
Anissa yang merasa kasihan melihat Zhelina sendirian di apartemen. Apalagi mengingat dia seorang remaja yang masih membutuhkan pengawasan maka Anissa meminta Zhelina tinggal di kediamannya.
Dengan senang hati Zhelina menerima permintaan Anissa di tambah lagi kasih sayang yang di berikan Anissa kepadanya membuatnya merasa sangat nyaman di tengah tengah keluarga itu.
Di tambah lagi kehadiran Sky yang begitu mengemaskan membuat kebahagian dan senyum ceria Zhelina tidak pernah hilang dari wajah cantiknya.
"Tante. Ki punya teman balu cantik sekali" ucap Sky saat Zhelina sedang membaca dongeng pengantar tidur untuknya.
"Teman baru?" Zhelina langsung saja mengerutkan keningnya binggung.
"Ia Tante. Teman Ki sangat cantik. Sama spelti Tante."
"Memangnya Sky kenal di mana?"
"Di kantol Papa.Deddynya juga sangat tampan Tante. Tadi kami main di taman sama Bibi Anggel"
"Namanya siapa sayang?"
"Jasmine Tante. Dia dali lual kota. Ke sini kalna Deddynya ada pekeljaan"
deghh....
Jantung Zhelina langsung saja berdetak kencang mendengar penuturan Sky. "Dari mana Kakak tau aku ada di kota ini? Apa Kakak ipar yang memberitaunya? Tapi mana mungkin aku tau seperti apa Kakak ipar" Batin Zhelina gelisah.
Dari penuturan Sky, Zhelina bisa menebak jika sang Kakak jauh jauh ke kota ini pasti untuk mencari keberadaannya. Bukannya dia takut dengan kedatangan Kakaknya. Tapi yang dia khawatirkan adalah keselamatan orang orang yang ada di sekitarnya.
Dia tau persis bagaimana Deddynya pasti akan melakukan berbagai cara agar semua keinginannya bisa dia dapatkan. Salah satunya dengan menjodohkannya dengan Devan ketua Gengster yang terkenal kejam. Agar dia dapat memperkuat tenaga kelompok Mafianya.
Tak hanya itu jika sang Deddy bisa bekerja sama dengan Devan. Devan telah menjanjikan satu aset berharga yang berada di pulau terpencil miliknya. Dimana di sana ada tambang yang sangat berharga yang akan menghasilkan keuntungan yang sangat besar.
Namun di saat pertunangannya Zhelina memilih kabur karna mengetahui tujuan Devan yang sebenarnya. Dengan kemampuan IT nya yang sangat tinggi di tambah lagi kemampuannya di dunia Mafia membuatnya dengan mudah mencari tau identitas dan strategi lawannya yang sebenarnya.
*****
"Bagaimana?" ucap Jhovan menatap Jefri.
"Saya telah mencari tau tentang Nona muda Tuan. Dia sekarang tinggal bersama keluarga Rayhan Adhijaya dan juga sudah di anggap putri oleh keluarga itu" jelas Jefri.
"Apa kau bisa mengatur pertemuanku dengannya tanpa sepengetahuan keluarga Adhijaya?"
__ADS_1
"Nona muda setiap pagi akan menggantar cucu keluarga Adhijaya ke sekolah Tuan. Setelah itu baru Nona anak ke Rumah Sakit keluarga Adhijaya Tuan."
"Jika anda ingin bertemu dengan Nona muda saya sarankan saat dia mengantar cucu keluarga Adhijaya. Karna setelah itu akan ada Putra dan juga Putri Adhijaya yang akan selalu di sampingnya Tuan"
"Baiklah. Besok pagi kita akan menemuinya di sana. Tapi ingat jangan sampai Putri saya tau jika kita telah menemukan keberadaan Zhelina"
"Baik Tuan" Jefri langsung saja menunduk hormat lalu meninggalkan Jhovan seorang diri di ruangannya.
Setelah kepergian Jefri, Jhovan langsung saja menemui putrinya yang sedang di tidurkan oleh bebby sisternya.
"Apa dia belum mau tidur?" ucap Jhovan melihat Jasmine masih sibuk dengan mainannya.
