
Setelah selesai akad nikah Zion dan Lea langsung saja istirahat terlebih dahulu di kamr Lea. Mengingat nanti malam mereka akan melakukan resepsi di gedung yang telah disiapkan kedua orang tua mereka.
Lea duduk di tepi ranjang, masih mengunakan balutan gaun pengantin dengan gugup. Zion yang baru memasuki kamar langsung saja mengerutka keningnya binggung.
"Kenapa kamu gugup seperti itu?" Zion melangkahkan kakinya mendekati Lea.
"Tidak ada" Lea langsung menunduk malu.
"Kamu tidak usah gugup seperti itu. Cukup gugupnya nanti malam saja" Zion tersenyum mencoba untuk mengoda Lea.
Mendengar ucapan Zion, Lea langsung saja menunduk malu menyembuyikan wajah tomatnya.
"Mandilah ganti pakaianmu. Cobalah isirahat sejenak. Nanti malam pasti akan sangat melelahkan"
Mendengar itu Lea langsung saja masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Namun saat di kamar mandi dia memiliki masalah. Reat seleting gaun Lea berada di belakang membuat Lea kesusahan untuk membukanya.
Dia mencoba mengintip keluar dan melihat Zion sedang duduk di ranjang mereka sambil memainkan ponselnya. Dengan malu malu Lea langsung saja memangilnya.
"Zi.."
Mendengar ada yang memangilnya Zion langsung saja menatap ke arah Lea. Melihat Lea sedang melambaikan tangannya kepadanya, Zion langsung saja tersenyum lalu menghampirinya.
"Ada apa? apa kamu tidak sabar menunggu malam" ucap Zion tersenyum.
"Ini reat seletingku susah di buka" jelas Lea malu mendengar ucapan Zion.
Zion langsung saja menatap pungung Lea berlahan dia membuka penutup pungung sang istri. Zion langsung saja menelan ludahnya kasar setelah melihat pungung mulus istrinya. Berlahan jiwa lelakinya langsung saja keluar ingin sekali dia menyentuh pungung mulus itu namun dia langsung saja tersadar ketika Lea memangil namanya.
"Apa sudah selesai Zhi?"
"Sudah. Punggungmu sangat mulus." Zion tersenyum lalu melangkahkan kakinya keluar setelah menyadari kegugupan Lea.
Setelah melihat Zion keluar Lea langsung saja menutup pintu dengan rapat. Dia berusaha mengatur napasnya lalu mencoba menganti pakaiannya.
__ADS_1
Setelah selesai Lea langsung saja membuka pintu lalu melangkahkan kakinya keluar. Mendengar suara pintu di buka Zion langsung saja menatap ke arah Lea yang berjalan mendekatinya.
Dia langsung saja terpana akan penampilan sang istri yang mengunakan baju dres hello kitty selutut dan rambut panjang yang hitam lebat di gerai begitu saja di tambah lagi penampilannya yang natural membuat kecantikan Lea semakin terpancar.
Zion langsung saja menelan ludahnya kasar lalu merasakan jika burung kututnya yang sedang tidur terbangun secara tiba tiba. Namun Zion mencoba menahan hasratnya karna acara yang melelahkan itu belum selesai.
"Ayo tidur di sini" Zion langsung saja tersenyum sambil menepuk nepuk ranjang di sampingnya.
Mendengar perintah sang suami Lea langsung saja memberanikan diri untuk naik ke atas kasur. Zion langsung saja menarik tangan Lea sehinga Lea jatuh tepat di atas Zion.
Mereka langsung saling menatap. Zion langsung saja tersenyum menatap wajah sang istri yang berada di atasnya. Berlahan dia melingkarkan tangannya di pingang ramping Lea lalu menekan tubuh mungil Lea hinga jatuh di atas tubuhnya hinga seluruh tubuh mereka menempel.
Jarak mereka yang sangat dekat membuat mereka bisa merasakan detak jantuk mereka masing masih. Zion langsung saja tersenyum ketika mendengar detak jantung Lea yang sangat cepat.
Berlahan Zion menyingkirkan rambut Lea yang menghalangi wajahnya. Zion langsung saja tersenyum lalu menatap bibir mungil Lea yang selama ini ingin dia sentuh.
