
Alu mengeluarkan segala kemampuannya, ia terus mengotak-atik laptop di depannya.
‘’Rupanya ada yang membantu kita Tuan, mereka telah menyebarkan virus di komputer musuh, sehingga data yang di curi belum sempet mereka simpan’’ Kata Alu.
‘’Siapa dia?’’ Tanya Martis penasaran.
‘’Saya gak tau Tuan karena dia memakai nama samaran dan sepertinya dia sangat ahli di bidang IT’’ penjelasan Alu.
‘’Aku sangat berterimakasih atas bantuan mereka sehingga perusahaan masih aman’’ Balas Martis sambil menghela nafas panjang.
‘’Tunggu Tuan, ada pesan dari nomor tidak di kenal’’ Ucap Alu lagi.
‘’Apa yang mereka katakan?’’ Tanya Martis.
( Kamu boleh menang, tapi tidak untuk anak kecil dan seorang gadis yang sekarang bersamaku )
‘’Layla, Nana’’ Ucap Natan kaget ketika Alu membacakan pesan mereka.
‘’Sial, ini hanya jebakan saja, tujuan mereka adalah untuk menculik Layla dan Nana’’ Ucap Natan geram.
Natan langsung berlari ke parkiran dan masuk kedalam mobil, ia melesat menuju ke taman kota dimana dia meninggalkan Layla dan Nana.
‘’Semoga mereka tidak apa-apa’’ Gumam Natan yang khawatir.
‘’Aku harus cepat sampai ke sana’’ Ucap lirih Natan.
Setelah sampai di taman, Natan langsung berlari mencari Layla dan Nana.
__ADS_1
‘’Layla!’’.
‘’Nana!’’
Natan berteriak memanggil mereka, ia melihat seorang ibu-ibu sedang menggandeng anaknya lalu Natan bertanya.
‘’Maaf bu, numpang tanya, apa Ibu melihat seorang gidis cantik berambut panjang dengan anak kecil?’’ Tanya Natan.
‘’Aku gak lihat mas’’ Jawab ibu itu sambil menggelengkan kepalanya.
‘’Beneran ibu gak lihat mereka?’’ Natan memastikan kembali.
‘’Benar mas, saya gak lihat’’ Jawab Ibu itu lagi.
‘’Terimakasih bu, saya permisi dulu’’ Balas Natan lalu pamit untuk mencari Layla dan Nana.
Natan menemukan capit rambutnya Layla yang terjatuh di dekat pohon besar lalu ia pergi ke pos satpam.
‘’Pak apakah ada cctv di taman ini?’’ Tanya Natan kepada satpam yang sedang berjaga.
‘’Ada pak, emang kenapa?’’ Jawab pak satpam dan balik bertanya.
Natan menjelaskan semuanya kepada satpam itu lalu satpam pun mengecek cctv dan Natan berdiri di samping satpam tersebut sambil memandang ke layar monitor.
‘’Yang itu pak, tolong di perbesar’’ Ucap Natan yang melihat Layla dan Nana di layar itu.
‘’Kurang ajar! Jadi benar Layla dan Nana di culik oleh mereka’’ Gumam Natan dalam hati ketika melihat Layla dan anak kecil itu di culik.
__ADS_1
Natan mengeluarkan ponselnya lalu memfoto mobil penculik itu.
‘’Terima kasih pak atas bantuannya’’ Ucap Natan lalu pergi ke tempat parkir dan masuk kedalam mobil.
Natan menyuruh Alu untuk melacak nomor mobil itu namun plat nomor itu palsu jadi Alu tidak bisa melacaknya.
‘’Sial, mereka sudah merencanakannya dengan sangat matang’’ Gerutu Natan sambil mengepalkan tangan.
‘’Kenapa aku bisa ceroboh membiarkan Layla dan Nana dalam bahaya, argh...’’ Gerutu Natan lagi sambil memukul setir mobil.
‘’Aku coba kerumah kosnya Layla’’ Ucap Natan dan langsung menjalankan mobilnya menuju ke rumah kos tersebut.
Lima belas menit kemudian lelaki itu sampai dirumah kos itu dan mengetok pintu ‘’tok tok tok’’.
Pintu di buka oleh Layla sambil menggandeng Nana.
‘’Layla, Nana’’ Natan langsung memeluk Layla, ia sangat senang karena mereka baik-baik saja.
‘’Natan’’ Ucap Layla dalam pelukan lelaki itu.
‘’Tolong jangan tinggalin aku, aku sangat khawatir kepada kalian’’ Ucap Natan sambil mengeratkan pelukannya.
‘’Nat, aku gak bisa nafas’’ Ucap Layla lalu Natan langsung melepaskan pelukannya.
‘’Maaf, aku reflex karena sangat khawatir kepada kalian’’ Ucap Natan yang merasa bersalah.
*BERSAMBUNG*
__ADS_1