
Malam harinya, setelah makan malam mereka berdua duduk di dek depan kamar. Dek tersebut memang di desain khusus untuk penyewa kamar. Tempat itu sangat pribadi jadi mereka bisa melakukan apapun di situ, tak akan ada yang lihat. Kecuali ada yang pasang cctv. Tapi Foster sudah memeriksa, tidak ada cctv sama sekali dibagian itu.
Mereka terus mengobrol. Obrolan sederhana dan saling menggoda yang membuat keduanya tertawa lepas. Foster tidak pernah bosan ngobrol dengan wanita itu, rasanya semua yang keluar dari mulut Mina sangat enak didengar oleh telinganya.
"Sudah boleh sekarang?" Foster sudah tidak tahan lagi. Sudah terlalu banyak yang mereka bicarakan. Mulai dari Mina yang sangat suka melihat laut, sampai wanita itu yang tidak pernah melihat kapal besar begini secara langsung, dan banyak lagi. Kini Foster ingin tubuhnya kembali menyatu dengan sang istri. Ia sudah puasa dua hari. Dan itu sudah cukup.
"Sebentar, lima menit lagi." Mina tahu maksud suaminya. Ia menyandarkan kepalanya di dada Foster, ingin menikmati terpaan angin laut beberapa menit lagi. Tapi Foster sudah tidak tahan. Dengan satu kali gerakan cepat, pria itu sudah menggendong Mina di depan. Mina sampai memekik kaget dibuatnya.
"Kak Foster bisa bilang-bilang kan kalau gendong aku, aku kaget nih." omelnya.
"Siapa suruh kamu lama. Aku udah nggak tahan. Cium aku," ucap pria itu.
Mina mengalungkan kedua tangannya ke leher suaminya. Foster sedikit menunduk agar istrinya tidak merasa kesusahan. Akhirnya bibir kedua bertemu. Lum a tan kecil Mina dibalas dengan ciuman panas Foster. Tangan Mina yang tadinya berada dibelakang leher lelaki itu kini sudah berpindah ke kepala dan meremas rambut suaminya.
Masih dengan posisi berciuman Foster menggendong Mina. Ia melangkah perlahan-lahan masuk kamar mereka. Ketika sampai dipinggir tempat tidur, Foster melepaskan pagutannya. Dengan perlahan dia membaringkan tubuh Mina di tempat tidur.
"Sekarang sentuh aku." gumamnya. Pria itu bersender pada kepala tempat tidur, melebarkan kedua tangannya mengajak Mina untuk datang padanya. Ia ingin Mina yang memimpin malam ini. Mina menurut. Wanita itu naik ke atas Foster. Duduk di atas junior pria itu yang mulai bangun.
Foster menahan napas. Ia merasa ngilu tapi masih bisa dia tahan. Mina memandang Foster dengan sangat seksi menurut Foster.
Wanita itu mulai membuka kancing kemeja Foster satu persatu, kemudian menyentuh perutnya yang sispack. Lalu menarik celana pria itu ke bawah, tanpa menyisakan apapun. Pria itu tak mengenakan sehelai benangpun lagi. Itu sudah biasa bagi Mina. Mereka sudah saling melihat tubuh polos mereka hampir tiap hari, bahkan ukuran milik Foster sudah sangat Mina hafal.
Kemudian tanpa aba-aba tangannya meremas ju nior Foster kuat. Mata pria itu melotot. Serangan Mina sangat kuat, berbeda dari biasanya sehingga ia kaget akibat rasa sakit bercampur enak.
"Kau nakal juga aawww ..."
__ADS_1
Foster mencoba menarik tangan Mina yang meremas miliknya lebih kuat lagi.
"Mi ... Mina ... Lepas d .. dulu ..."
Foster terus berusaha tapi tangan Mina sangat sulit dilepaskan. Entah bagaimana caranya gadis itu menjadi semakin kuat. Rem a sannya malah makin keras. Muka Foster memerah, urat di lehernya sampai terlihat.
Ngilu?
Iya.
Enak?
Sayangnya ia juga. Mina tersenyum menang melihatnya.
