GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)

GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)
Part 32


__ADS_3

Dengan Keagresipan wanita yang bersamanya Galang langsung saja mengingat Zhelina.


"Sial ternyata wanita ini tidak sekalem yang gue kira. Apa gue pangil Zhelina saja ya" batin Galang sambil terus menatap wanita yang bergerak liar menjelajahi tubuhnya.


Karna menyebut nama Zhelina di dalam hatinya dia kemudian mengingat jika selama di pesta dia tidak melihat keberadaan Zhelina.


"Zhelina? di mana gadis itu?" gumam Galang bangkit dari duduknya hinga membuat wanita yang ada di pangkuannya jatuh secara tiba tiba.


"Aww... Kamu kenapa sayang" rintih wanita itu manja sambil mengelus bokongnya yang terlah berciuman dengan lantai.


"Maaf saya ada keperluan mendadak" ucap Galang tanpa memperdulikan rintihan manja wanita di depannya. Galang langsung saja keluar dari kamarnya lalu pergi ke kamar Zhelina.


Ketika Galang telah sampai di kamar Zhelina, Galang langsung saja membuka pintu kamar Zhelina namun sayangnya pintu itu di kunci dari dalam.


"Kamarnya pakai di kunci lagi. Apa Zhelina sedang bersama pria ya? itu tidak bisa di biarkan" gumam Galang seorang diri sambil berpikiran yang tidak tidak tentang Zhelina.


"Zhelina...buka pintunya" teriak Galang sambil terus mengedor ngedor pintu kamar Zhelina hingga membuat wanita cantik yang sedang asik dengan tidur cantiknya langsung saja terusik.


"Siapa sih yang bikin keributan malam malam begini. Apa hotel ini tidak ada keamanannya" gumam Zhelina kesal tapi dia masih saja kembali menarik selimutnya.


"Zhelina... buka pintunya. Atau gue dobrak ya" teriak Galang dari luar hingga membuat wanita cantik itu langsung saja membuka selimut yang menutupi wajahnya.


"Galang. Ada apa lagi sih? Dasar pria, selalu saja membuat gue gila" gumam Zhelina kesal sambik mengacak acak rambutnya frustasi.


Dengan malas Zhelina melangkahkan kakinya menuju pintu. Dia langsung saja membuka pintu untuk Galang dengan sangat kesal.


Namun karna Galang terus saja mengedor pintunya tanpa Galang sadari pintunya telah terbuka dan dia hampir saja mengedor wajah Zhelina yang terpampang di depan pintu.


Dengan cepat Zhelina menepis tangan Galang sambil menatap tajam pria gagah di depannya "Ini wajah gue bukan pintu" ucap Zhelina kesal.


"Hehe... habisnya lho bukanya lama sih" Galang langsung saja terkekeh tanpa dosa.

__ADS_1


"Ada apa?"


"Perasaan selama di pesta tadi gue tidak melihat lho di pesta. Apa jangan jangan lho menghabiskan malam bersama pria ya. OMG Zhelina lho gila ya. Lho mencari kesempatan..."


Mendengar omelan Galang yang menuduhnya yang tidak tidak Zhelina langsung saja membungkam mulut Galang hingga Galang tidak bisa bicara lagi.


"Kenapa lho tutup mulut gue? gue belum selesai bicara" oceh Galang kesal sambil membuka tangan Lea yang menutupi mulutnya.


"Untuk saja gue hanya menutupnya pakai tangan gue. Jika gue mau gue bisa merobek mulut lho yang seperti mulut emak emak berdaster itu"


"What? lho bilang mulut gue seperti mulut emak emak berdaster? apa lho tidak melihat kharisma mulut gue yang begitu mempesona ini?" oceh Galang tak terima dengan ucapan Zhelina.


Mendengat ocehan Galang,Zhelina hanya membuang napasnya kasar sambil memutar matanya memelas.


"Ada apa lho mencari gue malam malam seperti ini?"