Berlahan Zion menarik tengkuk leher Lea lalu menyatukan kedua bibir mereka. Melihat itu Lea semakin gugup namun berontak dia tidak berani apalagi ketika dia merasakan ada yang menganjal di bawah sana.
"Siapkan tenagamu untuk nanti malam. Aku akan melahapmu habis habisan" Zion tersenyum sambil membaringkan tubuh Lea tepat di sampingnya.
Melihat kegugupan Lea, Zion langsung saja tersenyum lalu membawa tubuh mungil Lea kedalam dekapannya. Berlahan Zion memejamkan matanya mencoba mengistirahatkan tubuhnya.
Sedangkan Lea yang merasa sangat nyaman dalam dekapan Zion langsung saja mencoba menutup matanya dengan rapat. Sehingga kedua pengantin itu langsung tengelam dalam mimpi mereka masing masing.
*****
Di aula pernikahan.
Terlihat para undangan terpandang telah memasuki aula hotel bintang lima yang telah dirombak menjadi aula pernikahan yang sangat megah.
Di altar pernikahan terlihat sepasang pengantin yang sangat cantik bagaikan permaisuri duduk dengan seorang pria yang sangat tampan. Mereka berdua langsung saja berdiri ketika melihat para tamu datang menyalami mereka untuk memberi selamat.
Lea dan Zion menyalami satu persatu tamu undangan yang cukup banyak. Hingga muncul seorang pria sambil membawa bungkusan kado kepada Lea dan Zio.
__ADS_1
"Selaman ya Le. Semoga keluarnga kalian menjadi keluarga bahagia" ucap Jayden tersenyum lalu memberikan kadonya kepada Lea.
"Terimakasih ya kak. Semoga pernikahan kakak dan kak Anggel juga berjalan lancar"
Jayden langsung saja menganguk tersenyum lalu melangkahkan kakinya menatap Zion. Mereka bertua langsung saja bersalama lalu saling berpelukan.
"Kamu jaga Lea ya Zhi. Kamu bahagikan dia jangan biarkan dia merasakan kesepian dan juga kesedihan" bisik Jayden penuh permohonan.
"Itu sudah pasti kak" ucap Zion penuh keyakinan lalu melepaskan pelukan Jayden. Setelah selesai Jayden langsung saja turun dari altar pernikahan lalu mencari keberadaan calon istrinya.
Setelah kepergian Jayden Lea dan Zion harus melihat penampakan yang sangat menyeramkan. Seorang wanita yang mengunakan balutan dress merah yang sangat ketat hingga memperlihatkan seluruh lekuk tubuhnya mencoba menghampiri mereka.
"Selamat ya nona muda. Semoga anda berbahagia dengan suami anda" Mitha menyalami Lea sambil tersenyum sinis.
"Terimakasi kak. Tanpa doa dari kakak, saya dan suami saya sudah sangat bahagia" ucap Lea tersenyum menatap Zion dengan sangat mesra.
Melihat itu Mitha langsung saja memutar bola matanya memelas lalu beralih ke Zion.
"Selamat tuan muda. Saya harap pilihan anda tidak mengecewakan anda" ucap Mitha manja sambil melirik sinis ke arah Lea.
"Terimakasi" ucap Zion singkat.
"Mommy" teriak anak kecil berlari menghampiri Mitha lalu memeluk kaki Mitha dengan erat.
"Ommy e ana aja. Asmine indu" ucap Jasmine lirih sambil memeluk kaki Mitha dengan erat.
Bukannya menyambut putrinya Mitha malah melepaskan pelukan Jasmine lalu membersihkan dressnya yang agak kusut karna pelukan Jasmine.
"Apa kamu tidak bisa bersikap baik sedikit saja kepada putrimu?" Bentak Jhovan kesal melihat Jasmine di acuhkan oleh Mitha.
"Kamu urus saja putrimu ini. Kan Deddy yang terus menuntut cucu dariku sehingga aku harus mengorbankan tubuh indahku hanya untuk melahirkan dia" ucap Mitha kesal tanpa memperdulikan Jasmine lalu melangkahkan kakinya meningalkan altar dengan sangat kesal sambil terus saja mengerutu.
Melihat sikap sang istri yang sama sekali tidak peduli kepada putriny Jhovan hanya mampu menarik napasnya kasar. Sedangka Lea hanya menatap kesal kepada Mitha karna tidak memperdulikan putrinya sendiri.
__ADS_1
Bersambung....