Gairah Liar Office Girl Cantik

Gairah Liar Office Girl Cantik
Menjenguk


__ADS_3

Natan masih bersama sang nenek, ia sudah lama tidak mengunjunginya.


‘’Tadi aku di telfon oleh ART katanya nenek sedang sakit jadi aku langsung kesini’’ Balas Natan sambil memijat pelan kaki neneknya.


‘’Vertigo nenek kambuh sewaktu di mall tadi malam’’ Ucap sang nenek memberitahu kepada cucunya itu.


‘’Nenek harus banyak istirahat jangan kemana-mana dulu, kalau perlu nanti aku nginep disini’’ Kata Natan sambil memegang tangan neneknya yang sudah keriput.


‘’Nenek tidak apa-apa kok Nat, hanya perlu istirahat saja. Kalau pekerjaan kamu tidak banyak menginaplah disini temenin nenek’’ Ucap sang nenek sambil mengelus rambut cucunya.


‘’Baik nek’’ Jawab Natan sambil tersenyum.


‘’Tadi malam nenek di bantu oleh seorang gadis, menurut nenek dia gadis yang cantik, baik dan sopan santun, maukah kamu mencari gadis itu? Nenek sayang kepadanya tadi malam nenek lupa menanyakan nama gadis itu’’ Ucap nenek menyuruh Natan untuk mencari gadis tersebut.


‘’Gimana aku mau cari nek, nenek aja lupa menanyakan namanya’’ Balas Natan.


‘’Kamu tanya saja mengenai ciri-ciri gadis itu kepada sopir nenek’’ Sahut sang nenek.


‘’Nek, jaman sekarang jangan mudah percaya sama orang yang baru kita jumpai apalagi tidak tahu namanya, kita tidak tahu apa motif orang itu membantu nenek’’ Natan berkata memberikan pendapatnya.

__ADS_1


‘’Natan, kamu tahu nenek kan, nenek tidak akan pernah salah menilai orang, nenek yakin jika kamu sudah mengenalnya pasti kamu akan jatuh hati kepadanya’’ Ucap sang nenek sambil tersenyum.


‘’Cukup nek, jangan bahas itu dulu, istirahatlah nek biar cepat sembuh’’ Ucap Natan yang tidak mau peduli apa perkataan neneknya.


‘’Tapi kamu mau kan penuhi permintaan nenek?’’ Tanya nenek selidik.


‘’Hmmm, entahlah nek’’ Hanya kata itu yang terucap dari mulutnya Natan.


Natan keluar dari kamar neneknya dan menemui sopir pribadinya sang nenek.


‘’Zak, kamu cari tahu siapa gadis yang telah membantu nenek, pastikan dia bukan orang suruhan musuh’’ Kata Natan kepada sopir pribadinya nenek.


‘’Nek, bukannya aku tidak mau menuruti kemauan nenek. Tapi aku harus tetap hati-hati untuk mempercayai orang’’ Gumam Natan dalam hatinya.


Natan berjalan ke ruang kerja yang ada di rumah sang nenek, tempat itu biasa digunakan Natan sewaktu menginap.


‘’Hallo tuan, saya sudah tahu siapa gadis itu dan data mengenai gadis yang telah menolong nyonya sudah aku kirim lewat emailnya tuan dan gadis itu juga bekerja di perusahaannya tuan’’ Ucapan pak Zaki dalam sambungan telefon.


‘’Cepat juga kerjamu, apakah dia bersangkutan dengan musuh perusahaan?’’ Balas Natan di sambungan telefon.

__ADS_1


‘’Tidak tuan, saya bisa pastikan kalau dia bukan dipihak musuh, dia hanya kebetulan melihat nyonya dan menolongnya’’ Jawab pak Zaki di seberang telefon.


‘’Ya sudah kamu lanjut kerja lagi’’ Ucap Natan.


‘’Baik tuan’’ jawab pak Zaki.


Sambungan telefon pun terputus, Natan mulai membuka emailnya.


‘’Baguslah kalau gadis itu memang bekerja di perusahaanku jadi aku bisa terus mengawasinya’’ Gumam Natan sambil membuka laptopnya lalu melihat pesan di email.


‘’Nur Layla’’ Ucapnya lirih.


‘’Kenapa nama itu mengingatkan aku dengan gadis yang menyebalkan itu’’ Gerutu Natan sambil mengacak-acak rambutnya.


Sedangkan di sebuah cafe Layla dan Natali duduk sambil menunggu pesanannya datang.


‘’Bukannya itu pak Martis, siapa wanita yang bersamanya? Apa dia pacarnya? Cantik banget wanita itu’’ Gumam layla yang melihat pak Martis sedang duduk bersama seorang wanita.


‘’Hei, kenapa bengong’’ Ucap Natali sambil menepuk lengan temannya itu.

__ADS_1


*BERSAMBUNG*


__ADS_2