GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)

GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)
Part 17


__ADS_3

Lea yang terbangun tengah malam tiba tiba terkejut melihat Zhelina tidak ada di sampingnya. Dia berusaha mencari keberadaan Zhelina hingga matanya tertuju ke arah pintu menuju teras kamarnya yang terbuka.


Dia melihat Zhelina termenung seorang diri di sana. Tak mau berpikir negatif dia langsung saja menghampiri Zhelina."Apa ada yang sedang Lho pikirkan Zhe?".


Zhelina yang mendengar ucapan Lea langsung saja menghapus air matanya lalu tersenyum ke arah Lea. " Lho tergangu ya Le? Maaf karna membuka pintunya pasti Lho kedinginankan?"


"Tidak. Aku memang terbiasa bangun di tengah malam seperti ini." Lea menatap wajah Zhelina walaupun berusaha terlihat bahagia tapi Lea bisa melihat kesedihan yang begitu jelas dari wajah Zhelina.


"Apa yang sedang Lho pikirkan Zhe?" Lea menatap wajah Zhelina dengan lekat.


Mendengar pertanyaan Lea, Zhelina langsung saja gugup. Dia tidak tau apakah dia akan menceritakan semua kecemasannya selama ini atau menyimpannya seorang diri.


Jika dia terus terusan menyembunyikan identitasnya kepada Lea maka sama saja dia akan membawa keluarga Lea kedalam masalah besar. Tapi, jika dia memberitau Lea yang sebenarnya dia takut Lea akan menjauh darinya bahkan lebih parah lagi dia akan di tendang oleh keluarga Adhijaya.


"Jika Gue menceritakan semua tentang kehidupan Gue apa Lho masih mau berteman dengan Gue?"


Mendengar ucapan Zhelina, Lea langsung saja mengerutkan keningnya. "Apa Lho tidak tau makna sebuah persahabatan? Jika Gue menjauhi Lho hanya karna kisah hidup Lho berarti Gue bukan sahabat Lho"


"Walaupun akan menyeret Lho dan keluarga Lho kedalam masalah yang sangat besar?"


Mendengar ucapan Zhelina, Lea langsung saja menatapnya bingung. Kemudia lea mencoba menarik napasnya pelan. Karna melihat kehawatiran di mata Zhelina dia tau jika Zhelina sedang ada masalah yang sangat besar.


"Apa Lho lupa jika kita punya Allah yang selalu membantu hambanya yang selalu meminta perlindungan darinya. Jangan pernah takut akan kita yang sesama hasil ciptaan Allah. Tapi takutlah akan murkanya Allah karna kita berada di jalan yang salah."


Mendengar ucapan Lea beserta ketulusan yang terpancar di mata Lea membuat Zhelina memberanikan diri untuk menceritakan masalahnya ke Lea.


"Apa Lho tau tentang keluarga Expender?"


"Ia Gue tau tentang keluarga itu. Mereka orang terpenting dan terkaya di kota saat kita bertemu"


"Gue adalah putri dari keluarga itu Le" jelas Zhelina memberanikan diri.


Mendengar ucapan Zhelina, Lea langsung saja tersenyum. Dia senang karna Zhelina akhirnya jujur kepadanya.


Lea dan Galang memang tau jika Zhelina bukan orang biasa saat mereka pertama kali bertemu. Tapi karna mereka melihat kesedihan yang begitu dalam di mata Zhelina mereka berusaha berpura pura tidak tau apa apa.

__ADS_1


"Apa alasan Lho kabur dari keluarga Lho?"


Zhelina langsung saja berdiri lalu memegang pagar teras itu lalu menarik napasnya pelan. "Karna Deddy mau menjodohkan Gue dengan ketua geng Gaster yang begitu licik dan kejam. Gue tidak bisa menolak karna Deddy tidak pernah memperdulikan keinginan Gue dan juga kak Jhovan. Yang ada di pikiran Deddy hanyalah harta dan tahta semata."


"Apa Deddy Lho juga ketua Mafia D'King Snake?"


Mendengar pertanyaan Lea, Zhelina langsung saja menatapnya tidak percaya. "Dari mana Lho tau tentang itu?"


