
Layla sangat senang mempunyai teman seperti Natali, orangnya baik dan selalu memberikan semangat.
‘’Aku sangat beruntung punya teman kaya kamu Nat. Aku setuju kita harus selalu berbagi dan selalu melindungi karena di sini kita bukan apa-apa, hanya sekedar menumpang hidup di tempat orang lain’’ Ucap Layla sambil tersenyum.
‘’Iya La, sama-sama’’ Sahut Natali.
Selesai makan mereka berdua masih mengobrol, Natali melihat jam di ponselnya, ‘’sepertinya jam istirahat udah selesai, kita balik ke dalam dulu yuk’’ Ajak Natali sembari bangkit dari duduknya.
Mereka berjalan menuju ke pantry dan kembali bekerja ke tempat masing-masing.
‘’Layla kamu antar kopi ini ke ruangan CEO sekarang juga’’ Perintah dari kepala OG.
‘’Saya kak?’’ Tanya Layla sambil menoleh.
‘’Kamu tuli apa gimana sih, di sini yang namanya Layla itu Cuma kamu, dasar telmi’’ Kata kak Rani dengan ketusnya.
‘’Ba..baik kak’’ Jawab Layla sambil menundukkan kepalanya.
Layla berjalan ke lantai atas dimana ruangan sang CEO itu berada sambil membawa minuman yang diberikan oleh kak Rani.
Sebelum mengetok pintu, Layla mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan serta mengatur degup jantungnya.
__ADS_1
‘’Bismillah semoga CEO nya tidak galak dan ketus’’ Ucap Layla lirih lalu ia melangkah dan hendak mengetok pintu. Ia mendengar pembicaraan dari dalam ruangan CEO itu.
‘’Kenapa kamu mau melakukan hal gila ini, mau sampai kapan?’’ Itu yang terdeengar di telinganya Layla.
‘’Setelah aku menemukan orang yang aku pilih, untuk sementara kamu yang urus semuanya’’ Kata salah satu dari mereka yang berada di dalam ruangan CEO itu.
‘’Hanya karena wanita kamu sampai melakukan hal ini’’ Balas yang satunya lagi.
‘’Entahlah, orang tuaku terus mendesak’’ Jawab satunya lagi.
Layla memberanikan diri untuk mengetok pintu CEO tersebut, ‘’tok tok tok’’
‘’Masuk’’ Suara dari dalam menyuruh Layla untuk masuk.
‘’Letakkan saja di meja’’ Jawab salah satu dari mereka.
Layla pun meletakkan kopi itu diatas meja tanpa berani menatap kedua laki-laki tersebut.
‘’Kalau begitu saya pamit keluar dulu ya pak’’ Ucap Layla sambil menata degup jantungnya.
‘’Tunggu. Kamu perempuan yang di restoran tadi kan?’’ Salah satu dari kedua laki-laki itu bertanya.
__ADS_1
‘’Jadi orang yang aku tabrak di restoran tadi CEO perusahaan ini’’ Gumam Layla dalam hatinya.
‘’Iya pak’’ Jawab Layla dan memberanikan diri untuk melihat orang tersebut.
‘’Nama kamu siapa?’’ Tanya orang itu.
‘’Nama saya Layla pak’’ Jawab Layla sambil tersenyum ramah.
‘’Cantik’’ Gumam Martis orang yang di tabrak oleh Layla.
‘’Apa pak?’’ Ucap Layla yang samar-samar mendengar ucapan Martis itu.
‘’Gak usah GR, tebar-tebar pesona segala’’ Kata Natan.
‘’Kamu? Kamu juga orang yang pernah aku tabrak waktu di restoran sebelah sana kan dan pernah menolongku juga dan tadi ketemu di pantry?’’ Tanya Layla yang belum tahu siapa nama penolong tersebut.
‘’Ngapain kamu lihatin aku terus kayak gitu?’’ Tanya Natan yang berpakaian biasa layaknya OB.
‘’Pede banget sih jadi orang, siapa juga yang lihatin kamu, emang kamu orang penting yang harus aku lihatin terus’’ Jawab Layla ikut ketus.
Natan di perusahaannya sendiri bekerja sebagai OB, Selain untuk memata-matai karyawannya barang kali ada yang berbuat curang atau korupsi ia juga mencari wanita yang tulus mencintainya tanpa memandang harta dan tahta.
__ADS_1
*BERSAMBUNG*