
Ternyata Foster tidak bodoh. Ketika terbangun dari tidurnya sehabis bercinta dengan istrinya, ia menyadari sesuatu. Dari bawah nakas tersembunyi sebuah cctv sialan itu. Lelaki itu bangun dan langsung merusak benda sial itu.
Berani-beraninya mereka menaruh cctv di kamar private dengan harga tinggi seperti ini. Otak Foster berpikir keras. Siapa yang berani melakukan tindakan jahat itu? Sepertinya tidak mungkin kalau pihak kapal. Dia tahu kapal yang dia sewa ini adalah kapal pesiar terbaik yang menjamin keamanan dan kenyamanan pelanggan mereka.
Apakah ada mata-mata yang sengaja mengikutinya dan Mina? Tapi siapa? Musuhnya. Foster tidak punya musuh, kecuali orang-orang yang ingin menjatuhkannya. Tapi bukankah wajar ia bercinta dengan istrinya sendiri? Kalau mereka sengaja di rekam saat belum menikah, itulah yang akan mendapat keuntungan besar dari sih perekam untuk menjatuhkan seorang laki-laki seperti Foster. Tapi sekarang ia sudah menikah.
"Kak Foster kenapa bangun?" mata Mina terbuka begitu menyadari suaminya tidak ada disampingnya. Lelaki itu sedang berdiri di dekat sofa bagian kiri kamar sambil matanya menghadap sana-sini seperti mencari sesuatu. Pria itu sudah mengenakan piyama tidurnya, sedang Mina masih polos. Tindakan pria itu membangkitkan rasa penasaran Mina hingga wanita itu memilih bangun.
Foster yang menyadari Mina sudah bangun melangkah cepat naik ke ranjang dan menutupi aurat istrinya yang terekspos jelas. Foster menutupinya dengan selimut tebal. Ia memang sudah merusak cctv yang tersembunyi di bawah nakas, tapi bisa saja benda tersebut masih ada di area yang lain.
Sialan, tunggu saja sampai dia menemukan orang itu. Foster marah sekali. Ia merasa sangat bodoh karena tidak menyadari ketika dirinya sedang main dengan Mina tadi. Siapa juga yang akan berpikir sampai ke sana di saat dipenuhi napsu yang membara untuk bersetubuh dengan istrinya? Tubuh polos Mina pasti sudah dilihat oleh sih pemasang cctv.
"Kenapa?" Mina bertanya dengan wajah bingungnya.
"Ada yang sengaja memasang cctv." jawab Foster langsung. Mina terkejut.
"Cctv?" ia menatap Foster dengan tatapan kaget. Suaminya mengangguk, kedua tangannya setia memegangi bahunya. Matanya kembali mengitari segala sudut kamar.
"Berarti saat aku dan kak Foster main tadi, kita berdua sedang direkam? Mereka nonton kita yang sedang ..." kali ini suara Mina terdengar khawatir, dan Foster yang menyadarinya berusaha menenangkan.
__ADS_1
"Sssttt ... tenanglah. Jangan memikirkan itu. Kamu sedang mengandung, nanti pengaruh ke bayi kita. Aku janji akan menemukan penjahat gila itu." ucap Foster membawa Mina ke pelukannya, menenangkannya, memberinya rasa aman dan membuatnya nyaman sambil mengusap-usap punggung belakangnya. Sungguh, orang gila itu tidak akan lolos dari tangannya kalau sampai dia temukan.
Setelah memastikan tidak ada lagi alat pemantau di kamar tersebut, Foster dan Mina mandi dan ganti baju. Mina ingin ganti kamar, ia merasa trauma berada di kamar yang mereka tempati ini. Foster setuju.
Pria itu pun melapor ke pihak kapal tentang apa yang mereka alami. Seperti dugaannya, dari pihak kapal sendiri kaget bukan main. Mereka terus-terusan meminta maaf ke Foster dan Mina. Apalagi Foster adalah salah satu pelanggan VVIP, penyewa yang sangat penting. Pihak kapal berjanji akan bekerja sama dengan Foster mencari tahu siapa yang dengan sengaja berbuat jahat di kapal. Perbuatan yang tidak senonoh. Ketua tim di kapal tersebut langsung bergerak memeriksa semua pekerja. Mereka juga memeriksa semua kamar penyewa, tapi tidak ditemukan ada cctv. Hanya di kamar Foster dan Mina. Artinya orang itu memang menargetkan pasangan itu.
