Gairah Liar Office Girl Cantik

Gairah Liar Office Girl Cantik
Penolongku


__ADS_3

Natan masih berada di kantor dengan laptopnya karena banyak yang harus dikerjakan, asisten pribadinya pun menghampiri.


‘’Bos, kenapa belum pulang’’ Ucap asisiten itu.


‘’Bentar lagi, ini tinggal sedikit’’ Jawab Natan tanpa menoleh kepada asistennya.


‘’Ya sudah aku tinggal dulu’’ Sahut asisten tersebut dan pergi meninggalkan ruangan itu.


Tak lama kemudian Natan menutup laptopnya serta membereskan berkas-berkas penting dan menaruhnya di dalam lemari.


Sedangkan Layla masih terus menghindar dari kedua preman yang masih mengganggunya, ia semakin cepat melangkahkan kakinya.


‘’Ayolah neng, kita bersenang-senang dulu’’ Ucap salah satu preman itu sambil terus mengikuti langkah Layla.


‘’Aku harus berlari supaya terhindar dari preman itu’’ Gumam Layla dalam hatinya, dengan cepat ia berlari supaya menjauh dari kejaran preman itu.


Kedua preman pun ikut berlari mengejar Layla, ‘’ayo kita kejar’’ ucapnya kepada teman yang satunya. Mereka terus mengejar Laya sampai di gang yang sepi.


‘’Mau kemana kamu cantik, ayolah kita bersenang-senang dulu’’ Ucap preman itu sambil menarik tangan Layla


‘’Lepaskan! Aku mau pulang tolong lepaskan tanganku?!’’ Kata Layla berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman preman itu.


‘’Eits...jangan -galak dong cantik, ayo ikut kami’’ Ucap preman itu dan memanggul tubuh Layla.

__ADS_1


‘’Tolong...tolong!!’’ Layla berteriak meminta pertolongan sambil tangannya memukul-mukul punggung preman itu.


‘’Jangan berteriak cantik, disini gak ada yang mau menolongmu, diamlah!’’ Kata preman itu.


‘’Tolong...tolong...tolong!!’’ Teriak Layla lagi meminta pertolongan.


‘’Lepaskan dia!!’’ Suara dari balik tikungan berhasil membuat kedua preman itu menghentikan langkahnya.


‘’Hei, siapa kamu? Jangan ikut campur lu?!’’ Jawab preman itu yang melihat sosok laki-laki berjalan dari balik tikungan tersebut.


‘’Aku bilang lepaskan!!’’ Ucap laki-laki itu dengan nada membentak.


‘’Bangsat! Berani membentak gue, Jon hajar dia’’ Kata preman itu dan menyuruh temannya untuk menghajar laki-laki tersebut.


‘’Plak..plak..'’ Terjadilah perkelahian.


‘’Dugh..plak..wushh.’’ Keduanya saling menyerang dan beradu pukulan.


‘’Bugh..wush..brakhh...’’ Laki-laki itu menyerang dan berhasil menjatuhkan preman itu.


‘’Cuma segitu kemampuan lu?’’ Ucap laki-laki itu kepada preman yang terjatuh.


‘’Kurang ajar, Hiatz..plak bugh’’ Preman itu langsung bangkit dan menyerang lagi.

__ADS_1


Laki-laki itu menghindar dan menangkis serangan dari preman, ‘’plak sret..’’ Laki-laki itu salto kebelakang beberapa kali lalu meloncat, ‘’hiatz..wush..dugh..brakhh..’’ Pukulan dan tendangan berhasil mengenai preman itu.


‘’Bugh..brakh...’’ Laki-laki itu terus menyerang bertubi-tubi dengan pukulan dan tendangan membuat preman itu terjatuh pingsan.


‘’Kurang ajar!!’’ Kata preman yang masih memanggul Layla.


‘’Temanmu sudah tepar, sekarang giliran lu?’’ Kata laki-laki tersebut.


‘’Bangsat!!’’ Ucap preman itu dan melepaskan Layla.


‘’Hiatz..wush..srets...plak’’ Preman itu menyerang laki-laki tersebut secara membabi buta, ‘’wush...’’


Layla yang melihat perkelahian itu, ia bersembunyi di tempat yang aman sambil mengamati kedua orang yang sedang beradu pukulan, Layla paham dengan laki-laki yang menolongnya tapi ia belum tahu siapa nama laki-laki tersebut.


‘’Semoga dia gak kenapa-napa, syukurlah dia datang tepat waktu’’ Gumam Layla dalam hatinya mendoakan laki-laki tersebut.


Layla terus mengamati perkelahian kedua orang itu di balik drum-drum yang ada di gang tersebut dan terus mendoakan orang yang telah menolongnya.


‘’Bugh..plak..wush..sret..dugh..’’ Perkelahian masih terus berlanjut, Preman itu semakin geram karena laki-laki itu belum bisa ia kalahkan.


Sang preman mengambil sebalok kayu dan menyerang laki-laki itu dengan ganasnya.


Laki-laki itu menghindari serangan dari preman itu sambil mencari celah untuk melumpuhkan lawannya, ‘’srett’’ sesekali laki-laki itu salto kebelakang.

__ADS_1


*BERSAMBUNG*


__ADS_2