"Gue tau saat menginjakkan kaki ke kota itu. Galang bilang jangan cari gara gara di kota itu karna Mafia itu" Jelas Lea mendengar peringatan Galang.


"Sekarang apa Lho masih mau berteman dengan Gue?"


"Sampai kapan pun Lho akan tetap menjadi sahabat Gue, sahabat terbaik Gue" Lea langsung saja mengengam tangan Zhelina.


"Tapi bukan hanya Lho. Keluarga Lho juga akan terkena masalah"


"Kita akan menghadapinya bersama sama" ucap Lea tersenyum penuh keyakinan.


"Jika Lho masih belum yakin ayo kita Sholat Tahajud. Mintalah petunjuk dan pertolongan kepadanya" Lea langsung saja membawa Zhelina ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.


Mereka berdua melakukan Sholat dengan begitu khusyuknya. Mereka juga mengaji dan juga berdoa meminta pertolongan kepada Allah.


*****


Zhelina sedang menemani Galang untuk mengawasi para mahasiswa/i yang mengadakan koas di rumah sakit mereka. Galang dengan teliti mengajari apa saja yang akan di lakukan para mahasiswa/i itu selama koas di rumah sakit sang Kakek.


"Perkenalkan saya Dokter Galang. Saya yang akan membimbing kalian selama koas di rumah sakit kami" Jelas Galang dengan ramah sambil memperlihatkan senyumannya yang begiti sangat mengoda setiap gadis yang menatapnya.


"Kalau jadi pembimbing hidupku bagaimana Dok?" ucap salah satu mahasiswi manja.


"Boleh saja" ucap Galang tersenyum hingga membuat mahasiswi itu berteriak histeris.


"Dasar pria kapan pun dan dimanapun selalu saja tebar pesona" batin Zhelina geram melihat tingkah Galang.


"Apa gandengannya belum ada Dok? jika belum ada boleh daftar gak?" ucap mahasiswi lainnya.

__ADS_1


"Mau daftar apa daftar absen?" ucap salah satu mahasiswa karna geram melihat tingakh centik para rekan wanitanya.


"Iri bilang?" ucap semua mahasiswi hingga membuar mahasiswa itu kalah suara.


"Sudah sudah. Jangan ribut nanti kalian membangunkan singa yang sedang tidur" Galang tersenyum sambil melirik Zhelina yang berdiri tak jauh darinya.


"Hay..Adek adek koas yang imut imut" tiba tiba Lea datang dengan segala kehebohannya.


"Hayy Kakak Dokter cantik?" ucap para mahasiswa yang terpesona akan kecantikan Lea.


"Zhe. Ayo sini" Lea langsung saja menarik tangan Zhelina hingga mereka berdua berdiri di depan para mahasiswa/i koas.


"Perkenalkan saya Dokter Ghilea yang juga membimbing kalian bersama Dokter playboy ini"


"Kalau saja Zhelina pengawal pribadi Dokter Lebay ini" ucap Zhelina sambil menunjuk ke arah Galang.


"Kak Zhelina sudah punya pasangan belum? Jika belum boleh daftar ya" teriak salah satu mahasiswa.


"Kamu mau jadi pasangan singa betina ini? Apa kamu mau jadi santapannya nantiny?" ucap Galang tersenyum.


"Tidak apa apa singa betina dari pada lho playboy cap kapak" ucap Zhelina tidak mau kalah.


"Ehem" dehem Alex memperhatikan ketiganya yang sedang membuat onar.


"Eh ayah. Paman" ucap ketiganya cengegesan sambil mencubit satu sama lain.


"Lakukan tugas kalian dengan baik" ucap Alex datar tak lupa dengan tatapan tajamnya membuat setiap orang yang melihatnya langsung saja mengidik ngeri.


"Ia Yah" ucap Galang patuh.


Mereka bertiga langsung saja membantu para adik adik koas dan memberikan jadwal pekerjaan mereka masing masing beserta memberitau tugas mereka masing masing.


Galang, Zhelina dan Lea juga membawa adik adik koas itu keliling rumah sakit sambil menjelaskan berbagai macam alat medis yang ada di rumah sakit itu.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2