
Melihat tingkah Zhelina, Galang langsung saja tersenyum lalu berniat bermain main dengan pengawal cantiknya itu. Galang langsung saja menutup pintu lalu mendekekati Zhelina yang hanya berdiri sambil menutup matanya.
"Mandilah, biar kita sarapan ke kantin" ucap Galang tersenyum sambil mengambil tas ransel yang ada di tangan Zhelina.
Mendengar ucapan Galang, Zhelina langsung saja salah tingkah langsung saja berjalan ke kamar mandi. Galang hanya menatap pungung Zhelina hingga akhirnya Zhelina menutup pintunya rapat rapat.
Tak menunggu lama akhirnya Zhelina dan Galang telah selesai bersiap siap. Tak lupa Zhelina juga membawa seluruh barang mereka dan memastikan tidak ada barang yang ketingalan.
Namun sialnya saat keluar dari kamar mereka bertemu dengan wanita yang semalam berkencang dengan Galang.
"Hai, kamu semalam tidur di mana? aku menunggumu semalaman" ucap wanita itu bergulut manja ke Galang.
Namun raut wajahnya berubah ketika melihat Zhelina keluar dari kamar yang sama dengan Galang. "Siapa wanita itu?"
"Oh, dia Zhelina" ucap Galang memperkenalkan Zhelina. Namun Zhelina hanya tersenyum terpaksa karna dia tau jika wanita itu adalah wanita yang dia temui sedang tidur di kamar Galang tadi.
"Oh aku tau sekarang. Kamu pasti pergi dariku karna wanita ini kan?" ucap wanita itu geram sambil menunjuk ke arah Zhelina penuh kekesalan.
"What?? jangan sembarangan mulut kotor lho itu ya" ucap Zhelina tak terima.
"Apa lho bilang? yang ada mulut lho itu yang kotor. Main embat pasangan orang saja"
"Lho jaga mulut lho itu ya. Gue juga gak sudi rebutan pria dengan wanita seperti lho. Kita itu jauh beda"
Melihat Zhelina dan wanita yang berkencang dengannya sedang beradu mulut Galang hanya mampu menatap frustasi kedua wanita yang keras kepada itu.
Lea dan Zidan yang kamarnya berada di samping kamar Zhelina tiba tiba mendengar suara keributan langsung saja keluar untuk memastikannya.
"Ada apa ini?" ucap Lea heran melihat Zhelina sedang cekcok dengan wanita yang tidak dia kenal.
"Lang, ini pasti ulah lho lagi ya?" ucap Zion lanhsung menebak.
"Hehehe..Maaf" ucap Galang terkekeh tanpa dosa.
__ADS_1
"Maaf nona, ada apa sebenarnya?" ucap Zion mencoba menengahinya.
"Ini tuan, wanita ini merebut teman kencangku" adu wanita itu tidak terima.
Mendengar ucapan wanita itu Zion langsung saja menatap tajam Galang. Melihat tatapan Zion yang sangat menyeramkan Galang langsung saja menelan ludahnya kasar lalu menatap ke arah wanita yang semalam dia acuhkan.
"Maaf Zi, gue semalam kabur dari wanita ini karna dia mau mengambil keperjakaan gue" ucap Galang menunduk malu.
Mendengar ucapan Galang, Lea dan Zhelina langsung saja menahan tawanya. Namun karna wanita yang Galang maksud masih ada di depannya Lea langsung saja bertindak.
"Oh, gitu ceritanya. Jadi lho mau ngambil keperjakaan adik sepupu gue? apa lho mau tangung jawab atas perbuatan lho?" Lea langsung saja meletakkan kedua tangannya di pinggangnya.
Bukannya takut wanita itu malah memutar bola matanya memelas lalu kembali menatap Galang "Ternyata aku salah menilaimu. Aku kira kamu itu hot tapi ternyata loyo tampang aja yang keren tapi banci"
Mendengar ucapan wanita itu Galang langsung saja tidak terima " Apa lho bilang?"
Bukannya menjawab wanita itu malah pergi begitu saja tanpa dosa. Sedangkan Zhelina dan Lea langsung saja tertawa terbahak bahak melihat reaksi Galang.
