
Zion yang mendapat kabar tentang kejadian teragis yang menimpa Lea dari Galang langsung saja buru buru ke kediaman Rayhan untuk memastikan keadaan tunangannya.
Dia berjalan dengan tergesa gesa melewati area mension Rayhan yang begitu luas tanpa memperdulikan orang orang yang dia lewati. Yang ada dipikirannya saat ini hanyalah keadaan Lea.
Hingga akhirnya dia sampai di kamar Lea dia melihat Lea sedang duduk di tepi ranjangnya di temani Zhelina.
"Kamu tidak apa apa sayang?" ucap Zion panik sambil memperhatikan luka di tubuh Lea dengan teliti.
"Aku baik baik saja sayang" Lea langsung saja tersenyum.
"Siapa yang melakukan ini padamu?" Zion mengengam erat tangan Lea sambil menatap wajah cantiknya dengan erat.
"Kay" ucap Lea datar.
Mendengar itu Zion langsung saja mengepalkan tangannya geram. Dia tidak terima ada orang yang berani melukai wanitanya sampai seperti ini.
"Kamu tenang saja. Aku baik baik saja" ucap Lea tersenyum dia tau apa yang sedang berada di pikiran tunagannya itu.
"Sudah Zi. Lebih baik kita turun sudah waktunya Lea sarapan dan meminum obat" ucap Zhelina menatap Zion.
Zion langsung saja menganguk patuh. Dia langsung saja membantu Lea untuk berjalan. Melihat perhatian Zion, Zhelina langsung tersenyum dia melihat ada cinta yang begitu besar untuk sahabatnya itu.
Sesampainya di ruang makan mereka langsung sana di sambut hangat oleh semuanya. " Sayang ayo duduk. Mama sudah masak sup kesukaanmu" Anissa langsung saja membantu Lea untuk duduk.
"Giliran Lea sakit saja pasti Mama lembut. Tidak seperti biasanya terus mengoceh" ucap Lea tersenyum.
Melihat tingkah Lea semua orang langsung saja mengelengkan kepalanya pelan. Di saat semua orang menghawatirkan keadaannya dia malah terlihat santai tanpa ada masalah sedikitpun.
Hingga akhirnya Ayu datang membawa Sky ke ruang makan. Semua orang langsung saja melihat bocah gembul itu sedang berada di dalam gendongan Ayu.
__ADS_1
Ayu langsung saja mendudukkan Sky di samping Zhelina namun tidak seperti biasanya Sky akan selalu mengoceh dan membuat kehebohan. Tapi sekarang bocah gembul itu terlihat sangat murung.
"Mau makan apa sayang? Tante suapi ya" ucap Zhelina melihat Sky tidak merengek meminta di suapi seperti biasanya.
Sky langsung saja menganguk tanpa ada kata kata sedikitpun. Sky hanya menatap semua orang dengan tatapan dingin tanpa ekspresi. Melihat itu semua orang langsung saja bersedih akan itu.
Zhelina langsung saja menyuapi Sky dengan lembut. Sedangkan Sky hanya menerima suapan yang diberikan Zhelina tanpa ada sepatah katapun keluar dari mulutnya.
Meliahat keadaan Sky, Lea langsung saja mengepalkan tangannya geram. Dia bersumpah akan menghabisi Kay dengan tangannya sendiri karna telah membuat keponakannya trauma seperti ini.
Hingga akhirnya dokter yang di hubungi Galang telah tiba. Dia memeriksa keadaan Sky dengan teliti dengan penjelasan yang di berikan Lea tentang kejadian yang menimpa mereka semalam membuat dokter itu semakin mudah mencari masalah perubahan Sky.
"Bagaimana keadaan putra saya, dok?" ucap Ayu khawatir.
Dokter itu langsung saja menatap Sky yang telah tertidur dengan lelapnya. " Lebih baik kita bicara di luar"
"Dari hasil pemeriksaan saya Sky telah mengalami trauma karna kejadian itu. Hal itu jugalah yang mengakibatkan perubahaan sikapnya yang biasanya ceria menjadi pendiam seperti saat ini" Jelas dokter.
"Apa cucu saya bisa sembuh, Dok?" ucap Rayhan panik.
"Dari gelombang otaknya yang saya lihat traumanya tidak cukup parah. Saya akan berusaha semampu saya untuk mengobatinya. Yang lainnya kita mintalah kepada Allah SWT karna dialah penyembuh yang sebenarnya"
Mendengar penjelasan dokter itu semua orang langsung tersenyum lega. Setidaknya harapan Sky untuk sembuh sangat besar.
"Saya harap kalian semua memberikan dukungan untuknya dengancara selalu menghiburnya dan memberikan ketenangan dan kenyamanan untuknya. Usahakan dia tidak melihat dan mendengar hal hal yang memicu kekerasaan sebab itu akan memicu traumanya akan semakin parah dan dia akan mengingat kejadian itu kembali" Jelas dokter itu dengan ramah.
"Jangan lupa berikan obatnya secara teratur. Saya telah menulis semua resep obatnya" dokter itu langsung saja memberikan resep obat ke Ayu.
"Baik, dok" Ayu langsung saja menerima resep obat itu.
__ADS_1
"Kalau begitu saya permisi dulu"
"Terimakasi dok. Mari saya antar" Anissa langsung saja mengantar dokter itu keluar.
Setelah kepergian dokter itu mereka semua langsung saja menarik napas lega. Setidaknya mereka merasa tenang karna Sky bisa di sembuhkan.
Karna masih terluka Lea tidak masuk kerja. Galang juga menyuruh Zhelina untuk menemaninya. Waktu libur itu mereka gunakan untuk menemani Sky.
"Sky sedang apa?" ucap Zhelina yang melihat Sky sefang duduk termenung di kursi taman bekang.
Mendengar ucapan Zhelina, Sky hanya mengelengkan kepalanya pelan. Melihat respon Sky, Zhelina langsung saja tersenyum lembut. Karna setidaknya Sky masih meresponnya.
"Mau minum?" Zhelina menyodorkan jus jeruk yang ada di tangannya.
Berlahan Sky menatapnya lalu menganguk kecil. Melihat itu Zhelina langsung saja tersenyum lalu memberikan jus itu ke Sky. Sky langsung saja menerimannya lalu meminum jus itu sampai habis.
Zhelina langsung saja tersenyum lalu mengelus kepala Sky dengan lembut.
"Tante kapan ki besar?" ucap Sky tiba tiba hinga membuat Zhelina terkejut.
"Suatu saat kamu juga akan tubuh besar sayang" ucap Zhelina tersenyum lembut.
"Kalau Ki sudah besar Ki akan menjadi olang hebat. Ki akan menghanculkan semua olang yang belani nenyakiti keluaga Ki" Sky menatap tajam ke arah Zhelina.
Mendengar ucapan dan juga tatapan Sky, Zhelina langsung saja membulatkan matanya terkejut. Dia melihat kemarahan dan dendam terpancar jelas di mata Sky.
Namun dia berusaha tetap tenang dia tidak mau jika dia salah bicara akan membuat mental Sky semakin buruk. Dia tetap tersenyum sambil terus mengajak Sky untuk berbicara walaupun hanya di jawab dengan angukan dan gelengan kepala oleh Sky. Kadang Sky juga menjawabnya tapi dengan singkat saja.
Bersambung......
__ADS_1