GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)

GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)
Part 31


__ADS_3

Lea terbaring di bawah Zion. Dia tidak bisa berkutik karna Zion mengapit tubuh mungilnya dengan kedua tangannya.


"Apa kamu mau memberi makan burungnya sekarang sayang?" ucap Zion sambil menatap bibir mungil Lea yang berwarna pink penuh dengan hastrat.


Mendengar ucapan Zion, Lea langsung saja mengerutkan keningnya bingung sambil terus menatap selurus ruangan. "Burungnya mana? aku tidak melihat butung di sini."


Mendengar ucapan Lea, Zion langsung saja terkekeh sambil menatap kepolosan Lea yang ketulungan.


"Apa kamu mau melihat burungnya sekarang?" Zion mulai memainkan jarinya di wajah Lea lalu berhenti di bibir Lea.


Mendengar ucapan Zion, Lea langsung saja mengangukkan kepalanya dengan cepat. Melihat itu Zion langsung saja menangakap tangan Lea lalu menuntunnya ke arah selangkangannya.


Tiba tiba Lea langsung saja membulatkan matanya sambil menatap Zion dengan malu ketika dia merasakan ada benda besar dan keras di dalam celana Zion.


"Burungnya sudah bangun sayang. Sekarang dia meminta makan darimu." Zion tersenyum sambil terus memainkan jarinya di wajah Lea.


Lea yang salah tingkah langsung saja menunduk malu. Bahkan dia tidak berani menatap wajah Zion yang sekarang ada di atasnya.


"Biasanya kamu yang selalu menempel denganku. Tapi sekarang disaat kita sudah halal kenapa kamu yang kelihatan sangat gugup" Zion langsung saja memegang dagu Lea sehinga mereka kembali bertatapan.


Zion terus saja menatap bibir Lea yang terlihat mengodanya. Cukup lama Zion menahan diri untuk tidak menyentuh bibir itu. Namun Zion tidah akan menyiakan malam indah ini.


Zion langsung saja menc**m bibir Lea dengan lembut. Lea yang merasakan kehangatan itu untuk pertama kalinya langsung saja memejamkan matanya.


Melihat Lea yang juga merasakan nikmatnya ci**an pertama mereka Zion langsung saja tersenyum. Zion berlahan merubah ci**m menjadi C**an yang penuh hasrat. Dia melahap bibir Lea dengan sangat lembut hingga Lea juga menikmati permainan Zion.


Setelah selesai Zion langsung saja melepaskannya untuk memberi waktu untuk mereka mengatur napas mereka masing masing.


"Apa boleh aku mengambil hakku malam ini?" Zion menatap Lea dengan tatapan penuh hasrat.

__ADS_1


Lea langsung saja mengangukkan kepalanya pelan. " Ambillah apa yang sudah menjadi milikmu."


Mendengar ucapan Lea, Zion langsung saja tersenyum. Dia kembali mencumbi Lea dengan sangat lembut. Hingga akhirnya kedua pasangan pengantin baru itu langsung saja melakukan pergelumunan yang sangat panas untuk pertama kalinya.


Berlahan air mata Lea menetes memabasi wajah mulusnya karna harus menahan sakit karna melakukan hal itu untuk yang pertama kalinya. Zion langsung saja menghapus air mata Lea dengan lembut dengan ibu jarinya.


"Maafkan aku. Karna aku kamu harus menahan sakit seperti ini"


"Ini sudah menjadi tugasku menjadi istrimu. Aku tidak apa apa sakit sebentar agar kita bisa bahagia dan melewati masa masa indah seperti ini untuk selamanya"


"Terimakasi sayang" Zion langsung saja mencium kening Lea dengan sangat lembut. Lalu dia kembali melakukan aksinya. Zion melakukannya dengan sangat lembut dan pelan agar Lea tidak merasakan sakit.


Hinga akhirnya Zion melakukan pelepasan di dalam tubuh Lea. Setelah itu dia memeluk Lea yang masih berada di bawahnya dengan sangat erat.


