Gairah Sang Kakak Ipar

Gairah Sang Kakak Ipar
Ep 37


__ADS_3

Jeritan Mina melengking memenuhi seluruh sudut kamar begitu milik Foster melesat masuk ke dalam celahnya yang sempit dan rapat. Gadis itu meremas spray dengan kuat, memejamkan matanya menahan rasa sakit dan perih yang menghujaninya ketika Foster berusaha menyatu dengannya. Belum berhasil masuk semua, tapi rasanya sangat perih.


"Hemm ..." Foster mengerang tertahan.


Astaga, sempit sekali. Ia kesulitan masuk, milik Mina meremas miliknya dengan begitu kuat, rasanya sangat nikmat.


"Tahan sebentar, aku tahu ini pertama kali bagimu. Aku akan pelan-pelan." gumam Foster berusaha menenangkan Mina yang terlihat gelisah.


"Sakit kak ..." rintih Mina. Wajahnya memelas seolah berharap Foster berhenti saja. Tapi jangan harap. Foster tidak mungkin berhenti. Susah payah dirinya sampai ke tahap ini dan berhenti begitu saja? Tidak akan.


Pria itu berhenti bergerak dan mengecup lembut dahi Mina. Lalu mulutnya turun ke mata, hidung, pipi, dan bibir, mengecupnya dengan penuh sayang. Mina menikmati ciuman lembut pria itu. Foster menautkan jemari-jemari mereka. Ketika Mina menikmati ciumannya, kesempatan itu ia pakai untuk kembali memasuki gadis itu. Dengan sekali sentak kejantanannya masuk memenuhi lubang kenikmatan Mina.


"Aahhkkk ..." teriak Mina terkesiap. Sakit sekali. Ia merasa ada sesuatu yang robek di dalam tubuhnya. Kak Foster berhasil mengambil keperawanannya. Sekuat tenaga ia mendorong tubuh Foster tapi sia-sia. Tenaganya tidak kuat.


"Sakitnya akan segera hilang, kau akan menikmatinya. Aku berjanji." ucap pria itu serak. Mina tidak berdaya. Mudah-mudahan ucapan laki-laki itu benar.


Dengan lembut Foster mulai menggerakkan tubuhnya. Seperti kata pria itu, awalnya memang sakit tetapi kemudian mulai terasa nyaman. Tiap kalipria itu bergerak maju mundur, Mina mulai bisa menikmati setiap gerakan kakak iparnya yang bergerak sensual di dalam kewanitaannya. Sekujur tubuhnya bergetar, ia mengerang sambil berpegangan pada tubuh Foster.


"Uhm ... ahh ..." rintihan seksinya membuat Foster makin bergairah.


Semula pria itu bergerak dengan lembut, dan ritme yang pelan, sangat berhati-hati. Tetap ketika merasakan tubuh Mina mulai merespon dengan napas terengah, dan erangan pelan, Foster mulai bergerak cepat.


"Aku akan sedikit kasar," gumamnya mengecup pundak telanjang Mina, tangannya yang bebas bermain di put i ng gadis itu, memelintir dengan gerakan menggoda. Dan dibawah sana, ia bergerak makin cepat.


"Ahh ... ahh ..." desa han demi des ahan terus menerus keluar dari mulut Mina. Rasanya luar biasa hebat, melebihi tangan dan mulut Foster yang pernah mencicipinya. Ia merasa seakan terbang tinggi.


Selama proses itu gerakan Foster makin liar. Belum pernah ia bercinta dengan wanita sampai bergairah sekali seperti ini. Belum pernah ia merasakan jantungnya berdegup sangat kencang saat sedang bercinta. Mina adalah perempuan pertama yang berhasil membuatnya seperti orang gila di atas ranjang.

__ADS_1


"Hhmmph ..." pria itu mengerang keras, terus bergerak di dalam Mina. Oh, sungguh nikmat. Tubuh Mina sudah menjadi candu baginya. Ia tidak akan membaginya dengan siapapun.


Tubuh mereka berdua berkeringat, di atas ranjang berspray abu-abu tua yang sekarang sudah acak-acakan. Foster terus memompa Mina, makin cepat, kasar tapi tidak menyakiti gadisnya. Membawa keduanya menuju ke puncak gairah masing-masing.


