
Karna terlalu sibuk bekerja Lea dan Zion akhir akhir ini jarang bertemu. Mereka saling sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing sampai tidak pernah menyempatkan waktu untuk bertemu.
Berhubung malam ini malam minggu Zion langsung saja mengajak Lea untuk diner. Dia mempersiapakan semuanya dengan sangat matang.
"Zi. Kita mau kemana?" ucap Lea terus melangkahkan kakinya sesuai tuntunan Zion karna matanya di tutup oleh kain.
"Sebentar lagi sudah sampai sayang. Sekarang terus saja berjalan. Di depan ada tangga sekitar lima anak tangga"
Lea terus saja berjalan sesuai perintah Zion hingga akhirnya dia berhenti melangkahkan kakinya ketika Zion menyuruhnya untuk berhenti.
"Sekarang kita telah sampai. Sekarang buka matamu pelan pelan" Zion mencoba membuka kain yang menutup mata Lea.
Lea mencoba membuka matanya secara berlahan. Hingga dia melihat pemandangan yang begitu sangat indah. "Zi ini?" ucap Lea dengan mata berkaca kaca.
"Happy Universery kita yang ke empat tahun sayang" Zion berjongkok di depan Lea sambil memberi sebuket bunga mawar putih yang sangat indah.
"Terimakasih sayang" Lea langsung saja menerima bunga yang di berikan Zion lalu mencium wanginya yang begitu menenangkan pikirannya.
"Ini untukmu?" Zion memberikan bungkusan kecil kepada Lea.
"Ini apa lagi sayang?"
"Buka saja"
Lea langsung saja menerimanya lalu mencoba membuka bungkusan itu. Dia langsung saja membulatkan matanya melihat isi bungkusan itu adalah kotak perhiasan.
"Buka saja sayang"
Lea langsung saja membuka kotak itu alahkah terkejutnya dia melihat kalung berlian yang ada di dalam kotak perhiasan itu.
"Ini terlalu mahal sayang?" ucap Lea melihat kalung hadiah yang di berikan Zion.
"Tidak ada yang mahal untuk wanitaku"
"Tapi harga kalung ini sama dengan gajimu selama lima bulan bekerja di kantor Papa"
__ADS_1
"Walaupun Aku memberikan seluruh gajiku seumur hidupku Aku tidak masalah" Zion langsung saja mengambil kalung itu dari tangan Lea lalu memasangkannya di leher jenjang Lea yang tertutup hijabnya.
"Terimakasih sayang" ucap Lea dengan mata berkaca kaca sambil melihat kalung yang ada di lehernya.
"Maaf karna Aku belum bisa memberikan yang terbaik untukmu. Aku berjanji akan bekerja lebih keras lagi agar Kau bisa hidup bahagia bersamaku"
"Apa Kau lupa jika kebahagiaan itu bukan hanya berasal dari kekayaan saja. Tapi kebahagian juga berasal dari pasangan yang saling mengerti dan saling menghargai. Selalu terbuka tanpa ada yang di tutup tutupi. Selalu menerima segala kekurangan dan kelebihan pasangannya. Kebahagian juga berasal dari pasangan yang selalu menjalani perintah Allah dan berjalan beriringan untuk mencari ridho Allah"
"Aku beruntung karna bisa mendapatkan calon istri Sholeha seperti dirimu"
"Aku juga beruntung karna bisa mendapatkan calon suami sholeh sepertimu. Yang selalu berusaha membuatku bahagia dan selalu bersabar menghadapiku tanpa pernah mengeluh sama sekali"
Mendengar ucapan Lea, Zion langsung tersenyum bahagia.
"Ya sudah. Ayo duduk bidadariku" Zion langsung saja mengandeng tangan Lea dengan begitu mesra menuju meja makan yang segaja dia buat di sebuah taman yang sudah di rombak menjadi tempat makan yang begitu romantis.
Cahaya lampu yang begitu indah menerangi gelapnya malam itu. Ditambah lagi dekorasi yang begitu indah membuat Lea semakin bahagia. Karna areanya yang terbuka mereka juga bisa menatap indahnya rembulan dan bintang bintang yang bertebaran di atas langit yang terlihat begitu indah.
