
Karna hari ini hari minggu Lea lebih memilih untuk menghabiskan waktu di kasur empuknya. Dia mengulung tubuh munggilnya di kasurnya yang begitu empuk.
Hingga akhirnya di mencoba membuka matanya ketika dia merasa ada sesuatu yang masuk kedalam selimutnya. Dia mencoba memeriksanya, lalu senyuman melingkar indah di wajahnya ketika melihat bocah lelaki gembul bersembunyi di dalam selimutnya.
"Sky, kamu ngapain sayang?"
"Bibi diam. Bibi Anggel datang" Sky mencoba bersembunyi di bawah selimut Lea.
Melihat sikap keponakannya yang begitu mengemaskan Lea hanya bisa mengelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Sky sayang lihat Bibi bawa makanan nie" suara merdu Anggel terdengar di ruangan itu. Dia terus mencoba mencari keberadaan keponakannya yang sangat dia rindukan.
"Sky bibi Anggel bawa makanan" bisik Lea yang tergiur mendengar kata makanan.
"Makanan" Sky membulatkan matanya. Sama seperti Lea dia juga sangat tergiur dengan yang namanya makanan.
Hingga akhirnya Anggel tiba di pintu kamar Lea. Dia menatap Lea yang masih bersantai di atas kasurnya. Dia langsung saja menayakan dimana keberadaan keponakannya dengan gerakan matanya.
Lea langsung saja menunjuk ke arah selimut yang terlihat seperti gundukan karna tubuh gembul Sky. Anggel langsung saja berjalan mendekati selimut itu dengan pelan palan.
"Ha...ha... geli bi..ha..ha.." Sky langsung saja terkekeh karna Anggel mengelitiki tubuhnya.
"Ha.. nakal sama bibi ya" Anggel langsung saja tertawa melihat Sky yang terkekeh.
"Bibi Lea culang" Sky langsung saja memajunkan bibirnya sambil keluar dari selimut.
"Kok bibi yang disalahin"
"Kalna bibi bilang Ki ada di sini. Maka bibi gak boleh makan makanan ki" Sky langsung saja memperlihatkan wajah gambeknya.
Melihat reaksi gambek Sky yang begitu mengemaskan Anggel dan Lea langsung saja mencubit kecil wajah gembul Sky sambil terkekeh.
"Sky sayang. Kamu di sini rupanya" Ayu langsung saja menghampiri ke tiganya.
"Ma bibi Lea culang. Dia bilang ma bibi Anggel jika ki di sini" adu Sky sambil melipat kedua tanggannya tak lupa bibirnya yang mayun ke depan.
"Lea mandi sana. Kakak sudah masak lho" ucap Ayu mengelengkan kepalanya melihat Lea yang baru bangun tidur.
"Siap kak. Lea mandi dulu" Lea langsung saja bangkit dari kasurnya tak lupa dia menciumi wajah Sky yang begitu mengemaskan.
"Geli bi ha...geli" Sky langsung saja terkekeh karna ulah Lea.
"Gambek lagi sama bibi?"
"Ndak bi ampun"
"Sudah mandi sana. Zion sudah di bawah" Ayu tersenyum.
__ADS_1
"Siap kak" Lea langsung saja mengayunkan langkahnya ke kamar mandi.
"Ayo Gel kita ke bawah. Mama sama Papa sudah menunggu" Ayu langsung saja membantu putranya untuk turun dari kasurnya.
"Bibi makanannya mana?" Sky langsung saja mengingat makanan yang di katakan Anggel.
"Ini sayang" Anggel langsung memberikan dua bukusan makanan yang dia bawa tadi.
"Wah... Makasi bi" Brayen langsung saja tersenyum melihat makanan yang di bawa Anggel.
"Sama sama sayang. Ayo kita turun" Anggel langsung saja mengandeng tangan mungil Sky.
" Ki bisa jalan sendili bi" Sky langsung saja melepas gengaman tangan Anggel lalu berlari keluar sambi membawa bungkusan makan yang ada di tangannya dengan bersusah payah.
Melihat tingkah Sky, Ayu dan Anggel lasung saja terkekeh keci lalu melangkahkan kakinya mengikuti Sky.
"Hai Boy..." Galang yang melihat Sky langsung saja menghampirinya.
"Paman" Sky langsung saja berlari ke arah Galang. dengan sigap Galang langsung saja membawa tubuh gembul Sky kedalam gendongannya.
"Kamu sudah datang Lang?" Ayu langsung saja menghampiri adik iparnya.
