GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)

GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)
Part 30


__ADS_3

"Hay gadis imut tante. Jangan bersedih gitu dong nanti imutnya hilang" Lea berjongkok untuk menyetarakan tinggi badanya dan juga Jasmine.


"Aci ante. ante angat antik" Jasmine langsung saja tersenyum lalu menatap wajah cantik Lea.


"Gitu dong kan imut" Lea langsung saja menoel gemas hidung mancung Jasmine.


"Apa nona Mitha istri anda tuan?" ucap Zion bingung.


"Ia dia adalah istri saya. Namun begitulah dia karna terlalu terobsesi dengan dunia modelnya dia sampai tidak peduli dengan putrinya sendiri" jelas Jhovan kesal mengingat kelakuan Mitha.


Mendengar ucapan Jhovan Lea langsung saja mengumam kesal "Dasar wanita setengah iblis. Tidak hanya kegatelan mengoda milik orang tapi juga tidak peduli dengan miliknya sendiri dan putrinya."


"Kamu kenapa sayang?" ucap Zion tersenyun mendengar omelan Lea.


"Tidak apa apa. Aku heran saja kenapa ada wanita seperti itu. Ingin rasanya aku ulek dia itu" ucap Lea penuh kekesalan. Melihat tingkah istrinya Zion hanya tersenyum kecil.


"Oh ia tuan, saya mengucapkan banyak terimakasi karna anda telah menyelamatkan istri saya" ucap Zion mengingat cerita Galang jika Jhovanlah yang menolong Lea saat di keroyok oleh geng kay.


"Oh tidak apa apa. Yang penting sekarang nona muda tidak apa apa" Jhovan tersenyum.


"Oh ia. Selamatnya atas pernikahan kalian semoga lekas dapat keturunan" ucap Jhovan tersenyum.


"Terimakasi tuan" Zion tersenyum. Sedangkan Lea yang mendengar kata keturunan langsung saja menunduk malu.


"Ante antik apa melah melah itu?" ucap Jasmine melihat wajah Lea yang memerah karna malu.


"Em. Wajah tante kenapa rupanya sayang" Lea langsung saja memegang wajahnya dengan kedua tangannya.


"Wajahmu tidak apa apa. Hanya saja.." ucap Zion tersenyum mengoda Lea.


Lea yang kesal langsung saja mencubil perut Zion sambil memayunkan bibirnya kesal. " Aww... sakit sayang" rintih Zion sambil memegang perutnya.


Melihat tingkah kedua pengantin itu Jhovan hanya mengelengkan kepalanya kecil lalu membawa Jasmine turun dari altar pelaminan. Lalu membawa putrinya berkumpul dengan para tamu undangan lainnya.


"Haii..Jasmine. Kamu cantik sekali" puji Sky menghampiri Jasmine.

__ADS_1


"Akak Ki uga ampan" Jasmine tersenyum


"Ayo ikut kakak kita makan kue di sana" Sky langsung saja menarik tangan Jasmine.


"Jangan jauh jauh ya boy" ucap Brayen tersenyum menatap kepergian Sky dan Jasmine.


"Ok pa" Sky langsung saja membawa Jasmine untuk mengelilingi aula pesta.


"Mampus gue, kakak dan Jasmine ada di sini" batin Zhelina sambil bersembuyi dari Jhovan dan Jasmine.


Zhelina terpaksa merelakan acara meriah itu lalu bersembunyi di kamar hotel yang telah mereka pesan untuk setiap keluarga pengantin. Zhelina memasuki kamarnya dengan malas lalu menghampaskan tubuh rampingnya di atas kasur.


Dia terus saja menatap langit langit kamarnya dengan tatapan kosong. Dia tidak bisa membayangkan apa jadinya dirinya ketika keluarga Adhijaya tau jika dia adalah putri dari seorang mafia yang sangat kejam.


Dia tidak mau kehilangan moment yang selama ini dia tidak dapatkan yaitu moment saat bersama keluarga yang sangat menyayanginya dan selalu mengerti dia.


Kembali ke acara pernikahan. Lea yang mulai kelelahan karna tamu undangan yang sangat banyak terus saja memasuki aula pernikahan langsung saja duduk lemas di atas pelaminan.