Dan ketika puncak itu hampir tiba, Foster membimbing Mina, membawanya mencapai orgas me yang luar biasa itu.


"Ahh ... kak ... F ... Foster ..."


"Iya sayang, panggil namaku,"


"Aku ... Aku ..." mulut Mina terbuka lebar. Ia akan segera keluar.


"Mmph ... Sshh ..." erangan kuat Mina menandakan gadis itu sudah mencapai pelepasannya.


Foster merasakan tubuh Mina mencengkeram miliknya dengan kuat di dalam, membuatnya tak tahan lagi, hingga kemudian meledak di dalam tubuh Mina.


"Ohh ..." Foster mengerang keras,


kenikmatan itu begitu luar biasa, sehingga membuat tubuh mereka lemas. Foster berbaring menindih tubuh Mina, menikmati pelepasannya. Napas mereka berdua terengah-engah. Kepalanya masih dipenuhi kabut kenikmatan itu.


Luar biasa rasanya bercinta dengan orang yang dicintai. Orga s menya sungguh tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Foster membuka matanya dan tersenyum bahagia menatap Mina, yang lucunya masih malu-malu sampai sekarang. Pria itu gemas sekali ingin memasukinya lagi, tapi ia tahu Mina pasti sudah lelah.


Ini adalah pertama kali bagi gadis itu. Ia tidak mau menyakiti Mina, karena ia tahu dirinya sangat buas di atas ranjang. Mina belum mampu mengimbanginya sekarang. Pria itu


mengecup telinga Mina yang ada di depannya,


"Bagaimana, kau puas?"

__ADS_1


Mina masih berusaha mengatur napasnya agar normal kembali. Apakah dia puas? Tentu saja.


Kakak iparnya telah memberikan orgasme yang paling nikmat kepadanya. Ia sangat puas. Tapi ia tidak menjawab Foster, tentu karena dia malu.


"Karena ini pengalaman pertama bagimu, cukup sekali ronde dulu. Saat kau sudah mulai terbiasa, kau harus siap-siap melakukannya semalaman suntuk denganku." Mata Mina melebar.


Apa kata pria itu? Semalaman suntuk? Tidak sampai sejam saja mereka bercinta tadi, ia sudah kehabisan tenaga, apalagi semalaman suntuk. Astaga, sepertinya ia tidak akan sanggup. Apalagi laki-laki ini sangat buas.


"Mina, bicaralah." pria itu bergumam lagi. Dari tadi dirinya yang bicara terus, sementara gadis itu tak mengeluarkan kalimat apapun selain ******* dan erangan karena kenikmatan. Mina masih tidak bicara.


"Apa di sini masih sakit?" Foster kembali mengusap area int im Mina lembut. Mina menahan napas.


"Stop kak, a ... Aku udah nggak kuat lagi kalau kak Foster masih mau main." kata Mina menahan tangan Foster. Takut pria itu akan kembali bermain di dalamnya dengan tangan kekar itu.


Foster terkekeh.


"Jangan khawatir, aku tahu. Kau baru saja memberikan keperawanan-mu padaku. Pasti itu mu masih ngilu. Kita akan melakukan lagi nanti, sampai kau terbiasa dengan milikku." ujar Foster lalu memegangi miliknya yang masih berdiri tegak. Ia bangga melihat benda itu. Ia yakin banyak wanita menyukainya. Tapi ia hanya akan memberikannya ke Mina. Ia tidak ada minat lagi pada para wanita itu, karena hanya Mina yang ada dalam benaknya sekarang ini.


"Kau mau kemana?" pria itu memandangi Mina yang bangkit dari tempat tidur mengenakan selimut menutupi tubuh polosnya.


"Mandi." jawab gadis itu. Badannya sudah lengket semua.


Foster tertawa pelan.


"Kenapa ditutup, kan aku sudah lihat semuanya. Bahkan sudah mencicipinya."


"Terserah aku!" balas Mina sebelum menghilang masuk ke dalam kamar mandi. Foster tersenyum lebar.

__ADS_1


"Astaga, dia pemalu sekali. Bikin gemas."


__ADS_2