GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)

GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)
Part 24


__ADS_3

Berlahan keadaan Sky sudah lebih membaik berkat dukungan dari seliruh keluarga beserta mendapatkan pengobatan yang terbaik akhirnya Sky sudah mau berinteraksi dengan semua orang. Dia juga telah kembali ke sekolah dengan pengawasan yang sangat ketat agar kejadian itu tidak terulang lagi.


Walaupun masih Sky lebih pendiam dari sebelumnya tapi setidaknya dia sudah mulai terlihat ceria. Atas keinginannya yang ingin belajar bela diri Brayen akhirnya memasukkannya ke kejuruan karate ternama.


Dengan keinginannya yang sangat tinggi dan juga kecerdasannya Sky dengan mudah mempelajari gerakan karate dan langsung bisa memperaktekkannya secara langsung. Bahkan di usianya yang masih terbilang balita dia sudah bisa mengeasahi beberapa jurus dengan mudahnya bahkan dia juga telah lihai dalam memainkan pedang.


Tubuhnya yang awalnya begitu gembul berlahan terlihat kurus tapi malah menambah ketampanan dan kelucuannya. Mendengar Sky telah berlahan sembuh Jhovan langsung saja membawa putrinya untuk menjenguk Sky.


"Assalamwallaikum" suara Jhovan langsung mengema di kediaman Rayhan.


"Wallaikum sallam. Eh tuan Jhovan. Ayo tuan silahkan duduk" ucap Ayu ramah.


Jhovan langsung saja duduk di sofa tamu diikuti oleh Jasmine yang dududk di sampingnya.


"Kamu cantik sekali sayang. Nama kamu siapa?" ucap Ayu menatap gemas wajah chuby Jasmine.


"Asmin. Ante" Jasmine langsung saja tersenyum ramah.


"Asmin cantik sekali sama seperti kamu yang begitu cantik"


"Ukan Asmin ante. api Asmine" ucapa Jasmine kesal karna Ayu salah menyebut namanya.


Mendengar itu Ayu langsung saja mengerutkan keningnya bingung sebab dia tidak mengerti dengan ucapan Jasmine.


"Eh ada si cantik Jasmine" ucap Brayen melihat Jhovan dan Jasmine.


"Oh jadi namanya Jasmine" ucap Ayu tersenyum.


"Ia ante" Jasmin tersenyum.


"Sayang bawa main Jasmine ya" ucap Brayen melihat Sky yang hanya diam.


"Jasmine ayo main. Ki punya banyak mainan" Sky langsung saja membawa Jasmine ke ruang mainannya.


Melihat Sky yang langsung ceria melihat Jasmine, Brayen dan ayu langsung saja tersenyum. "Sayang, aku buatkan minum dulu ya" Ayu langsung saja pergi ke dapur untuk membuatkan minum untuk Jhovan dan Brayen.


"Eh ada nak Jhovan" ucap Anissa dan Rayhan ikut bergabung.

__ADS_1


"Ia nyonya, Tuan. Saya ingin melihat keadaan Sky. Tapi saya lihat dia sudah jauh lebih baik sekarang" tutur Jhovan tersenyum.


"Allhamdullillah dia sudah membaik. Walaupun masih pendiam dari sebelumnya" Jelas Rayhan bersedih.


"Saya yakin Sky pasti bisa sembuh dan kembali seperti biasa. Karna dia memiliki keluarga seperti kalian"


"Aamiin" semua orang langsung saja mengaminkan ucapan Jhovan.


Tak menunggu lama akhirnya Ayu datang membawa makanan dan cemilan. Ayu langsung saja menata cemilan dan minuman itu di meja. "Silahkan di minum tuan"


"Terimakasi" Jhovan langsung saja menyeruput minuman yang di berikan Ayu. Seketika dia mengingat teh buatan sang Mommynya yang telah lama meninggal.


"Kamu kenapa nak?" ucap Anissa melihat Jhovan yang melamun.


"Tidak apa apa nyonya. Minuman ini mengingatkan saya kepada mendiang Mommy saya yang telah lama meningal. Rasanya sama persis seperti buatannya" jelas Jhovan lirih.


Mendengar penjelasan Jhovan, Anissa langsung saja merasa bersedih. Dia juga kembali mengingat ayah dan ibunya yang telah lama meninggal.