"Oh ia gue sampai lupa." Galang langsung saja mendorong tubuh Zhelina pelan lalu masul kedalam kamar Zhelina tanpa minta izin dulu ke pemiliknya. Galang langsung saja menghempaskan tubuhnya ke kasur empuk milik Zhelina.


"Apa apaan lho? minggir gue mau tidur. Lagian lho juga kan punya kamar sendiri"


Sedangkan Zhelina yang mendengar ucapan Galang langsung saja mengerutkan keningnya binggung. "Maksud lho?"


"Tidak apa apa. Gue ingin tidur saja karna gue sangat lelah. Tolong lho tutup pintunya ya" perintah Galang lalu mengambil posisi yang nyaman untuk tidur.


"Enak saja lho. Jika lho tidur di sini gue harus tidur dimana?"


"Lho boleh tidur di sini. Gue rela kok berbagi ranjang untuk lho. Jika lho mau gue juga bisa menghangatkan lho malam ini" ucap Galang asal sambil menatap Zhelina dan menaik turunkan alisnya mencoba mengoda Zhelina.


Mendengar ucapan Galang, Zhelina yang berbikiran yang tidak tidak langsung saja darah tinggi. " Lho pikir gue cewek apaan ha?"


Mendengar ucapan Zhelina, Galang langsung saja bangkit dari tidurnya lalu menarik tangan Zhelina hinga wanita cantik itu jatuh di bangkuannya

__ADS_1


"Gue hanya menawarkan jika lho tidak mau terserah" ucap Galang tersenyum sambil menatap kecantikan Zhelina. Karna posisi mereka yang sanggat dekat membuat Zhelina dapat melihat wajah tanpam Galang dari jarak yang begitu dekat.


Galang mencoba melingkarkan tangannya di pingang Zhelina lalu menariknya semakin dekat hingga jarak mereka semakin dekat. Zhelina yang baru pertama kali menatap wajah Galang dari dekat langsung saja salah tingkah.


"Kenapa lho gugup seperti itu?" Galang terus saja menatap wajah Zhelina dengan tatapan yang tidak dapat di artikan sehingga Zhelina semakin gugup.


"Lho mabuk ya lang?" ucap Zhelina gugup sambil menatap wajah Galang yang begitu dekat.


Jarak mereka yang begitu dekat membuat mereka bisa mendengar detak jantung mereka masing masing. Galang yang mendengar detang jantung Zhelina yang begitu cepat langsung saja tersenyum.


"Tidak gue tidak mabuk" Galang langsung saja melepaskan tangannya dari pingang Zhelina.


Melihat itu Zhelina langsung saja bangkit dari pangkuan Galang. Melihat Zhelina salah tingkah Galang terus saja mengoda Zhelina yang terlihat sangat mengemaskan di matanya


Galang langsung saja menutup pintu lalu menguncinya hingga membuat Zhelina semakin gugup.


"Kenapa lho gugup sepeeti itu? gue tidak akan berbuat yang tidak tidak" ucap Galang tersenyum lalu kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Melihat Zhelina yang hanya berdiri Galang langsung saja tersenyum "Apa lho akan tidur dengan posisi berdiri seperti itu? Ayo tidur di sini" Galang menepuk nepuk kasur di sampingnya.


"Tidak. Gue tidur di sofa saja" Zhelina langsung saja menuju sofa lalu membaringkan tubuhnya di sana.


"Jika lho tidur di situ nanti tubuh lho sakit. Lho tidur di sini saja gue janji tidak akan ngapa ngapin lho."


"Tidak gue di sini saja. Gue nyaman kok tidur di sini."


"Tidak. Gue tidak bisa melihat wanita yang harus tidur di sofa sedangkan gue tidur nyaman di sini"


"Nah.. itu lho tau. Jadj sekarang lho balik ke kamar lho lalu biarkan gue menikmati malam dengan kasur empuk gue" ucap Zhelina bangkit dari tidurnya.


"Itu bukan ide bagus"

__ADS_1


Mendengar ucapan Galang, Zhelina langsung saja menghentakkan kakinya. Dia mencoba berpikir bagaimana caranya mengusir pria menyebalkan itu dari kamarnya.


Bersambung...


__ADS_2