"Kata kak Foster aku yang memimpinkan? Jadi kakak diam saja." kata wanita itu.
Mina mulai mencium leher Foster, turun terus ke bawah hingga memainkan puncak dada pria itu.
"Ssttt ..." Foster melenguh. Ia sangat sensitif dibagian itu. Lalu tangannya kembali menyentuh benda yang sudah sangat tegang milik pria itu. Kali ini ia dilakukan dengan cara mengelus lembut, sampai Foster bergetar. Sesaat kemudian ia meng u lum milik pria itu dengan kuat.
"Nggg ... Hmmm ..." Foster melenguh.
Mulut Mina terus bermain di sana, memanjakan suaminya hingga tubuh pria itu bergetar hebat. Kali ini Foster sungguh menikmati permainan Mina. Wanita itu tidak malu-malu lagi dan makin nakal, ia mau gila rasanya dengan tindakan nakal wanita di atasnya ini.
"Ahhh ... Ahhhh ..." cairan kental keluar dari milik pria itu. Foster mere m as kepala tempat tidur kuat-kuat, menikmati pelepasannya.
__ADS_1
Namun Mina tidak biarkan dia istirahat sebentar, wanita itu mengarahkan miliknya ke milik Foster yang mengacung dan memasukannya.
"Ahhh ... yes ..." Foster makin menjadi. Desa hannya sangat kuat memenuhi ruangan tersebut. Apalagi ketika Mina mulai menggoyangkan pinggulnya maju mundur. Tangan Foster berpindah memegang pundak Foster.
"Bagaimana bisa kamu berubah jadi kuat sekali sweety ..." Foster sedang mencoba menahan sesuatu yang akan keluar dari miliknya.
Mina makin mempercepat gerakan pinggulnya.
"Ssttt ... engggg ..." Foster kembali mendapatkan pelepasannya di susul Mina. Foster pikir istrinya sudah selesai dan akan istirahat sebentar, ternyata tidak. Perempuan itu kembali bermain di miliknya dengan rakus, benar-benar menghukumnya dengan kenikmatan yang tiada tara.
"Ahhh ..."
"Mina pleasee ... Aku tidak kuat lagi kalau be ... begini ahhh ..." tubuh Foster mengejang hebat. Ia kewalahan, tidak sanggup lagi. Baru sekarang ia merasa kewalahan. Mulutnya masih membuka lebar, menikmati pelepasan yang ia terima berulang kali dengan cara yang bervariasi dari sang istri.
"Bagaimana? Kak Foster masih mau aku yang pimpin?" Mina tersenyum puas. Dari raut wajah suaminya, ia tahu pria itu sangat menikmati permainannya, tapi juga merasa kewalahan akibat serangannya yang bertubi-tubi. Mina bahkan tidak menyangka ia bisa seliar ini. Tapi ia yakin pria itu sudah ketagihan.
"Setidaknya jeda sebentar sweety, biarkan aku menikmati pelepasanku. Kalau seperti tadi, aku benar-benar kewalahan." tutur Foster. Mina terkekeh.
"Jangan salahkan aku, kak Foster juga sering begitu."
"Oh jadi kamu mau membalasku tadi. Kalau begitu sekarang aku yang akan menyerangmu." tanpa hitungan detik Foster sudah membalikan tubuh Mina dan mulai menyerang sang istri dari belakang. Menggempurnya berkali-kali.
Mina meremas kuat rambut Foster. Aksi pria itu membuatnya ingin pipis berkali-kali. Mina tidak tahan lagi sampai akhirnya cairan itu keluar.
"Mmphh ..." tubuhnya masih bergetar hebat. Foster memeluknya. Tubuh mereka penuh peluh bercampur ****** ***** mereka.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari, ada yang sedang memantau percintaan mereka dari cctv tersembunyi yang ada diruangan tersebut. Lokasinya sangat tersembunyi hingga Foster saja tidak curiga sama sekali. Orang yang memantau mereka terlihat marah luar biasa. Ia semakin ingin menghancurkan hubungan mereka.
Bagaimana caranya? Ia sudah mengatur strategi, tinggal tunggu tanggal mainnya. Biarkan mereka bahagia dulu sekarang.