"Dua puluh tahun lalu Deddy saja mengalami kebangkrutan. Disitu juga Mommy terkena penyakit tumor otak yang harus setiap hari harus meminum obat. Tapi karana perusahaan Deddy yang sudah bangkrut kami tidak lagi memiliki uang untuk membeli obat untuk Mommy."


"Hingga suatu hari tumor Mommy kambuh Mommy merasakan sakit yang cukup parah. Deddy langsung saja meminta bantuan kepada seluruh rekan bisnis dan juga teman temannya. Tapi satupun dari mereka yang tidak mau membantu kami" tak terasa air mata Jhovan menetes.


"Kamu yang sabar ya nak. Tante yakin setiap cobaan pasti ada hikmahnya" Anissa langsung saja mendekati Jhovan lalu mengelus punggungnya pelan.


"Terimakasi nyonya" Jhovan langsung saja menatap Anissa sambil tersenyum.


****


Sky langsung saja mengeluarkan seluruh mainannya. Sehingga Jasmine binggung harus memainkan yang mana.


"Jasmine lihat ini. Bonekanya cantik sama sepeltimu" ucap Sky memperlihatkan boneka polwan yang sangat cantik.


"ini uga ama pelti Ki" Jasmine mengambil boneka polisi yang tampan.


"Kita main polisi polisian yuk. Jasmine jadi polwannya Ki jadi penjahatnya" ucap Sky memberikan senapang mainan ke Jasmine.


"Ok" Jasmine terlihat sangat semangat. Apalagi melihat semua mainan anak laki laki di depannya.

__ADS_1


"Sekalang kejal Ki" Sky langsung saja berlari lalu bersembunyi. Melihat itu Jasmine langsung saja tempat bersembunyi di langsung saja membidik ke arah persembunyian Sky.


"Enculi enyelah atau aku emak amu" teriak Jasmine.


"Tidak aku tidak akan menyelah. Jika belani tembak saja"


Mendengar ucapan Sky, Jasmine langsung saja menembakkan senapang mainannya. Tak mau menyerah Sky juga menembakkan senapang mainannya ke arah Jasmine.


Karna darah seorang mafia mengalir di tubuhnya Jasmine dengan lihainya melakukan permainan itu seperti benaran berada di dalam pertempuran.


Jasmine mengelundung untuk berpindah ke tempat persembunyian lainya. Lalu kembali menembakkan senapang mainannya.


Dorr...Dor...


Suara senapang mainan itu terdengar bersautan sama persis seperti kenyataan. Namun di saat Jasmine kembali menembakkannya tiba tiba senapang itu tidak berbunyi lagi.


"Ial elulunya abis" ucap Jasmine membuang senapangnya ke sembarang tempat hinga dia melihat pedang mainan Sky. Tak banyak pikir dia langsung saja mengambilnya lalu mengayunkannya dengan sangat lihai.


Melihat itu Sky juga membuang senapangnya lalu mengambil pedang mainanya lalu mengayunkannya.


"Ayo ita ain edang. Iapa ang alah halus ompat ongkok" tantang Jasmine dengan berani.


"Ayo jika Jasmine kalah jangan nangis ya" ucap Sky tersenyum.


"Ndak Asmin ndak akan angis" Jasmine langsung saja mengayunkan pedangnya lalu menyerang Sky dengan tiba tiba.


Melihat itu Sky dengan cepat langsung mengelak lalu menangkis serangan Jasmine. Sky memang sangat ahli dalam permainan itu apalagi dia sudah mempelajarinya di sekolah kejuran karatenya.


Tapi dia tidak mau menyerang Jasmine dia hanya mengelak dan menangkis setiap serangan Jasmine. Walaupun masih kecil Jasmine juga terlihat sangat lihai melakukan permainan itu hingga Sky sampai kewalahan menghadapinya.


"Ki alah aja. Ki ndak akan enang awan Asmine" ucap Jasmine menatap tajam Sky.


"Sky gak akan mengalah. Jasmine terus saja serang Ki" ucap Sky tak mau kalah.


Mereka langsung saja kembali mengayunkan pedang mereka masing masing. Karna telah hampir setengah jam mereka melakukan permainan pertarungan pedang tak ada satupun yang kalah dari mereka.


Hingga akhirnya mereka kekelahan dan memilih untuk istirahat sejenak.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2