
Setelah tiba di kediaman Andara mereka semua langsung menbuat kesibukan mereka masing masing. Para kaum pria sedang berbincang bincan di ruang tamu sambil menikmati kopi. Sedangkan Kaun wanita sibuk di dapur untuk menyiapkan makan malam mereka.
Sedangkan Lea dan Zion sedang bermesraan di kamar mereka. Maklum saja pengantin baru, walaupun sudah melakukan malam pertama tapi, sayangnya masa masa pengantin baru mereka harus tergangu karna Lea yang di rawat di rumah sakit.
"Sayang, nanti malam ya" ucap Zion bergulut manja kepada Lea.
"Nanti malam apa?" ucap Lea bingung karna tidak mengerti ucapan Zion.
"Nanti malam lho, sayang. Bikin dedek" ucap Zion tersenyum genit.
Melihat sikap Zion yang berubah drastis, Lea langsung saja mengerutkan keningnya bingung. "Zi, kamu itu punya dua sifat ya?"
"Maksudmu, sayang?"
"Ia, sayang. Aku lihat kamu itu punya dua sifat yang berbeda beda. Tapi anehnya aku perhatikan kamu bisa melakukan dua sifat itu secara bergantiannya"
"Sifat apa maksudmu sih, sayang" ucap Zion mencium gemas wajah Lea.
"Itu kan. Baru aku bilang. Sekarang kau malah semakin menunjukkan sifat aslimu"
"Sifat apa sih, sayang?"
" Dulu aja waktu kita masih bertunangan kamu itu sangatlah kaku tapi, sekarang"
"Sekarang bagaimana, sayang" ucap Zion kesal karna Lea mengantung ucapannya.
"Sekarang kamu menunjukkan sifat aslimu yaitu mesum tingkat dewa"
Mendengar ucapan Lea yang mengatakan dirinya mesum, Zion langsung saja terkekeh sambil mengelengkan kepalanya pelan.
"Apa kau lupa dulu saat kak Brayen dan Ayu melakukan malam pertama kamu sangat penasaran dengan apa yang mereka lakukan. Bahkan kamu juga sangat ingin merasakan nikmatnya surga dunia. Sekarang aku akan selalu membawamu kedalam surga dunia yang sangat nikmat"
Mendengar ucapan suaminya Lea langsung saja tersipu malu sambil menyembunyikan wajah tomatnya. Jujur saja jika mengingat kenangan yang memalukan itu Lea tidak akan tau lagi di mana dia harus menyembunyikan wajahnya.
"Kamu itu pinter sekali cari alasan" ucap Lea memayunkan bibirnya.
"Aku bicara soal fakta, sayang" ucap Zion sambil menatap lekat bibir pink Lea.
Zion langsung saja menelan ludahnya kasar, menatap bibir yang sekarang menjadi candunya. Zion mencoba mendekatkan wajahnya dengan wajah Lea. Zion tidak mampu lagi menahan hasratnya dia ingin sekali melaha bibi pink istrinya dengan rakusnya.
__ADS_1
Zion terus saja mendekatkan kedua benda kenyal itu. Lea yang mengerti langsung saja terdiam lalu mencoba memejamkan matanya.
"Bibi, ante antik" ucap Sky dan Jasmine yang langsung masuk kedalam kamar Zion.
Sadar dengan kehadiran Sky dan Jasmine, Lea yang refleks langsung saja mendorong tubuh Zion sehingga Zion langsung saja terjun bebas ke lantai.
"Aaawww, sayang kamu jahat baget sih sama suamimu sendiri" ucap Zion kesal sambil memengang bokongnya yang mendarat mulus mencium lantai.
"Maaf, sayang. Aku tidak sengaja" ucap Lea langsung saja membantu Zion.
"Aman ama Ante apa?" ucap Jasmine bingung menatap kelakuan pasangan pengantin baru itu.
"Tidak apa apa, sayang. Tante tidak sengaja mendorong paman" ucap Lea tersenyum cangung sambil mencubi kecil perut Zion.
"Aww.. saki sayang" bisik Zion sambil memayunkan bibirnya.
"Kamu sih. Mesum tapi tidak kunci pintu terlebih dahulu" bisik Lea.
"Baiklah, nanti malam aku akan mengunci pintunya rapat rapat. Kamu, siap siap saja"
Jasmine dan Sky hanya menatap bingung Zion dan Lea yang main bisik bisik di depan mereka.
