
Setelah menjual usaha mereka yang baru bangun. Jhohan juga terpaksa menjual mension mereka dan menyewa rumah kecil untuk tempat tinggal mereka. Biaya pengobatan Ditha yang begitu besar membuat Jhohan kehilangan segalanya seketika.
Namun setelah menjual semuanya Jhohan masih kekurangan biaya untuk pengobatan Ditha. Tidak ada piliha Jhohan mencoba menemui sahabat sekaligus rekan bisnisnya dahulu dengan harapan mereka mau membatu Jhohan.
"Permisi, tuan Wijayanya ada?" ucap Jhohan kepada satpam penjaga gerbang Dedi wijaya.
"Maaf dengan siapa?" ucap Satpam itu menatap remeh kepada Jhohan yang hanya memakai kaos oblong yang lusuh.
"Saya Jhohan. Bilang saja kepada Dedi jika Jhohan ingin bertemu"
"Baiklah. Anda tunggu saja di sini" ucap Satpam itu tersenyum sinis ke Jhohan.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya satpam itu kembali. "Silahkan. Tuan Wijaya mengizinkan Anda untuk menemuinya"
Mendengar ucapan Satpam itu Jhohan langsung saja tersenyum lega. Dia sangat yakin jika Dedi sahabatnya mau membantunya. Namun setelah sampai di ruang tamu Dedi, Jhohan melihat para pejabat tinggi lainnya sedang berkumpul di sana.
"Hai, tuan Jhohan Expender" ucap Dedi tersenyum melihat kehadiran Jhohan.Jhohan hanya tersenyum menunduk mendengar sapaan Dedi.
"Hai, tuan Jhohan Expender yang terhormat. Kenapa anda hanya berdiri saja di sana. Tapi, tunggu sebentar" ucap Tomi mulai memeriksa penampilan Jhohan.
"Dimana jas kuasa anda dan juga kemeja mahal yang selalu anda banggakan selama ini? lihat penampilan anda sekarang. Pakaian anda saja tidak pantas di gunakan untuk kain lap" ucap Tomi tertawa renyah bersama pejabat pejabat lainnya.
Deghh... hati Jhohan langsung saja teriris mendengar hinaan para rekan bisnisnya dahulu. Jhohan menatap satu persatu wajah yang sedari tadi menertawainya hingga matanya terhenti kepada Dedi sahabatnya yang telah dia anggap seperti saudaranya sendiri.
"Maaf saya ingin bicara dengan Dedi" ucap Jhohan menunduk.
"Oh, ia. Maaf saya sampai lupa. Apa ada hal penting yang mau anda sampaikan sehingga anda jauh jauh datang ke istana saya?" ucap Dedi dengan angkuh.
"Maaf. Saya kemari hanya ingin meminjam uang karna istri saya sedang sakit sekarang" Jhohan mencoba memberanikan diri menyampaikan keinginannya.
__ADS_1
Buahaha..haha... tawa Dedi langsung saja pecah mendengar ucapan Jhohan. Setelah puas tertawa dia langsung saja berdiri lalu mendekati Jhohan.
"Anda ingin meminjam uang dari saya? tapi, apa anda yakin bisa membayarnya?. Saya dengar usaha yang baru saja anda bangun telah anda jual bahkan mension anda yang besar dan mewah itu juga sudah anda jual. Jadi, apa alasan saya untuk memberi pinjaman kepada anda yang tidak mempunyai apa apa lagi yang bisa disebut sebagai gembel?" ucap Dedi tersenyum sinis lalu menertawai Jhohan di ikuti oleh semua orang yang ada di sana.
"Apa kau lupa, jika perusahaanmu bisa seperti ini karna bantuanku? jika dulu aku tidak membantumu kau tidak ada apa apanya Dedi" ucap Jhohan geram.
"Hoo... jadi anda meminta balas budi dari saya?"
"Tidak, saya tidak akan meminta apapun dari manusia iblis sepertimu" Jhohan langsung saja mengepalkan tangannya geram melihat semua orang menertawai keadaannya sekarang.
"Oh baiklah. Hai teman temanku sekalian, apa kalian mau memberi sumbangan kepada teman kita satu ini?" ucap Dedi langsung saja meremehkan Jhohan.
"Ini ada uang receh di kantongku. Anda berikan saja kepadanya"
"Saya juga ada uang receh" ucap semua orang sambil mengumpulkan uang yang mereka angap receh lalu memberikannya ke Dedi.