"Buaahahah ternyata lho penakut juga ya Lang. Gayanya aja selangit ha..ha..ha" Lea langsung saja mengejek Galang.
"Gue gak loyo ya. Gue sangup lima ronde dalam satu malam" ucap Galang tidak terima.
"Lima ronde di pegang saja langsung kabur ha..ha.."
"Sudah, ayo kita pulang" Zion hanya mampu menahan tawanya lalu mengandeng Lea mesra untuk keluar dari hotel itu.
Melihat Lea dan Zion yang telah berjalan keluar Zhelina yang tidak mau jadi sasarang kekesalan Galang langsung saja berlari mengejar kedua pasangan pengantin baru itu.
"Ternyata loyo" ucap Zhelina kembali menatap Galang sambil memainkan kedua tangannya di kepalanya sambil menjulurkan lidahnya.
Melihat Zhelina yang terus mengejeknya Galang langsung saja menatapnya sambil tersenyum sinis. "Lihat lho Zhe, gue akan memperlihatkan kejantanan gue pada lho suatu saat nanti. Sampai lho sendiri yang meminta maaf karna telah meremehkan kejantanaan gue."
Galang langsung saja mengejar ketiga sahabatnya yang telah berjalan jauh. Ketika telah bergabung dengan ketiga sahabatnya Galang langsung saja ikut bercanda ria dan melupakan kejadian yang sangat memalukan untuknya tadi.
__ADS_1
****
Di bandara terlihat Zet pribadi dengan logo ular lepas landas di bandara kota. Ketika Zet itu berhasil melandas dengan mulus langsung saja segerombolan pria berbadan tegap berdiri untuk menyambut bos mereka yang telah tiba.
Jhohan Expender menatap seluruh ke adaan kota yang telah lama dia tinggalkan. Kota yang menyimpan semua kenangan buruk yang pernah dia alami.
"Tidak berubah sama sekali. Isinya juga masih sama masih di penuhi dengan orang orang licik yang tak punya perasaan" gumam Jhohan mengingat kejadian dua puluh tahun lalu.
Jhohan langsung saja menuruni anak tangga hinga akhirnya dia pengginjak kembali tanah kelahirannya.
Seluruh pengawalnya langsung saja menunduk hormat. Sedangkan Jhohan hanya berjalan lurus menuju mobil yang telah di sedikan para pengawalnya.
Tak banya bicara Jhohan langsung saja masuk kedalam mobik itu lalu memerintahkan asisten pribadinya untuk melajukan mobilnya menuju tempat pertemuannya denga orang yang bekerja sama dengannya untuk menjatuhkan keluarga Adhijaya dan juga membawa kembali putrinya Zhelina.
"Aku mau bertemu dengan pria itu sekarang juga" ucap jhohan dingin.
"Baik tuan besar" tak banyak bicara Riki langsung saja melajukan mobilnya menuju markas Andraks.
Tak menunggu lama akhirnya mobik mewah mereka telah memasuki perkarangan yang sangat sepi. Jhohan melihat bangunan tua yang di jaga begitu ketat.
"Maaf anda siapa?" ucap salah satu penjaga kepada Riki.
"Katakan kepada bosmu tuan besar Expender inggin bertemu" ucap Riki datar.
Mendengar ucapan Riki penjaga itu langsung saja menghubungi Wandi selaku kepecaryaan bos besar mereka.
Setelah mendapat persetujuan dari Wandi penjaga itu langsung saja mempersilahkan Riki untuk masuk. Tanpa banyak tanya Riki langsung saja memasukkan mobilnya keperkarangan gedung tua itu.
Dengan cepat Riki langsung saja membuka pintu untuk tuan besarnya. Para penjaga yang melihat tato ular cobra di leher Riki langsung saja menunduk hormat.
Siapa yang tidak tau dengan logo ular itu. Logo dari kelompok mafia yang sangat kejam dan di takuti di seluruh dunia. Jhohan langsung saja berjalan memasuki gedung itu dengan begitu arogant.
Walaupun usianya sudah renta tapi wajahnya masih terlihat sangat menakutkan apalagi dengan badan tegap kekarnya dan juga otot ototnya yang tampak jelas membuat semua orang langsung saja merinding melihatnya.
__ADS_1
Bersambung....