
Berlahan sinar matahari yang sudah menjulang tinggi mengusik tidur Zion yang masih terlelap karna telah menghabiskan seluruh tenanganya bersama Lea semalaman.
Berlahan mata Zion terbuka dan yang pertama kali dia lihat saat membuka mata adalah kecantikan istrinya yang masih tertidur dengan lelapnya.
Walaupun dalam keadaan tidur kecantikan Lea semakin terpancar sehingga membuat Zion merasa enggan untuk memalingkan pandangannya walaupun hanya sebentar saja. Zion mencoba mengelus wajah mulus Lea dengan jari telunjuknya sehingga membuat Lea terusik.
"Pagi sayang" ucap Zion sambil tersenyum manis ketika melihat Lea mencoba untuk membuka matanya.
Bukannya menjawab Lea malah menutup wajahnya dengan selimut karna merasa malu kepada suaminya sendiri.
"Kamu kenapa?"
"Tidak apa apa"
"Jadi kenapa kamu menutup wajah cantimu itu. Mataku belum puas menatap sempurnanya ciptaan Allah pagi ini" Zion mencoba menarik selimut yang menutupi wajah Lea.
Lea yang merasa malu langsung saja memalingkan wajahnya. Melihat sikap Lea yang malu malu Zion langsung saja tersenyum lalu menarik tubuh polos Lea kedalam pelukannya.
"Sayang, burungku mau makan lagi, boleh ya?" Zion memainkan tangannya di wajah Lea.
"Semalam apa kurang?" Lea langsung saja membulatkan matanya.
Zion langsung saja menganguk lalu kembali melahap bibi munggil Lea dengan sangat lembut. Lea hanya pasrah lalu kembali terbuai dengan permainan suaminya. Tak lupa Zion meninggalkan jejak kepemilikannya di leher dan dada Lea. Hingga akhirnya mereka kembali menyatukan cinta mereka.
******
Galang dan Zhelina yang masih tertidur dengan lelapnya. Tiba tiba tidur Zhelina terusik karna merasa tubuhnya seperti tertindih benda berat. Zhelina mencoba membuka matanya.
"Aahhhrggg" Teriak Zhelina ketika melihat Galang memeluk dirinya seperti bantal guling sambil menendang tubuh Galang hingga jatuh tersungkur ke lantai.
"Aawww. Lho gila ya" teriak Galang sambil memegang pingangnya yang sakit karna ulang Zhelina.
"Lho yang gila. Gapain lho peluk peluk gue" teriak Zhelina tak mau kalah
"Lho yang meluk gue duluan, jadi gue pikir lho kedinginan makannya gue peluk balik" ucap Galang asal lalu kembali naik ke atas kasur tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Mana ada gue peluk lho"
__ADS_1
"Ada"
"Gak"
"Jika ada nanti gimana?"
"Perasaan gue gak ada peluk lho kok"
"Orang lho lagi tidur mana lho tau lho meluk gue atau tidak"
Mendengar ucapan Galang, Zhelina langsung sama terdiam dan mencoba berpikir.
"Kenapa lho diam. Lho sadarkan jika lho tidurnya macam mana?"
"Emang gue tidurnya macam mana?" ucap Zhelina menatap Galang polos.
"Sudahlah ngomong sama lho gak ada ujungnya. Sekarang lho pijitin nih pinggang gue yang encok karna ulah lho" ucap Galang lalu mencoba membaringkan tubuhnya deng menelungkup sambil menunjuk pingangnya.
"Enak aja. Gue gak mau"
"Lho pijitin ga? atau?" Galang langsung saja bangun dari tidurnya lalu mendekatkan wajahnya ke Zhelina dengan tatapan yang tidak dapat di artikan.
"Gitu dong" Galang langsung saja tersenyum lalu kembali membaringkan tubuhnya.
Zhelina langsung saja mencoba memijit pingang Galang dengan telaten sehingga Galang langsung saja tersenyum lebar.
"Ternyata selain usil lho pinter mijit juga ya" puji Galang tersenyum.
