Gairah Sang Kakak Ipar

Gairah Sang Kakak Ipar
Ep 90


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu sejak pernikahan Foster dan Mina. Hubungan keduanya makin hari makin dekat. Ya, walau mereka juga tak lepas dari pertengkaran. Karena Foster yang makin posesif dan Mina yang hobi ngambek. Terlepas dari semuanya, itu adalah masalah-masalah biasa yang dihadapi oleh pasangan yang masih cukup baru tersebut.


Perut Mina makin membesar. Kehamilannya sudah memasuki bulan ke enam. Foster berencana akan membawa sang istri berbulan madu lagi ke New Zealand. Mereka akan mengunjungi banyak tempat wisata di sana. Pokoknya Foster akan memanjakan sang istri di tempat-tempat romantis kota indah tersebut.


Pagi hari yang mendung, hujan rintik-rintik turun di luar sana, membuat suasana pagi gelap dan temaram. Mina menarik selimutnya sampai ke pundak, merasa lelah dan mengantuk luar biasa. Lalu dia merasakan lengan itu melingkari pinggangnya, lengan yang kuat, memeluknya dengan posesif.


Mina mengerutkan kening, membuka matanya pelan dan menunduk melihat lengan itu, kesadarannya kembali ... Itu lengan suaminya.


Lengan Foster yang memeluknya bergerak, lelaki itu rupanya terbangun dan langsung mengecup pipi Mina dari belakang dengan lembut.


"Morning, sweety." bisiknya serak di telinga Mina. Istrinya berbalik menghadap sang suami dan balas tersenyum.


"Pagi juga suamiku sayang."


Foster lalu menariknya setengah ke dalam pelukannya dan menciuminya lagi. Hari ini ia ingin bermalas-malasan seharian, tidur dengan sang istri sambil memeluk wanita itu.


"Kamu pengen bulan madu lagi tidak? Kali ini aku akan membawamu ke New Zealand." ujar Foster sembari mengusap-usap punggung belakang Mina.


"Bulan madu pertama kita terlalu banyak masalah. Kali ini aku akan memastikan tidak ada mengganggu kita lagi. Dan aku akan memanjakanmu di sana. Mau kan?" ucap Foster lagi.


Mina mengangguk dengan senyum


lebarnya.


"Mau bangeet." serunya antusias.


"Kapan?" tanyanya bersemangat.


"Segera," gumamnya,


"Minggu depan."

__ADS_1


Mina tersenyum makin lebar,


"Ah, makin nggak sabar aku." seru Mina. Pikirannya sudah melayang kemana-mana. Mulai memikirkan apa saja yang akan ia lakukan di sana.


                                 


"Aku cinta kamu, setiap hari" Foster memeluk Mina lagi dan menggelitiknya setengah menggoda. Senang sekali melihat istrinya bahagia.


"Kak Foster!" Mina kegelian. Tapi Foster tidak berhenti. Ia menerima kecupan-kecupan sayang suaminya di seluruh wajahnya. Foster terus menciumi Mina kemudian menghirup aroma tubuh isterinya yang sangat ia suka. Yang sudah menjadi candunya.


"Aku tidak sabar menunggu kelahiran bayi kita." gumam pria itu.


Mina tertawa. Dia juga sama.


"Aku juga." Mina memperat pelukannya ke sang suami. Untuk hubungan yang mereka mulai dengan salah, Mina berharap akan berlangsung selamanya.


Ya. Mina dan Foster memulai hubungan dengan tidak wajar. Sampai ia hamil diluar nikah. Tapi dia yang awal berpikir Foster yang hanya main-main dengannya, ternyata mendapatkan pengakuan bahwa pria itu tulus mencintainya. Dia yang awalnya berpikir tidak akan jatuh cinta pada lelaki itu, malah berakhir dengan jatuh cinta padanya. Hidup memang tidak ada yang tahu. Mina menatap suaminya penuh cinta.


"Apalagi aku." balas Foster penuh perasaan.


"Kamu tahu kebahagiaan kamu adalah kebahagiaanku juga. Aku ingin menghabiskan seluruh sisa hidupku untuk membahagiakan kamu." lalu dikecupnya ujung hidung Mina.


Mina sangat bahagia sekarang, ia tahu kisah cintanya dengan Foster mungkin tidak akan mulus terus, masih akan ada tantangan yang akan mereka lewati kedepannya. Namun ia akan belajar untuk menjadi dewasa. Menjadi istri yang baik dan setia Hanya pada suaminya seorang.


Mina tersenyum membayangkan masa depannya, bersama suaminya dan anak-anak mereka nanti.


"Kak Foster,"


"Hm?


"Nanti ke New Zealand ajak seluruh keluarga juga nggak?"

__ADS_1


"Nggaklah, ngapain? Aku ingin bersenang-senang berdua. Lain kali saja sama mereka."


"Tapi aku sudah janji sama Mariam kalau keluar negeri pasti ajak dia."


"Nanti aja. Dia lagi sibuk kejar pria masa depannya yang belum pasti."


"Tapi aku nggak enak sama Mariam."


"Nggak usah dipikirin, ayo tidur lagi."


"Tapi ..."


"Kamu mau tidur atau pengen aku tidurin?"


"Kak Foster ih ..."


Foster terkekeh lalu menoel pipi Mina gemas.


"Tidurlah, tutup mata kamu."


                              TAMAT


Hai reader's 😇


Makasih banyak ya buat dukungan kalian semua. Cerita Foster dan Mina berakhir di sini. Aku rencananya pengen nerusin kisah Garra sama Mariam di cerita baru aku.


Siapa yang suka kisah mereka? Kebetulan aku juga senang nulis kisah mereka. Jangan lupa baca ya nanti🙏😉


Akhir kata, aku pamit dari cerita ini. Maafin segala kekuranganku sebagai penulis. Terimakasih buat vote, like, komentar kalian semua yang pastinya sangat memotivasi aku agar makin rajin nulis.


Sampai ketemu di cerita selanjutnya😇♥️♥️

__ADS_1


Tunggu pengumuman besok ya, kisah baru Garra dan Mariam bakalan secepatnya aku up. 👋👋👋


__ADS_2