
Tak terasa hari pernikahan Lea dan Zion telah tiba. Lea berada di kamarnya sedang di kerumuni make over ternama untuk mendandaninya. Dengan kemampuan para meke over di tambah lagi wajah Lea yang sangat cantik membuat hasil kerja para meke over menjadi sangat sempurna.
"Fantastic, nona muda sangat cantik" puji make over itu melihat hasil kerjanya.
"Terimakasi kak, hasilnya sangat memuaskan" puji Lea melihat pantulan dirinya di dalam cermin.
"Wauu... lho cantik sekali Lea" puji Zhelina, Ayu dan Anggel yang masuk ke dalam kamar Lea.
"Terimakasih. Kalian juga sangat cantik" puji Lea melihat ketiga sahabatnya sudah berdandan rapi.
"Semoga kamu bahagia dengan keluarga barumu ya Le" Ayu langsung saja mengengam tangan Lea sambil menatap haru wajah adik ipar sekaligus sahabatnya yang sebentar lagi akan menyandah setatus baru menjadi seorang istri.
"Aamiin. Terimakasi ya kak karna telah bersabar mengajari Lea sampai ke titik ini. Kakak adalah kakak ipar sekaligus sahabat terbaikku" Lea langsung saja memeluk erat tubuh Ayu.
"Em. Jadi kita berdua di kacangi ceritanya" Zhelina langsung saja memayunkan bibirnya cemburu.
"Kalian juga sahabat terbaikku" ucap Lea tersenyum lalu memeluk ketiga sahabatnya itu. Keempat sahabat itu saling meluapkan isi hati mereka masih masing kedalam pelukan mereka hinga membuat para make over yang melihatnya langsung takjub akan persahabatan mereka.
"Apa putri kesayangan Papa telah siap?" ucap Rayhan tersenyum di ikuti Brayen dari belakang.
Mendengar ucapan sang Papa Lea langsung saja melepas pelukannya lalu tersenyum menatap kehadiran kedua pria yang sangat berarti dalam hidupnya.
"Sudah, Pa" Lea langsung saja tersenyum.
"Putri Papa sangat cantik" Rayhan menatap haru melihat Lea putri kecilnya begitu cantik dengan balutan gaun pengantin.
__ADS_1
Rayhan langsung saja mendekati putrinya lalu menangkuokan kedua tangannya di wajah Lea. "Semoga kamu bahagia dengan keluarga barumu ya sayang"
"Terimakasi Pa. Setiap doa Papa sangat berarti dalam keluarga baru Lea" Lea langsung saja memegang tangan Rayhan lalu mengalihkannya ke bibirnya.
Lea langsung saja mencium tangan Rayhan dengan lembut. Melihat itu tak terasa air bening itu mengalir mulus di wajahnya. Rayhan langsung saja membawa tubuh Lea ke dalam pelukannya lalu menciumi puncak kepala Lea dengan lembut.
"Pa. Brayen juga ingin memeluk adik kesayangan Brayen" ucap Brayen merasa di acuhkan.
Mendengar ucapan sang kakak Lea langsung saja tersenyum lalu memeluk sang kakak dengan erat.
"Selamat ya sayang. Sebentar lagi kau akan menjadi seorang istri. Maka itu bertanda jika surgamu telah berpindah kepada suamimu" Brayen memeluk erat tubuh mungil Lea lalu menciumi seluruh wajah Lea hinga gadis itu mengadak geli.
"Kakak sudah. Lea hanya menikah bukan meningalkan kalian" ucap Lea tersenyum melihat tingkah kakak dan juga Papanya yang begitu posesif.
"Sudah ayo kita turun. Ayu lihat rombongan pengantin pria telah datang" ucap Ayu yang telah melihat kedatangan keluarga Zion dari jendela kamar Lea.
Lea langsung saja turun dengan di apit kedua pria yang sangat menyayanginya. Mereka bertiga langsung saja menuruni anak tangga untuk mengantarkan Lea ke tempat akad yang telah di sediakan. Di ikuti ketiga wanita cantik di belakang mereka.