"Diem lho. Mau gue pijitin atau gak"
"Galak amat sih jadi cewek. Lho tu jadi cewek harus belajar lembut, apa lho mau jadi perawan tua karna gak ada cowok yang mau sama cewek galak"
"Gue tidak peduli. Jika ada cowok yang mau jadi pendamping gue maka dia harus menerima segala kekurangan dan kelebihan gue."
Mendengar jawaban Zhelina, Galang langsung saja terdiam sambil tersenyum.
"Tapi semalam kenapa lho tidur ke kamar gue jika kamar lho juga ada?" Zhelina masih saja penasaran kenapa Galang tidak mau tidur di kamarnya sendiri.
__ADS_1
"Itu, semalam gue punya kenalan cewek baru lalu gue bawa ke kamar gue untuk bermain main. Tapi gue gak nyangka jika cewek itu lebih ganas dari pada gue. Dari pada gue harus melepas perjaka gue dengan wanita yang belum tentu jadi istri gue, gue lebih baik kabur saja dan tidur disini." Jelas Galang to the point.
Namun Zhelina langsung saja mengerutkan keningnya bingung mendengar penjelasan Galang. Dia memang tau jika Galang pria playboy yang suka mempermainkan wanita bahkan sering keluar masuk hotel dengan wanita yang berbeda beda.
"Jadi lho masih perjaka Lang?" tanya Zhelina untuk memecahkan pertanyaan yang memutar di pikirannya dari semalam
"Memangnya kenapa? apa lho mau melihatnya?" ucap Galang langsung saja bangkit dari tidurnya lalu menaik turunkan alisnya sambik menatap kearah Zhelina.
"Enak saja. Gue gak mau mengotori mata suci gue karna melihat milik lho yang belum tentu jadi suami gue"
"Jika gue nantinya yang jadi suami lho, gimana?" ucap Galang tersenyum.
Mendengar ucapan Galang, Zhelina langsung saja salah tingkah. "Sudah mandi sana. Gue sudah lapar" ucap Zhelina memegang perutnya karna dari semalam dia belum makan sama sekali.
"Lho tu ya selain makan apa gak ada yang lain di pikiran lho?"
"Gak" jawab Zhelina singkat sambil tersenyum.
Mendengar jawaban Zhelina, Galng langsung saja mengaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ok, gue mandi duluan. Tapi, tolong lho ambilin baju ganti gue di kamar gue ya" ucap Galang penuh permohonan.
Mendengar perintah Galang, Zhelina langsung saja mengepalkan tangannya geram. Namun karna cacing di perutnya sudah mulai berdemo dia hanya mampu menurut karna jika menolak hanya akan menambah keributan saja tapi ujung ujungnya dia juga yang aka mengambil baju ganti Galang.
"Ok gue ambilkan. Tapi, lho cepat mandinya gue sudah lapar sangat"
"Ok" ucap Galang tersenyum lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Zhelina langsung saja pergi ke kamar Galang untuk mengambil pakaian ganti Galang. Namun ketika Zhelina membuka pintu Zhelina langsung saja di seduhkan pemandangan yang sangat angker untuknya.
Seorang wanita yang berbalut dres yang sangat seksi tertidur lelap di kasur Galang. Namun karna tidak mau membuat keributan Zhelina diam saja lalu mengambil tas ransel yang berisi pakaian ganti Galang.
Zhelina hanya melirik wanita yang tertidur dengan lelapnya itu dengan tatapan sinis lalu keluar dari kamar Galang tanpa membangunkan wanita itu terlebih dahulu.
Zhelina langsung saja kembali ke kamarnya namun, saat membuka pintu dia malah mendapat pemandangan angker yang jauh lebih angker dari penampakan di kamar Galang tadi.
"Akhhh" teriak Zhelina sambil menutup kedua matanya karna melihat Galang berdiri di depan cermin hanya mengunakan handuk kimoni kecil yang melingkar di pingangnya.
Badan sixpeck Galang terlihat dengan jelas oleh Zhelina di tambah lagi rambut Galang yang masih basah di biarkan begitu saja membuat kharisma ketampanannya semakin terpancar.
__ADS_1
Bersambung....