GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)

GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)
Part 45


__ADS_3

Setelah selesai menuntaskan kegilaannya kepada Kay. Sky langsung saja menatap tajam ke arah Wand dan Widi. Melihat Kay telah merengang nyawa di tangan Sky. Jhovan langsung saja menatap bocah lelaki itu dengan tatapan intens.


Dia melihat amarah yang begitu mendalam sehingga membuat bocah yang awalnya ceria dan mengemaskan itu berubah menjadi bocah fsikofat dalam seketika. Melihat Kay yang sudah tidak beryawa lagi Jefri langsung saja menyuruh angotanya membereskan mayat Kay.


"Sekarang giliran kalian berdua! kalian salah karna telah menyiksa bibi kesayanganku di depan mataku" ucap Sky tersenyum sinis. Tatapannya berubah menjadi tatapan harimau lapar yang siap menerkam mangsanya.


Melihat Sky yang begitu menakutkan Wandi dan Widi langsung saja menelan ludahnya kasar. Mereka tidak menyangka jika mereka akan mati di tangan bocah gila seperti Sky.


"Buka ikatan mereka sekaligus" perintah Sky dengan tatapan tajamnya.


Mendengar ucapan Sky, Jefri langsung saja menyuruh angotanya untuk membuka ikatan Wandi dan Widi sekaligus.


"Apa kau tidak menyisakan satupun untuk, Paman?" ucap Jhovan melihat Sky yang juga ingin membereskan Wandi dan Widi.


"Apa paman mau bergantian?" tawar Sky melihat Jhovan juga ingin bersenang senang malam ini.


"Jika kau mengijinkannya! Paman juga ingin bersenang senang malam ini. Karna sudah lama paman tidak merasakan darah segar"


"Kalau begitu kita habisi mereka secara bersamaan. Aku ingin membuat mereka merasakan apa yang dialami bibi Lea malam itu"


"Baiklah, sesuai perintahmu White Tigerku?" ucap Jhovan tersenyum.

__ADS_1


Mendengar panggilan White Tiger dari Jhovan, Sky langsung saja mengerutkan keningnya binggung. "White Tiger?"


"Ya White Tiger. Harimau putih kau pantas mendapatkan julukan itu"


"Wau.. Kren juga, Paman. Kelak aku akan membangun klan mafiaku sendiri dan memberinya nama klan White Tiger." ucap Sky dengan penuh semangat.


Mendengar ucapan Sky, Jhovan langsung saja tersenyum. Dia melihat tekat yang kuat dari Sky, sama seperti dirinya dahulu. Dimana saat dia ingin memiliki Klan mafia hanya karna ingin balas dendam kepada setiap orang yang telah menghina keluarganya.


"Bagus sekali. Paman yakin kau akan menjadi panglima perang yang siap melawan setiap musuhmu"


"Tapi, kapan kita akan bersenang senangnya paman? aku sudah tidak sabar mendengar jeritan mereka seperti pria banci tadi"


Jefri langsung saja membuka ikatan Wandi dan Widi. Setelah lepas dari ikatan itu Wandi dan Widi langsung saja menatap tajam ke arah Sky dan Jhovan. Mereka mencoba mencari celah agar mereka bisa kabur dari maut yang sedang menanti mereka.


Karna hanya cara itulah mereka bisa selamat dari kedua raja iblis yang berdiri di depan mereka. Lagi pula mereka sedang berada di markas mereka sendiri. Jadi wandi dan Widi sudah hapal betul setiap celah markas mereka yang bisa di gunakan untuk melarikan diri.


"Kalian jangan mencoba berpikir untuk kabur. Karna itu hanya akan membuat kalian semakin tersiksa" ucap Sky langsung menebak pikiran Wandi dan Widi.


Mendengar tebakan Sky yang seratus persen benar Wandi dan Widi langsung saja kelagapan. Mau tidak mau mereka berdua harus melawan Jhovan dan Sky agar bisa selamat walaupun kemungkinan itu sangar kecil.


"Kali ini kita bertarung dengan tangan kosong." ucap Sky yang kini tidak mau mengunakan senjata lagi.

__ADS_1


"Nak, lebih baik kita bereskan ini secepat mungkin. Sebelum Papa dan Mamamu curiga" ucap Jhovan khawatir jika Brayen sampai tau dia membawa Sky dalam dunia mafia.


"Baik, Paman" ucap Sky langsung saja membuat kuda kuda menandakan dia siap untuk bertarung.


"Ayo, Paman. Serang aku! atau paman akan masuk ke neraka dengan cepat" ucap Sky tersenyum sinis kepada Wandi.


Mendengar ucapan Sky, Wandi langsung saja mencoba menyerangnya. Namun, Sky langsung saja mengelak dengan linccahnya. Tubuh Sky yang masih kecil membuatnya sangat mudah untuk menghindari setiap serangan Wandi.


Wandi yang merasa nyawanya terancam langsung saja menyerang Sky dengan membabi buta. Tapi, Sky dengan mudahnya menghindari serangan Wandi sehingga tak ada satupun setangan yang mengenai tubuh mungilnya.


Hingga akhirya Sky yang sedari tadi hanya menghindar kini menangakap tangan Wandi lalu mengincar leher Windi dengan jurus patukan cobra tepat di selang pernapasan Wandi.


Serangan Sky yang langsung mengenai selang pernapasannya Wandi langsung saja terpukul mundur sambil memegangi lehernya yang merasakan sakit dan susah untuk bernapas. Tak mau buang waktu Sky langsung saja mendekati Wandi lalu membenturkan kepala Wandi dengan keras ke lantai sampai beberapa kali hingga akhirnya darah segar mengalir denga derasnya di kepalan Wandi sama persis seperti yang dialam Lea malam itu.


Tak sapai di situ saja, Sky juga menyerang Wandi dengan membabi buta. Namun, karna membunuh orang dengan tangan kosong membutuhkan waktu yang lama, Sky yang mulai lelah langsung saja merampas senapang laras panjang yang di pegang Jefri.


Dorr...


Satu peluru mendarat mulus di kepala Wandi hingga akhirnya Wandi tewas di tangan Sky. Setelah melihat Wandi mati di tangannya, tanpa Sky sadari air matanya mulai mengalir. "Maafkan Sky, Ma. Sky tidak bisa menjadi anak yang mama didik selama ini. Sky hanyalah seorang pembunuh. Maafkan Sky, Ma"


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2