
"Aku sudah puasa lebih dari seminggu sweety, aku tidak bisa menahannya lagi."
Tanpa aba-aba Foster me lu mat bibir Mina dengan kasar namun memabukkan, dia menggigit kecil bibir bawah Mina agar mulut gadis itu terbuka dan lidahnya bisa masuk mengabsen satu-persatu yang ada dalam rongga mulut Mina.
"Hmmph ..." Lidah Foster terus bermain dalam mulut Mina dengan liar. Sedang Mina tidak mencoba melawan. Entah kenapa hari ini ia ingin memberikan dirinya dengan sukarela kepada laki-laki itu.
Kakak iparnya yang dingin bagaikan kutub di depan banyak orang, mesum kalau sedang berhadapan dengannya, tapi berhasil menarik dirinya untuk jatuh ke dalam permainan gila laki-laki itu.
Bibir Mina ikut bergerak, membalas setiap ciuman Foster. Tidak diam lagi seperti biasanya. Gadis itu mulai berani. Lidah mereka saling beradu sampai akhirnya Foster berhenti sesaat dan menatap Mina dengan senyuman puas.
"Kau sudah mulai nakal, nona kecil." gumam Foster. Ia senang Mina tidak menolaknya, bahkan mulai membalas ciuman panasnya. Tak butuh waktu lama Foster kembali mencium gadis itu.
Cahaya remang-remang dikamarnya sangat mendukung aksi mereka. Wangi khas Mina begitu memabukkan hingga Foster semakin bergairah. Ia rasa dirinya akan terus bergairah kalau berdekatan dengan Mina.
Foster berpindah menggigit kecil leher putih Mina membuat perempuan itu menengadah ke atas dengan mata terpejam sambil ¹menggigit bibirnya bawahnya menahan sesuatu yang akan keluar dari pita suaranya.
Foster bermain-main menggigit leher itu sehingga berwarna keunguan, tidak lupa meniupnya pelan dan sesekali mengecupnya, membuat Mina tidak tahan lagi mengeluarkan suara dengan apa yang sudah Foster lakukan padanya.
"Ayo men de sahlah untukku, aku suka suaramu ..." gumam Foster parau. Lalu pria itu berbaring di ranjang dengan Mina yang duduk di atasnya. Matanya berkabut penuh gairah, ia ingin gadis itu memanjakannya. Membelai seluruh tubuhnya dengan gerakan yang sensual.
"Sentuh aku, gigit aku ..." gumamnya serak. Tangannya ia taruh dibelakang kepala, untuk jadikan bantal.
Mina menatap pria itu dengan wajah polos. Dirasanya gundukan keras milik Foster menyentuh bagian bawah perut ratanya. Oh, ia ikut terangsang.
__ADS_1
"Gigit?" gadis itu menatap Foster.
"Mm," tangan Foster meraih jemari Mina dan membimbingnya ke bagian-bagian tubuh yang ia ingin gadis itu mainkan.
"Di sini," Ia menyentuhkan jemari Mina di pu t ingnya,
"Di sini," kemudian turun ke pusarnya,
"Dan di sini," Terakhir ia menyentuhkan jemari Mina pada kem a luannya yang masih tertutup di balik handuk.
"Aku ingin kau merasakan seluruh tubuhku. Semua ini milikmu. Aku mengizinkanmu bermain sesuka hatimu. Hanya kamu yang boleh menyentuhnya, sungguh." gumam pria itu lalu menyentuh wajah Mina lembut.
Mina tersipu malu. Ada kebahagiaan yang ia rasakan dalam lubuk hatinya begitu mendengar setiap kalimat yang keluar dari mulut kakak iparnya. Mina merasakan ketulusan, ia dapat merasakan kak Foster benar-benar tulus mengucapkan kalimat itu.
Baiklah. Mina mengambil keputusan kalau hari ini ia akan jadi sedikit nakal. Ia akan membuat lelaki dibawanya ini puas.