Kakinya mulai pegal karna harus berdiri untuk menyalami para undangan di tambah lagi high heels yang di gunakan Lea membuat kakinya semakin pegal.


Menyadari itu Zion langsung saja menyuruh galang mencari sendal untuk Lea. "Ini sandalnya" ucap Galang memberikan sendal lepes kepada Zion.


"Ingat itu tidak gratis ya" ucap Galang melipat kedua tangannya. Mendengar ucapan Galang Zion langsung saja mengerutkan keningnya bingung.


"Kamu harus memproduksi keponakan yang sangat lucu untukku. Jika boleh perempuan karna aku telah memiliki keponakan lelaki yang sangat tampat" perintah Galang tanpa mau di tolak. Mendengar ucapan Galang, Zion langsung saja terkekekeh kecil.


"Wauu.. cantik sekali. Aku harus mendapatkannya. Zi lho doain sahabat lho yang paling tampan ini ya" ucap Galang penuh percaya diri lalu meningalkan Zion untuk mendekati incarannya malam ini.


"Dasar playboy" gumam Zion lalu melangkahkan kakinya menghampiri sang istri yang telah menunggu di atas plaminan.


"Sayang gunakan ini biar kakimu tidak lelah" Zion langsung saja menganti high heels Lea dengan sendal yang di berikan Galang.


Setelah itu mereka kembali menyalami tamu yang semakin malam terlihat semakin banyak.


"Sayang kedua orang tua kita mengundang berapa ribu orang sih?" ucap Zion yang mulai kesal.

__ADS_1


"Mana aku tau sayang. Memangnya kenapa?" ucap Lea bingung.


"Tidak apa apa burungku sedari tadi sudah meminta makan"


Mendengar ucapan Zion Lea langsung saja mengerutkan keningnya bingung. Dia terus berpikir burung apa yang di maksud suaminya karna setaunya suaminya tidak pernah memelihara burung.


"Memang kamu punya burung?" ucap Lea polos.


Mendengar ucapan Lea, Zion langsung saja menatap Lea bingung. Dia langsung saja menangkap lain kepolosan Lea.


"Jadi kamu kira aku tidak punya burung?" ucap Zion menatap lekat wajah Lea.


"Habisnya kamu tidak pernah memperlihatkannya kepadaku jadi aku pikir kamu tidak punya burung" ucap Lea menatap Zion bingung.


"Baiklah nanti aku akan menunjukkannya kepadamu. Tapi kamu harus langsung memberinya makan ya"


"Baik" ucap Lea patuh sambil terus menatap Zion bingung.


Tak terasa hari semakin larut malam. Para tamu undangan pun telah mulai berpulangan. Melihat acara yang telah selesai Zion langsung saja membawa Lea ke kamar pengantin.


"Sayang kamu mandi dulu. Sebentar lagi kamu harus melakukan tugasmu untuk memberi makan burungku" mendengar ucapan Zion Lea semakin bingung dengan burung yang di maksut Zion karna dia sama sekali melihat adanya burung di sana.


Melihat Lea yang hanya bengong Zion langsung saja memeluknya dari belakang "Apa kamu mau langsung memberi makan burungku sayang" bisik Zion tepat di telinga Lea hingga membuat aura yang berbeda mendesis di tubuh Lea.


Melihat kelakuan Zion yang berani, tidak seperti saat mereka pacaran dulu di mana Zion selalu menjaga jarak dengan Lea membuat lea sangat gugup. Lea langsung saja berlari ke arah kamar mandi.


Cukup lama dia berada di kamar mandi untuk menghilangkan kegugupannya. Melihat Lea yang sudah satu jam berada di kamar mandi membuat Zion menjadi semakin tidak sabaran.


"Le, kamu kenapa?" ucap Galang mencoba mengetuk pintu.


"Aku tidak apa apa" ucap Lea membuka pintu kamar mandi.


Melihat Lea yang kini berdiri di depanya dengan mengunakan dress tidur selutut membuat Zion langsung saja menelan ludahnya kasar. Dia langsung saja membawa tubuh mungil Lea kedalam gendongannya lalu meletakkannya dengan lembut di atas ranjang.


"Apa kamu sudah siap memberi makan burungku?" ucap Zion menatap lekat wajah Lea.

__ADS_1


"Memangnya burungnya mana?"


Bersambung.....


__ADS_2