"Ia kak. Zhelina katanya rindu dengan Sky" ucap Galang menatap Zhelina yang berada di belakangnya.
"Dia pacar lho Lang? cantik sekali" Anggel langsung saja menatap kagum kecantikan Zhelina.
"Ayo kita sarapan dulu. Kakak sudah masak banyak" Ayu langsung saja membawa mereka ke ruang makan.
"Eh ada Galang sama Zhelina ayo sarapan bersama" Anissa langsung saja menyambut hangat kedatangan mereka.
"Wah.. Kakak sama Tante masak banyak sekali" Galang menatap berbagai jenis makanan yang sudah tertata rapi di meja makan.
Galang langsung saja mengambil makanannya lalu memakannya dengan lahapnya. Melihat sikap Galang mereka semua hanya bisa mengelengkan kepalanya kecil.
"Ki makan di suapi Tante cantik ya" Sky langsung saja duduk di samping Zhelina.
"Ia sayang. Sini biar Tante suapi" Zhelina langsung saja menyuapi Sky dengan telatennya.
"Wah... kalian semua ada di sini" Lea langsung saja bergabung dengan semuanya.
"Cepat lho ambil makanan lho. Atau gue habisin" ancam Galang sambil terus menyantap makanannya.
"Dasar lho rakus"
"Dari pada Lho kebo rakus"
"Sudah ayo makan. Lihat Zion sudah lapar" Anissa langsung saja menengahi keduanya.
__ADS_1
"Ia Ma" Lea langsung saja duduk lalu mengambil makanan Zion dan juga makanan untuknya.
Mereka langsung saja menyantap sarapan mereka sambil diselingi obrolan obrolan kecil.
****
Di bandara terlihat seorang pria gagah berjalan dengan aroggant ya di ikuti dengan gadis kecil yang begitu imut berjalan di sampingnya. Dan juga beberapa pengawal dan juga Babby sister di belakangnya
"Edy ita pain ke cini?" Jasmine menatap binggumg kota yang baru dia injak.
"Deddy ada pekerjaan yang harus Deddy kerjakan di sini sayang"
"Itu ya Edy"
"Ia sayang. Jasmine jangan nakalnya di sini"
"Ia edy. Asmine anji ndak nakal" Jasmine langsung saja mengangkat jari kelingkingnya.
Melihat itu Jhovan langsung saja berjongkok untuk menyetarakan tingi badannya dengan putrinya.
"Janji ya" Jhovan langsung saja menyatukan jari kelingkingnya dengan jari munggil putrinya.
Jhovan memang telah mengatur keberangkatannya untuk mencari keberadaan adiknya tanpa sepengetahuan sang Deddy.
Dia sengaja mengatur kerjasama dengan salah satu perusahaan terbesar di kota itu agar Deddynya tidak mencurigainya.
Dia berusaha menemui adiknya terlebih dahulu sebelum Deddynya. Karna dia tau Deddynya sangatlah keras kepada mereka dan tidak pernah mau mendengarkan keinginan para anaknya.
Yang ada di pikiran Jhohan hanyalah bagaimana dia bisa terus berkuasa dan selalu berada di atas. Jhohan juga mendidik kedua anaknya dengan keras agar bisa seperti dirinya tanpa memperdulikan keinginan dan juga kebahagiaan kedua anaknya.
Jhovan langsung saja membawa putrinya ke apartement yang sudah dia siapkan selama mereka berada di kota ini.
Jasmine yang melihat pemandangan pemandangan baru terus saja mengibarkan senyumannya. Dia menatap semua bangunan bangunan tinggi yang berdiri megah dari jendela mobil.
"Edy. Asmine lapar" ucap Jasmine ketika melihat warung cemilan di pinggir taman.
"Kamu mau makan apa sayang?"
"Itu eddy. Ajmine uga mau main di cana?" Jasmine langsung saja menunjuk ke arah taman.
Jhovan langsung saja menyuruh supir pribadinya mengikuti kemauan putrinya. Mereka langsung saja turun dari mobilnya lalu memesan makanan ringan keinginan putrinya.
Sambil menunggu Jhovan langsumg saja duduk di bangku taman sambil mengawasi putrinya yang sedang bermain.
Namun Jhovan langsung saja membulatkan matanya ketika melihat sepasang pemuda yang sedang bermain dengan anak kecil tak jauh dari tempatnya.
Jhovan melihat senyuman dan tawa dari ketiganya yang begitu bahagia. Seketika dia ikut tersenyum melihat kebagian mereka.
__ADS_1
Bersambung.....