"Belum Tuan. Nona kecil mengatakan jika dia hanya ingin tidur dengan Anda"
"Ya sudah. Pergilah biar Jasmine aku yang urus"
"Baik Tuan" Bebby sister itu langsung saja menunduk hormat lalu meninggalkan Jhovan bersama Jasmine berdua.
"Jasmine kenapa belum tidur?" Jhovan langsung saja duduk di samping putrinya.
"Asmine au tidul ama Eddy" ucap Jasmine memayunkan bibirnya.
"Eddy apan agi ita temu ama ki?" ucap Jasmine yang telah nyaman bermain dengan Sky.
"Nanti ya sayang. Kalau ada waktu kita bermain lagi ke kantor Papanya Sky"
"Benel ya Eddy" Jasmine langsung saja tersenyum.
"Ia sayang. Sudah tidur dulu ya" Jhovan langsung saja membaca dongeng pengantar tidur untuk putrinya.
Setelah memastikan Jasmine telah tertidur Jhovan langsung saja menyelimuti tubuh Jasmine.
"Selamat malam putri Deddy. Deddy sangat senang karna kedua wanita Deddy bisa menemukan kebahagiannya di kota ini. Deddy berharap kamu dan Bibi Zhelina terus bahagia seperti saat ini ya sayang"
Tak terasa butiran bening itu meluncur mulus di wajah tampan Jhovan. Dia merasa sangat bahagia karna Jasmine dan Zhelina bisa bahagia di kota ini.
Setelah itu Jhovan langsung saja memeluk tubuh putrinya lalu mencoba memejamkan matanya hingga akhirnya mereka terlelap dalam mimpi mereka masing masing.
*****
__ADS_1
Di pagi hari seperti biasanya suara omelan Anissa akan terdengar begitu nyaringnya. Siapa lagi yang terkena omelan jika bukan Lea yang masih mengulung dalam selimut.
"Lea ayo bangun. Bagaimana jika nanti kamu sudah menikah. Kamu harus belajar dari sekarang" ucap Anissa menarik selimut Lea.
"Lima menit lagi Ma" ucap Lea masih saja memejamkan matanya.
"Ayo bangun. Kakek bilang kamu ada tugas pagi ini. Cepat kalau engak Mama siram ini" ancaman yang paling tangguh yang selalu menjadi andalan Anissa.
"Mama bawel banget" ucap Lea kesal.
"Mama bawel juga untuk kebaikanmu sayang. Apa kamu akan terus terusan seperti ini. Kamu sebentar lagi mau menikah. Kamu harus belajar menjadi seorang istri karna menjadi istri itu tidak mudah sayang"
"Ia Ma ia. Sudah lea mandi dulu" Lea dengan malasnya langsung saja berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Anak itu kapan berubahnya sih" ucap Anissa membuang napasnya pelan lalu melangkahkan kakinya meninggalkan kamar Lea.
"Sayang kamu kenapa kesal seperti itu?" ucap Rayhan melihat wajah istrinya yang cemberut.
"Tidak apa apa sayang. Sudah ayo kita sarapan bersama" Anissa langsung saja merangkul tangan Rayhan lalu berjalan ke arah ruang makan secara beriringan.
"Sky kamu kok belum makan?" ucap Anissa melihat isi piring di depan Sky masih utuh.
"Ki mau di suapi Tante cantik"
"Sayang kamu belum makan?" ucap Zhelina menghampiri Sky.
"Tante suapi Sky"
Mendengar ucapan Sky, Zhelina langsung saja duduk di samping Sky lalu menyuapi Sky dengan telatennya.
"Zhe maafnya karna Sky selalu merepotin kamu" Ayu merasa tidak enak.
"Tidak apa apa kok kak. Zhelina malah bersyukur karna kalian bisa menerima kehadiran Zhelina dengan baik" ucap Zhelina menatap seluruh keluarga itu dengan penuh rasa syukur.
"Ya sudah ayo kita sarapan" ucap Anissa tersenyum.
Mereka semua langsung saja sarapan bersama. hingga akhirnya Lea datang lalu membuat suasana sarapan mereka menjadi sangat heboh.
Selesai sarapan mereka langsung saja bergegas untuk berangkat ke pekerjaan mereka masing masing. Seperti biasa Zhelina akan mengantar Sky terlebih dahulu ke sekolahnya.Sedangkan Lea sudah di jemput oleh Zion.
__ADS_1
Bersambung....