Walaupun belum cukup berpengalaman, tapi ia sudah dewasa untuk tahu titik-titik para lelaki yang bisa membuat mereka makin terangsang. Ester dan Dira pernah membahas bagaimana cara mereka memanjakan pria di atas ranjang. Dan Mina ingin memanjakan kakak iparnya hari ini. Mudah-mudahan pria itu suka dengan setiap gerakan yang akan dia berikan nanti.
Wajahnya merendah dan dalam satu sentakan mulutnya meng ulum p u ting Foster, menghisapnya dengan rakus seperti yang pernah dilakukan Foster padanya. Sebelah tangannya tidak tinggal diam memainkan put i ng kanan pria itu dengan gerakan naik turun pada jari telunjuknya.
"Mnghh ... nghh ..." Foster mengerang kuat. Ia tidak menyangka Mina akan seliar ini, tapi dia suka. Dia suka dengan gigitan-gigitan kecil gadis itu yang membuatnya makin terangsang. Tangannya menyentuh kepala Mina, memegangi rambut gadis itu yang berjatuhan di depan wajahnya.
"Aku suka gerakan nakalmu sweety, kau sangat nakal ... mmmph ..." ucapnya di sela de s ahan kenikmatan yang membanjiri dirinya.
__ADS_1
Mina menghentikan permainannya di dada pria itu, kemudian melepaskan handuk putih yang masih melilit di pinggang Foster, lalu berdiri di atas pria itu, melucuti satu persatu pakaiannya hingga mereka tel*njang bersama. Foster tersenyum bangga melihat tubuh polos wanitanya. Tubuh itu miliknya. Hanya miliknya. Jangan harap yang lain bisa menyentuh tubuh itu.
"Kau indah," gumamnya.
Mina kembali duduk di paha pria itu. Matanya memandangi benda besar yang sudah berdiri menjulang di depannya menunggu di jamah. Lalu ia meraih benda lunak tersebut dengan tangannya dan tanpa aba-aba mengulumnya dengan rakus, memberi gigitan-gigitan liar
"Aghkk ... Hmm ..." pekik Foster kuat. Serangan tiba-tiba Mina membuatnya kenikmatan. Mulutnya membuka dan pria itu tidak berhenti-berhenti mendes ah.
Kedua tangan Foster merengkuh kepala Mina agar miliknya masuk lebih dalam di mulutnya. Erangan merdu Foster membuat Mina bermain semakin liar. Ia mengeluarkan milik Foster dari dalam mulutnya diganti dengan tangannya yang bergerak naik turun dengan gerakan cepat mengocok milik Foster.
Foster membusungkan dada dengan mulut terbuka. Ia hampir mencapai puncaknya.
"Lebih cepat ... ahh ... Mina ... Mmphh ..." cairan kental milik pria itu muncrat keluar saat ia mendapat pelepasannya. Luar biasa hebat rasanya. Bercinta dengan wanita yang dicintai memang beda, rasanya sangat berbeda. Ia ingin melakukannya berkali-kali.
Mina puas melihat raut kenikmatan Foster. Astaga, ia tidak percaya akan jadi senakal ini. Tidak apa-apa, asalkan kakak iparnya puas.
"Sekarang giliranku," bisik Foster terengah, lalu mengganti posisinya hingga Mina berpindah menjadi dibawanya.
Jemari Foster turun menyentuh pusat tubuh Mina yang sudah sangat basah, memainkan lidahnya dari dada sampai ke bawah perutnya. Pria itu mencengkeram lebar kedua paha Mina hingga menampakan surga milik gadis itu yang teramat indah.
Dia sudah tidak tahan untuk memasukinya.
"Ronde selanjutnya sweety," ujar Foster sambil menggesekkan batang kem*luannya pada milik Mina.
__ADS_1
"Ughh ..." pekik Mina ketika Foster masuk ke dalam tubuhnya.