Karena kejadian itu Mina selalu kepikiran dan khawatir. Dan Foster terus berusaha keras menenangkan sang istri. Bulan madu mereka betul-betul di rusak oleh orang gila tersebut.
"Sweety, tenanglah. Aku sudah bilang kan kalau kamu khawatir terus akan berpengaruh pada bayi kita." Foster terus memeluk Mina yang tidak mau lepas darinya. Dari tadi wanita itu terus lengket padanya. Rahang Foster mengeras, ia harus segera menemukan pelaku itu.
"Tapi gimana kalau video aku dan kak Foster lagi main di sebar? Gimana kalau sampai dilihat banyak orang? Aku takut kak," ujar Mina.
"Tapi susah kak, aku tetap kepikiran terus." tutur Mina.
"Mau main sekali lagi? Mungkin setelah main kamu jadi lupa tentang kejadian buruk itu." tawar Foster. Mina memukuli dada pria itu pelan.
"Mana ada kayak gitu. Bilang aja kak Foster yang mau." katanya. Foster tertawa pelan. Padahal dia benar-benar murni berpikir kalau mereka main lagi Mina akan berhenti memikirkan hal-hal buruk. Tapi sepertinya pancingannya sedikit membantu.
Ah, Foster tahu. Dia harus banyak menggoda istrinya supaya pikiran-pikiran buruk yang berkelabat di otak wanita itu hilang.
__ADS_1
Jadi sepanjang malam Foster tak berhenti-berhento menggoda Mina, ia juga memesan beberapa permainan yang di sediakan di kapal pesiar. Sepanjang malam itu mereka berusaha melupakan kejadian yang menimpa mereka dengan berbincang-bincang seru, saling menggoda, dan bermain permainan bersama, sampai akhirnya keduanya kelelahan dan tertidur.
____________
Pagi harinya, begitu habis sarapan di restoran mewah kapal tersebut, dari pihak kapal mendatangi Foster dan Mina. Mereka membahas soal kejadian cctv yang di pasang diam-diam.
"Kami sudah memeriksa semua cctv kami, dan ada seseorang yang terekam masuk diam-diam ke kamar yang anda sewa tuan. Lihat ini."
Petugas yang bicara tadi memperlihatkan rekaman cctv ke Foster dan Mina. Benar kata mereka. Ada yang masuk dan penampilannya sangat mencurigakan. Tapi wajah orang itu tidak kelihatan karena ia sengaja memakai cadar. Hanya matanya yang keliatan. Entah itu laki-laki atau perempuan, tidak ketahuan. Tapi dari badannya sih seperti badan seorang perempuan.
"Pihak kami juga sudah berusaha mencari tahu apakah pelaku ini masih ada di kapal atau tidak. Sayangnya cctv juga merekam ini."
Petugas itu kembali memperlihatkan rekaman video yang lain. Di mana orang bercadar tersebut turun kapal di jam tiga sore kemarin. Artinya, ia turun sebelum kapal tersebut berangkat. Jadi bisa dipastikan orang itu sudah tidak berada di sini lagi.
"Brengsek!" maki Foster emosi. Ia tidak bisa berbuat apa-apa sekarang. Giliran Mina yang sudah jauh lebih tenang yang berusaha meredam amarah suaminya. Perempuan itu mengusap-usap punggung belakang Foster.
Foster menatap sih petugas.
"Bisa kirimkan video itu padaku? Aku akan menyewa tim profesional melacak dan menemukan orang itu." katanya. Petugas kapal tersebut mengangguk.
__ADS_1
Foster punya kenalan detektif hebat. Setahu dia, selama mata orang yang bercadar tersebut masih keliatan dengan jelas, mereka bisa melacaknya.