun terputus.


Kedua penculik itu menggendong Layla dan Nana menuju ke mobil, ‘’cepat jalan, kita bawa mereka ke gudang’’ kata penculik itu kepada temannya yang sedari tadi menunggu di dalam mobil.


Beberapa menit kemudian perlahan Layla tersadar dari pingsannya lalu ia berpura-pura masih pingsan.


‘’Siapa mereka? Kenapa menculik aku dan Nana?’’ Tanya Layla dalam hatinya.


Ada mobil hitam yang mengikuti mobil penculik itu, mereka saling kejar mengejar.

__ADS_1


‘’Ayo lebih cepat lagi, mereka sudah mendekat’’ Perintah penculik itu kepada teman yang mengemudi.


*BERSAMBUNG*


__ADS_2