"Opss, maaf sayang. Kalian kenapa datang tiba tiba ke kamar bibi?"
"Mama sama Nenek bilang jika makanannya sudah siap. Jadi, Bibi dan Paman turun biar kita makan malam bersama" jelas Sky.
"Ya sudah. Kalian duluan ya. Bibi dan paman akan menyusul"
"Baiklah, Bi. Tapi Sky boleh bertanya tidak sama Bibi dan Paman?"
"Boleh, sayang. Kamu mau bertanya tentang apa?"
"Bibi sama Paman kapan kasih adik yang lucu untuk Sky?" ucap Sky polos.
"Paman akan segera memberikannya. Tapi, kamu harus janji dulu" ucap Zion dengan semangat.
"Anji pa aman?" ucap Jasmine tiba tiba.
"Ia, paman. Janji apa?" ucap Sky kembali.
__ADS_1
"Sky dan Jasmine harus janji tidak masuk ke kamar bibi dan paman lagi seperti tadi. Jika bibi dan paman sedang ada di kamar Sky dan Jasmine gak boleh gangu" ucap Zion to the point karna masih kesal akibat kedatangan Sky dan Jasmine dia gagal mendapatkan makan malamnya yang jauh lebih nikmat.
"Ok, Paman. Sky janji tidak lagi menggangu paman dan bibi jika sedang di kamar"
"Janji ya?'' ucap Zion langsung saja menyodorkan jari kelingkingnya.
Melihat Sky dan Jasmine langsung saja menyatukan jari kelingking mereka dengan jari kelingking Zion. "Anji"
"Nah, kita kan sudah buat janji! jadi, sekarang Sky dan Jasmine kebawah dulu ya. Nanti bibi dan paman nyusul"
"Ok, paman. Kami duluannya. Ayo dik" Sky langsung saja menarik tangan Jasmine lalu berlari kecil meninggalkan Zion dan Lea.
Melihat Sky dan Jasmine telah pergi, Zion langsung saja menutup pintu dengan rapat lalu menatap Lea sambil tersenyum yang sedang duduk di atas ranjang mereka.
"Sayang, kamu kenapa senyum senyum seperti itu?" ucap Lea bingung.
"Sebelum turun untuk makan malam, aku mau menikmati makanan pembukaku terlebih dahulu"
"Sayang, jangan ngadi ngadi" belum selesai mengucapkan kata katanya Zion sudah terlanjur menyatukan kedua bibir mereka.
Awalnya itu hanya ciuman yang lembut tapi lama kelamaan Zion semakin memperdalam ciuman mereka. Zion langsung saja mengeluarkan lidahnya lalu mengobrak abrik isi mulut Lea. Lea yang menikmati permainan suaminya langsung saja terbuai. Hingga di akhir Zion mencoba mengigit kecil bibir Lea lalu memberi ruang untuk mereka mengatur napas mereka masing masing.
Zion mencoba menggelao bibir Lea yang basah dengan tangannya. Zion langsung saja tersenyum melihat wajah istrinya yang malu malu tapi mau. "Nanti kita lanjutkan dengan makanan penutup. Sekarang kita turun dulu. Mereka pasti sudah menunggu kita"
Mendengar ucapan suaminya Lea langsung saja menganguk kecil lalu mencoba merapikan bajunya. Lea dan Zion langsung saja turun. Mereka langsung saja melihat keluarga besar mereka sedang menunggu kedatangan mereka.
"Ehem, mentang mentang pengantin baru. Di kamar terus" ucap Galang tersenyum mengoda kedua sahabatnya.
"Iri? itu makanya lho cepetan nikah. Jangan cewek aja di perbanyak tapi, nikah nikah engak" cerocos Lea hingga membuat Galang langsung saja mati kutu.
"Diam, Lho. Tunggu minggu depan aku akan menikah" ucap Galang asal.
"Wah. Calonmu sudah ada, Lang. Kenapa kamu tidak kenalin ke tante" ucap Anissa semangat.
"Jangan, nanti calonmu di jambak sama tantemu" ucap Rayhan mengingat kelakuan Anissa yanv menjambak kekasih Alex.
"Nanti tidur di luar."
"Tidak, ampun ma"
__ADS_1
Bersambung...