Gairah Sang Kakak Ipar

Gairah Sang Kakak Ipar
Ep 39


__ADS_3

"Ren, apakah kau punya adik lain yang sama sepertinya? Aku ingin membawanya pulang ke rumah. Sepertinya aku butuh seorang adik lucu dan imut seperti ini sekarang." gurau Matthew.


Iren tertawa pelan.


"Sayang sekali, aku hanya punya seorang adik yang kebetulan sangat disayangi seluruh keluargaku. Kau tidak punya kesempatan." balas wanita itu. Mina ikut tertawa. Kak Matthew memang sangat tampan, tapi tidak seperti laki-laki tampan lainnya yang dingin kayak kak Foster. Kalau kak Matthew orangnya sangat hangat. Mina bisa langsung akrab dengannya.


"Kapan kau akan pulang?" Suara dingin yang tiba-tiba muncul dari balik pintu sukses membuat mereka semua terdiam.


Siapa lagi kalau bukan sih pemilik rumah. Pria yang berhasil mengambil keperawanan Mina kemarin. Kakak iparnya sendiri. Mina bisa lihat tatapan tajam Foster ke kak Matthew. Apa karena melihatnya tertawa lebar dan bercanda dengan pria itu? Tidak, tidak mungkin. Kak Matthew kan termasuk sahabat pria itu juga. Dan kak Foster belum tentu bercinta dengannya karena mencintai dia. Pasti lebih ke napsu. Mina tidak mau berharap banyak. Dia saja belum yakin dengan perasaannya sendiri.


"Ckckck, kau memang perusak suasana. Lihat, Mina jadi takut padamu." kata Matthew. Pandangan Foster beralih ke Mina. Gadis itu langsung membuang muka darinya. Takut-takut kalau kak Iren lihat ada yang berbeda dari tatapan keduanya dan jadi curiga.


"Ayo sarapan dulu." kata Iren. Sekarang memang sudah pukul tujuh, sudah waktunya sarapan. Matthew ingin membantu Mina turun dari kursi namun gerakan Foster lebih cepat. Mencegah laki-laki itu menyentuh miliknya. Foster mendekati Matthew sebentar, berbisik pelan ditelinganya.


"Kuperingatkan padamu, dia milikku seorang . Sekalipun kita sahabat, kau tidak boleh menyentuhnya." bisik Foster mempertegas. Matthew terkekeh.


Perasaan Foster ke adik Iren itu tampaknya memang sudah tidak ada obatnya lagi. Pria itu sudah dalam kondisi yang bucin akut, tergila-gila pada Mina, bahkan Matthew tersenyum pada gadis itu saja bisa salah di mata Foster.

__ADS_1


"Baiklah, baiklah. Aku mengerti maksudmu." kata Matthew. Tentu saja Mina tidak mengerti apa yang sedang kedua pria itu perbincangkan. Ia menatap Matthew tapi pria itu hanya mengangkat bahu acuh tak acuh.


Matthew lebih dulu melangkah mendekati meja makan, setelah itu Foster tanpa aba-aba mengangkat tubuh Mina dari kursi tinggi yang ia duduki tersebut. Mina hampir memekik saking kagetnya, tapi tertahan. Untung ia sadar cepat kalau kakaknya dan kak Matthew ada di meja makan. Kalau tidak, keduanya bisa memicu kecurigaan. Ia sama sekali tidak sadar bahwa sebenarnya dirinyalah yang sedang dibodohi oleh mereka semua. Iren dan Matthew memang sengaja pura-pura tidak melihat ke arah mereka.


Mina melotot ke Foster, kemudian memberi peringatan ke kakak iparnya untuk tidak berbuat macam-macam. Foster malah tersenyum menyeringai. Mina cepat-cepat melepaskan tangan Foster, ia memilih duduk disamping kak Iren.


"Kapan kau ke Hawaii?" tanya Iren menatap Matthew sambil mengunyah sepotong roti dimulutnya.


Matthew menghela napas,


"Coba saja dulu, bisa jadikan wanita itu adalah jodohmu." kata Iren lagi. Mina tidak begitu mengerti pembicaraan mereka apa, tapi ia bisa menangkap kalau sahabat kakak dan kakak iparnya itu dijodohkan dan ia tidak menyukai perjodohan itu.


"Mina, kalau suatu hari nanti kamu dijodohkan dengan laki-laki yang tidak kamu suka, bagaimana pendapatmu?" Matthew mengalihkan pembicaraan, sengaja bertanya ke Mina untuk memancing Foster. Ia malas cerita tentang kehidupannya. Lebih asyik melihat ekspresi Foster saat ia menanyakan pertanyaan tadi ke Mina. Lihat saja sekarang, Foster langsung menatapnya tajam. Tapi Matthew tidak peduli, ia makin tertantang menggoda pria itu.


Pandangan Matthew kembali fokus ke Mina yang tampak berpikir. Foster juga melirik gadis itu, menunggu jawabannya.


"Mm ... kalo ganteng banget kayak kak Matthew akan aku terima." jawab Mina tanpa pikir panjang. Tentu tidak sadar jawabannya membuat Foster terbakar cemburu.

__ADS_1


Matthew tersenyum puas. Ia dan Iren saling berpandangan dengan tatapan penuh arti. Jarang-jarang kan melihat Foster begitu. Mereka malah bahagia.


"Menurut kamu, aku dan kakak iparmu, lebih ganteng siapa?" pancing Matthew lagi.


Kali ini Mina terdiam. Pandangannya bertemu dengan Foster yang sedang menatapnya dengan tatapan mengintimidasi. Aduh, kak Matthew kok pertanyaannya kayak tadi sih. Kan dia jadi sulit menjawab. Ia takut jawabannya akan jadi boomerang buat dirinya sendiri.


Sebenarnya dimatanya dua-duanya sama-sama tampan nggak obatnya. Dua-duanya kayak oppa-oppa Korea. Kak Foster versi cool, sedangkan kak Matthew tipikal yang begitu hangat. Tapi kalau untuk ukuran siapa lebih tampan sih itu masalah selera.Tergantung pendapat masing-masing orang yang melihat mereka. Kalau dia sih lebih milih ...


Mina melirik Foster dan Matthew lagi bergantian.


"Kak Foster ganteng banget," Foster tersenyum puas begitu Mina bersuara.


"Tapi karena wajah kak Matthew mirip banget sama idola aku, aku lebih milih kak Matthew." Gadis itu melanjutkan dan sukses membuat senyuman di wajah Foster menghilang seketika. Ia menatap Mina tajam tapi gadis itu sengaja tidak mau menatapnya. Ketika pandangannya beralih ke Matthew, pria itu menunjukkan senyum penuh kemenangan di wajahnya.


Sialan. Foster kesal setengah mati. Ia tahu Matthew sengaja mau memanas-manasi dia, sialnya ia benar-benar terpengaruh. Lihat sekarang, kedua temannya itu terus menertawainya. Dasar Mina, ingin di hukum lagi rupanya.


Kau tidak akan lolos dariku ...

__ADS_1


__ADS_2