"Ia saya juga mempunyai uang receh. Ambil ini, saya iklas memberikannya kepadamu" ucap Dedi langsung saja menghamburkan uang yang dia kumpulkan di depan wajah Jhohan lalu tersenyum sinis di ikuti oleh semua orang yang ada di sana.
"Aku bersumpah akan membalas hinaan kalian semua" ucap Jhohan mengepalkan tanggannya sambil menatap mereka semua dengan mata penuh amarah.
"Silahkan saja. Kami akan menunggunya dengan senang hati" ucap Tomi tersenyum meremehkan Jhohan.
"Dasar orang tidak tau di untung. Sudah syukur kami mau memberi sedekah kepadamu" ucap Dedi meremehkan Jhohan.
Tak mau di hina lebih dalam lagi Jhohan langsung saja meninggalkan orang orang yang tak punya hati itu dengan penuh amarah. " Saya bersumpah akan membalas perbuatan kalian. Saya akan bangkit kembali sehingga kalian tidak berani lagi menunjukkan wajah kalian di depan saya." batin Jhohan penuh dengan kemarahan.
Jhohan langsung saja meninggalkan kediaman Dedi dengan penuh kemarahan. Dia berjalan di pingiran kota seorang diri dengan rasa penuh kehampaan bahkan suara mobil yang berlalu lalang memadati kota tidak mampu mengusik pikiran Jhohan yang kosong.
Hingga akhirnya langkahnya terhenti di rumah kontrakan yang sangat sempit. Namun, suara tangisan kedua anaknya yang dia dengar dari dalam kontrakan itu langsung saja Jhohan berlari kedalam dengan kedaan panik.
__ADS_1
"Jhovan ada apa sayang?" ucap Jhohan melihat putranya keluar secara tergesa gesa sambil menangis.
"Deddy, Mommy" ucap Jhovan kesegukan. Mendengar ucapan putranya Jhohan langsung saja berlari kedalam mencoba memeriksa keadaan istrinya.
"Arghhh...Sakit...hiks..hiks"
air mata Jhohan langsung saja menetes ketika melihat istrinya sedang menangis karna menahan sakit di kepalanya.
"Kenapa Mommy bisa seperti ini?" ucap Jhohan panik.
"Maaf, Ded. Obat Mommy habis. Jadi Mommy tidak minum obat hari ini" jelas Jhovan.
"Cari bantuan, kita bawa Mommy ke rumah sakit sekarang" perintah Jhohan langsung saja memeluk istrinya yang terus meraung kesakitan.
Jhovan kecil langsung saja berlari keluar mencoba mencari bantuan kepada tetangganya. Tapi, tak ada satupun orang yang mau membantunya. Hingga Jhovan melihat gerobak sampah. Dengan cepat Jhovan langsung saja membawa gerobak itu dengan harapan itu bisa membawa Mommynya ke rumah sakit.
"Deddy, Jhovan tidak mendapatkan bantuan. Tapi gerobak itu bisa kita gunakan untuk membawa Mommy"
"Ya sudah. Tidak apa apa, Nak. Kamu pegang adikmu" ucap Jhohan berusaha terlihat tegar di depan kedua anaknya. Jhohan langsung saja meletakkan tubuh Ditha yang kurus ke gerobak sampah itu.
Dia langsung saja mendorong gerobak sampah itu dengan cepat di ikuti Jhovan dan Zhelina dari belakang. Namun setelah sampai di jalan raya sebuah mobil Sport mewah berhenti di depan mereka.
Jhohan melihat Dedi sedang tertawa melihatnya dari mobil sport itu. Tak cuman itu Dedi juga meludahinya lalu kembali melajukan mobilnya. Meliha sikap Dedi kepadanya Jhohan berusaha terlihat tegar dia langsung saja mengelap ludah Dedi yang mengenai bajunya.
"Deddy, kenapa orang itu meludahi Deddy?"
"Sudah tidak apa apa, Nak. Ayo kita jalan lagi" ucap Jhohan tersenyum lalu kembali mendorong gerobak sampah itu.
Namun baru berapa langkah sebuah mobil sport mewah kembali berhenti di depan mereka. Terlihat wanita cantik yang berbalut gamis dan hijab panjangnya mencoba menghampiri mereka.
__ADS_1
Bersambung....