Gairah Liar Office Girl Cantik

Gairah Liar Office Girl Cantik
Bekerja sama


__ADS_3

Sore harinya layla membonceng Natan untuk pulang, tanpa mereka sadari Suntoro mengikuti dari belakang menggunakan mobilnya, dua puluh menit kemudian Layla dan Natan sampai di kosan.


Sedangkan Suntoro berada di seberang jalan sambil mengawasi rumah kos tersebut. ( rupanya di sini Layla ngekos ) ucap Suntoro dari dalam mobil.


‘’Aku harus mendapatkan Layla apa pun caranya’’ Ucap lelaki itu sambil memukul setir mobilnya.


‘’Prok prok prok..baguslah kalau kamu menyukai wanita itu’’ suara seorang wanita dari samping mobilnya Suntoro sambil bertepuk tangan. Suntoro langsung menoleh dan melihat wanita tersebut.


‘’Siapa kamu?’’ Tanya lelaki itu penasaran.


‘’Aku Melisa, kita bisa saling bekerja sama untuk mendapatkan apa yang kita inginkan’’ Jawab wanita itu.


‘’Maksud kamu?’’ Suntoro bertanya lagi karena belum tau apa maksud wanita tersebut.


‘’Ikuti mobilku’’ Balas Melisa lalu berjalan masuk kedalam mobilnya.


Suntoro mengikuti kemana mobilnya Melisa melaju. Di sebuah cafe mereka berhenti dan masuk kedalam cafe tersebut, mereka duduk sambil minum jus.


‘’Apa maksud kamu menyuruhku kesini?’’ Tanya Suntoro masih penasaran.


‘’Kamu suka wanita yang bernama Layla itu kan?’’ Melisa malah bertanya sambil tersenyum.


‘’Iya betul, terus apa hubungannya denganmu?’’ Jawab Suntoro dan balik bertanya.

__ADS_1


‘’Aku suka lelakinya yang sekarang menjadi pacarnya Layla, aku harap kita bisa saling bekerja sama’’ Ucap Melisa tersenyum sinis.


‘’Oke aku setuju’’ Balas Suntoro ikut tersenyum.


‘’Berapa nomor ponselmu?’’ Melisa meminta nomor ponselnya lelaki itu.


Suntoro memberikan nomor ponselnya agar komunikasi mereka lancar untuk menjalankan rencana licik terhadap Layla dan Natan. Melisa mengutarakan rencananya kepada Suntoro.


‘’Kita akan sama-sama untung dan mendapatkan orang yang kita inginkan’’ Ucap Melisa sambil tersenyum.


‘’Oke, aku ikuti rencanamu’’ Sahut Suntoro sambil tersenyum juga.


Sedangkan Natan duduk di ruang tamu bersama layla sambil mengobrol dan sesekali bercanda. ‘’gimana kabarnya nenek dan Nana?’’ tanya layla.


‘’Syukurlah, kapan kamu mengajakku kesana lagi? Aku kangen sama Nana dan nenek’’ Kata Layla manja.


‘’Nanti kalau libur aku akan mengajakmu kesana, senyum dong’’ Jawab Natan sambil menjawil dagu kekasihnya.


Layla pun tersenyum manis, ‘’cup’’ tiba-tiba Natan langsung mencium bibir tipis yang indah milik Layla, ‘’Nataaan! Bilang dulu kalau mau cium jangan main nyosor aja’’ Kata Layla sambil memanyunkan bibirnya.


‘’Baiklah, Layla bolehkah aku mencium kamu?’’ Ucap Natan bertanya.


‘’Tadi kan udah’’ Jawab Layla.

__ADS_1


‘’Kalau tadi kan gak permisi, sekarang aku minta ijin sama kamu’’ Sahut Natan lalu memegang dagu wanita itu.


‘’Boleh ya..ya..’’ Ucap Natan sambil menatap wajah kekasihnya.


Layla menganggukkan kepalanya lalu perlahan matanya tertutup, mulut Natan langsung mendarat di bibir manis milik Layla sambil tangannya menarik tengkuk leher belakang wanita itu untuk memperdalam ciumannya.


Layla sedikit membuka mulut supaya lidah mereka bisa leluasa bermain menelusuri setiap sudut bibir dan berbagi lendir kenikmatan.


‘’Ekhmm..maaf, numpang lewat’’ Ucap Natali yang baru saja pulang dan langsung masuk.


Natan dan Layla langsung menghentikan kegiatan mereka yang sudah mulai panas. Layla merapihkan rambutnya dan menoleh kearah Natali.


‘’Eh, kamu baru pulang’’ Sapa Layla sedikit malu.


‘’Iya La, aku masuk dulu’’ Jawab Natali dan langsung berjalan masuk kedalam kamarnya karena tak ingin mengganggu kegiatan mereka berdua.


‘’Kamu sih, aku jadi malu sama Natali’’ Ucap Layla sambil memukul lengannya Natan namun pelan.


‘’Biarin, kalau dia mau boleh gabung kesini biar sekalian aku ci...’’ ucap Natan yang belum selesai.


‘’Plak! Bilang apa tadi?’’ Layla langsung menampar pipinya Natan.


‘’Auwh..maaf La, Cuma becanda kok’’ Sahut Natan sambil memegang pipinya dan meringis.

__ADS_1


*BERSAMBUNG*


__ADS_2