Zion juga menyewa jasa pemain musik yang begitu handal sehinga bisa menikmati lantunan musik yang begitu romantis.
Setelah selesai makan Zion langsung saja mengulurkan tangannya "Apa kau ingin berdansa denganku?"
Lea langsung saja menerima uluran tangan Zion sambil tersenyum. Mereka langsung berdiri dengan ragu ragu Lea melingkarkan tangannya di leher jenjang Zion. Zion juga memberanikan diri menyentuh pinggang ramping Lea.
Mereka langsung saja berdansa mengikuti iringan musik. Jarak mereka yang begitu dekat membuat mereka bisa mendengar detak jantung mereka masing masing. Zion menatap bibir pink Lea.
Melihat itu jika laki laki Zion tiba tiba ingin melahap bibir seksi itu. Tapi Zion terus berusaha menjaga cinta suci mereka. Walaupun sudah empat tahun bersama tapi Zion selalu menjaga Lea dengan baik.
Dia tidak pernah melakukan yang tidak tidak kepada Lea. Paling dia melakukan sentuhan fisik dengan menyentuh tangan Lea saja. Kadang di saat Lea bermanja manja meminta gendong maka Zion terpaksa menurutinya.
Jika tidak Lea akan mengeluarkan jurus terbaiknya yaitu merajuk. Zion selalu sabar mengahadapi sikap Lea dan selalu menuntunnya agar lebih baik lagi.
Setelah puas menghabiskan waktu bersama Zion langsung saja mengantar Lea pulang. Tak lupa mereka membeli makanan untuk Sky jika tidak pasti bocah gembul itu akan mengomel tiada henti.
Setibanya di depan pintu utama mension Rayhan, Sky yang mendengar suara mobil Zion langsung saja berlari keluar. "Bi...Bi..."
__ADS_1
"Ia sayang" dengan sigap Lea langsung saja membawa tubuh mungil gembul itu kedalam gendongannya.
"Bibi bawa apa?"
"Paman dan Bibi bawa mie ayam dan ayam krispi kesukaan Sky." Zion langsung saja memperlihatkan kantongan plastik yang berisi makanan ke Sky.
"Wahh...asik ayo kita makan Paman"
Lea langsung saja masuk lalu mendudukkan Sky di sofa ruang tv lalu mengambil kantongan yang berada di tangan Zion. "Sayang kamu tunggu di sini ya. Biar aku panasi dulu mienya"
Lea langsung saja pergi kedapur namun dia mencari pelayan satupun tidak ada di sana. Lalu dia melihat ke arah kompor gas. "Bagaimana cara nyalainnya ya?"
Lea memang tidak pernah kedapur jadi jangankan masak nyalain kompor saja dia tidak bisa. "Kenapasih di saat Mama mengajari aku dulu tidak pernah aku openi. jadi ribet sendiri kan"
Lea terus saja mengumpat sambil berpikir bagaimana cara nyalain kompos gas di depannya. Hingga akhirnya Ayu datang menghampirinya karna dia tau Adik iparnya itu pasti sedang kebingungan.
"Ada apa Le?"
"Ini kak. Cara nyalainnya gimana ya?" tanya Lea cengengesan. Sedangkan Ayu hanya tersenyum sambil mengelengkan kepalanya pelan.
Ayu langsung saja mempraktekkannya sambil menjelaskannya secara rinci ke Lea. Lea hanya mempethatikan semua yang di lakukan Kakak iparnya itu.
"Bagaimana? Sekarang sudah tau kan?"
"Ia Kak. Terimakasi ya kak"
"Sudah bawa makanannya Sky sudah tidak sabaran."
Mereka langsung saja membawa makanan itu ke ruang tv. Melihat itu Sky langsung saja berteriak girang.
"Holle mienya sudah datang" Sky langsung saja mengelap air liurnya melihat mie ayam dan juga ayam krispi di depannya.
"Ayo kita makan" ucap Lea tersenyum. Mereka langsung saja memakan mie ayam itu sambil mengobrol bersama.
Bersambung.....
__ADS_1