"Apa kamu sudah lelah?" Zion langsung saja mengerutkan keningnya karna Lea sama sekali tidak menjawabnya.


Karna tak ada jawaban dari Lea, Zion langsung saja mengangkat kepalanya yang tadinya dia tengelamkan di leher jenjang Lea. Berlahan dia langsung saja tersenyum karna melihat Lea sudah tertidur dengan lelapnya.


Berlahan Zion mencium kening Lea dengan lembut lalu menyelimuti tubuh polos Lea. Setelah itu dia langsung saja pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Tak menunggu lama untuk Zion untuk membersihkan diri. Dia keluar dari kamar mandi dengan begitu segar apalagi setelah mendapat suplement tambahan dari Lea membuatnya semakin jauh lebih segar lagi.


Zion langsung saja duduk di samping Lea sambil menyandarkan dirinya. Dia mengambil ponselnya yang sedari tadi dia mode senyapkan karna takut kejahilan Galang akan menganggu malam indahnya bersama istri tercinta.


Baru membuka ponselnya dia langsung saja melihat banyak pesan masuk dari galang. berlahan dia memainkan jarinya dan mengetik sesuatu di sana.


...*A*pa lho tidak *tidak dapat mangsa malam ini? hingga lho harus mengangu malam indah gue?~~Galang....


Gue dapat mangsa sih. Tapi kan tidak seperti lho yang sudah bebas ngelakuin apapun. Tapi bagaimana apa lho sudah tau rasanya surga dunia yang katanya sangat nikmat itu?~~Zion bucin.

__ADS_1


^^^Hahaha...itu makanya jangan kebanyakan cewek. cewek aja yang lho perbanyakin tapi tidak ada yang membawa pahala malah membawa dosa. Apa lho tidak pingin menikmati surga dunia yang sangat nikmat itu?"~~Galang.^^^


Apa rasanya sangat nikmat zi?~~ Zion bucin.


...Rasanya.....???? coba saja sendiri~~ Galang*....


Zion langsung saja mematikan ponselnya sambil tersenyum sendiri. Dia terkekeh geli membayangkan sifat Galang yang sangat gila wanita tapi tidak berani melakukan hal itu dengan wanita.


Dia langsung saja meletakkan ponselnya di atas meja lalu membaringkan tubuhnya di samping Lea. Zion terus saja menatap wajah cantik Lea yang semakin terlihat saat dia tertidur.


Zion mencoba menyikirkan rambut Lea yang menghalangi wajah cantiknya. Berlahan Zion kembali mencium lembut bibir Lea yang sudah menjadi candu baginya. Setelah puas memandangi wajah Lea dia merasakan jika ada yang terbangun di bawah sana.


Zion langsung saja menatap ke arah bawahnya lalu tersenyum sendiri. " Kamu sabarnya. Besok kita akan melakukannya dengan sepuasmu. Karna malam ini pasanganmu masih terluka"


Zion mencoba menenangkan burungnya yang terus terusan meminta makan. Karna hari yang sudah larut malam Zion yang sudah mengantuk langsung saja memeluh Lea lalu menelungkupkanwajahnya di leher jenjang Lea. Berlahan dia menutup matanya hingga keduanya terlelap dalam tidur mereka masing masing.


*****


Galang tersenyum sendiri membaca chat dari Zion. Namun seorang wanita langsung saja meraba dada kekarnya yang terlihat mengoda.


"Sayang, apa kita hanya melakukan itu saja malam ini?" ucap wanita itu manja.


Wanita itu adalah salah satu korban rayuan maut Galang. Dia dengan mudahnya mau di ajak Galang menginap di hotel dengan harapan mendapat kepuasan dari Galang.


"Memangnya kau mau melakukan apa lagi?" Galang menerutkan keningnya menatap wanita yang ada di depannya.


"Apa kau tidak ingin memberi kepuasan untuknya" Wanita itu dengan lancang langsung memengang aset pribadi Galang.


Meliahat sikap wanita itu yang begitu liar Galang langsung saja membulatkan matanya kaget. Dia langsung saja mengingat jika sedari tadi dia kekurangan sesuatu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2