Zion yang telah duduk di kursi akad nikah langsung saja terpana akan kecantikan calon istrinya. Melihat itu Galang langsung saja tersenyum lalu mengoda Zion.
"Zi lho sabar. Malam masih lama" bisik Galang sambil tersenyum. Mendengar ucapan Galang Zion langsung saja menunduk malu.
Rayhan dan Brayen langsung saja mendudukkan Lea di kursi pengantin tepat di samping Zion. Setelah itu Rayhan langsung saja duduk di samping ustad untuk menjadi wali Lea. Sedangkan Brayen duduk di samping Galang sebagai saksi dari Lea.
Melihat semua orang telah berkumpul Ustad langsung saja membuka acara dengan lantunan doa. Setelah itu dia langsung saja memulai acar akad nikahnya.
__ADS_1
"Silahkan bapak gengam tangan calon menantu bapak" perintah ustad itu. Rayhan langsung saja mengengam tangan Zion. Zion langsung saja menarik napasnya pelan sambil terus saja berdoa agar diberikan kelancaran dalam mengucapkan ijab kobul.
"Apa bisa saya menyampaikan sesuatu kepada calon menantu saya terlebih dahulu" ucap Rayhan tiba tiba. Ustad itu langsung saja menganguk lalu mempersilahkan Rayhan untuk berbicara.
"Zion, Papa titipkan putri Papa kepadamu. Jika suatu saat dia melakukan kesalahan maka nasehatilah dia dengan kelembutan. Jangan sekali kali kau bicara kasar kepadanya apalagi sampai mengangkat tanganmu kepadanya. Papa juga berharap kau tidak akan pernah menyakiti dan juga melukai hatinya. Jika sampai itu terjadi maka sama saja kau menyakiti dan melukai hati Papa dan juga Kakakmu" ucap Rayhan lirih sambil menatap lekat wajah Zion.
"Saya berjaji tidak akan menyakiti putri Papa. Zion juga berjanji tidak akan membiarkan air mata Lea menetes kecuali air mata kebahagiaan. Zion akan berusaha sekuat tenaga Zion untuk menjadi terbaik dalam urusan dunia maupun akhirat kelak" ucap Zion dengan lantang sambil menatap manik mata rayhan.
Setelah selesai mengucapkan isi hatinya Rayhan langsung saja menarik napasnya dalam dalam lalu bersiap siap melakuka ijob kobul.
"Zion Andara. Saya nikahkan engkau dengan putri saya Ghilea Adhijaya binti Rayhan Adhijaya dengan seperangkat alat sholat dan cincin berlian dibayar tunai."
"Saya terima nikahnya Ghilea Adhijaya binti Rayhan Adhijaya dengan seperangkat alat sholat dan cincin berlian di bayar tunai." Zion mengucabkan ijob kobul dengan sangat lantang.
"Bagaimana para saksi Sahh?"
"Saahh"
Alhamdulillah.. Mereka semua saja mengucapkan doa dan ayat ayat suci al-qur'an.
Mendengar itu tak terasa air mata Lea langsung saja menetes. Tetesan air mata itu adalah saksi kebahagiannya karna telah menjadi istri sah Zion.
Zion langsung saja memasangkan cincin pernikahan mereka ke jari manis Lea. Lea juga melakukannya secara bergantian. Setelah itu Lea langsung saja mencium kelopak tangan Zion. Zion juga mencium Kening Lea dengan sangat lembut.
Lea memejamkan matanya ketika benda kenyal itu menyentuh keningnya. Dia merasakan kehangatan dan kenyamanan di dalamnya. Walaupun sudah empat tahun bertunangan tapi baru ini dia merasakan kehangatan ciuman Zion.
__ADS_1
Setelah itu mereka langsung saja melakukan sungkeman kepada seluruh keluarga. Mereka langsumg saja meneteskan air matanya sambil terus saja menciumi wajah lea baik itu kakek nenek. Papa mama. Kakak dan juga seluruh sahabatnya.
Acara itu di penuhi dengan air mata kebahagian karna Lea telah melepas masa lajangnya dan sekarang memikul tangung jawab sebagai seorang istri.