GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)

GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)
Part 18


__ADS_3

Karna hari ini pekerjaan Lea hanya membimbing anak anak koas saja jadi dia bisa pulang lebih cepat. Dia berniat pergi ke kantor sang Papa terlebih dahulu sambil mengantar makanan untuk pujaan hatinya Zion.


Dia berjalan dengan gontainya melewati kooridor perusahaan Rayhan. Karna ruangan Zion berada di lantai atas dia memilih untuk menaiki Lift. Melihat lift yang kosong Lea langsung saja masuk lalu memencet tombol lantai yang akan dia tuju.


Namun di saat pintu lift hendak tertutup tiba tiba seorang wanita cantik dan seksi memasuki lift itu dengan begitu elegannya. Melihat itu Lea langsung saja tersenyum ramah. Sedangkan wanita itu hanya menatap sinis ke Lea sambil memperhatikan penampilan Lea.


"Kau sudah bertunangan dengan tuan Zion?" ucap Mitha memperhatikan cincin berlian yang melingkar di jari manis Lea.


"Ia. Kami sudah bertunangan sejak empat tahun Lalu"


"Saya heran kenapa pria setampan Zion bisa tertarik dengan wanita yang berpenampilan norak seperti kamu" Mitha tersenyum sinis sambil melirik penampilan Lea yang mengunakan gamis dan juga hijabnya yang terlihat norak di mata wanita modern seperti Mitha.


Mendengar ucapan Mitha, Lea hanya tersenyum sambil menatap penampilan Mitha yang begitu anggun dan seksi. Dia mengunakan rok di atas lutut dan juga pakaian yang memperlihatkan belahan buah dadanya yang begitu indah.


"Hanya saja saya terlambat bertemu Zion. Jika sedari awal saya bertemu dengannya sudah pasti saya yang akan menempati tempat kamu sebagai tunangan Zion. Karna saya jauh lebih pantas bersanding dengannya dari pada kamu. Jika di lihat dari segi apapun saya jauh lebih menarik dari kamu" Mitha tersenyum sinis.


Mendengar ucapan Mitha, Lea langsung saja tersenyum. "Tidak ada kata terlambat untuk apapun. Jika kamu ingin mendekatinya cobalah saya tidak akan pernah melarangmu. Jika dia tidak tergoda oleh kecantikan dan juga tubuh seksimu maka saya akan mengucapkan terimakasi kepadamu karna telah menunjukkan dia adalah yang terbaik untuk saya."


"Dan begitu juga sebaliknya jika dia tergoda dan akhirnya berpaling kepadamu maka saya akan mengucapkan banyak terimakasi karna telah menunjukkan jika dia tidak baik untuk saya. Tapi jika anda menyuruh saya mengalah dan memberikan apa yang menjadi milik saya ke anda maka mohon maaf saya tidak akan pernah melakukan itu"


Mendengar ucapan Lea, Mitha langsung saja menatapnya geram. Karna dia tau dari perkataan Lea menunjukkan jika Lea sedang menantangnya dengan cara yang halus. Hingga akhirnya suara bunyi lift terdengar jika mereka telah sampai di lantai yang mereka tuju.


Lea langsung saja melangkahkan kakinya keluar pintu lift namun tiba tiba dia berhenti lalu kembali menatap Mitha yang berada di belakangnya.


"Jangan bangga akan kecantikan dan juga keindahan tubuhmu, Jika nantinya itu hanya akan menjadi bahan bakar di api neraka kelak" Lea tersenyum sinis lalu kembali melangkahkan kakinya meningalkan Mitha yang sedang kesal setengah mati.

__ADS_1


Mitha langsung saja mengepalkan tangannya geram sambil menatap kepergian Lea dengan amarah yang bertubi tubi. Ingin rasanya dia merobek mulut Lea tapi dia sadar jika itu terjadi maka nama baiknya akan tercemar.


Lea langsung saja menuju ruangan Zion. Ketika memasuki pintu Lea melihat Zion sedang pokus dengan dokumen yang ada di depannya "Sayang. Aku datang bawa makanan untukmu."


"Sayang datang kemari kok gak bilang bilang?" ucap Zion tersenyum menatap pengobat lelahnya.


"Tadi aku pulang cepat jadi mampirlah ke sini dulu. Ayo duduk aku bawa makanan untukmu" Lea langsung saja duduk di sofa lalu menata makanan yang dia bawa di atas meja.


"Terimakasi sayang"


"Sama sama sayang. Ini makan biar aku suapi" Lea langsung saja meyodorkan sendok yang berisi makanan ke Zion. Dengan senang hati Zion langsung saja membuka mulutnya lalu menguyahnya dengan lahap.


"Kamu juga makan sayang. Pasti kamu juga lapar kan?" Zion langsung saja menyuap Lea dengan sangat lembut hingga adehan suap suapan itu berlangsung sampai makanan di depan mereka habis total.


"Sayang kamu pulang jam berapa?"


"Gitu ya. Ya sudah aku pulang duluan ya karna aku harus jemput Sky di rumah temannya" ucap Lea melirik jam yang melingkar di tangannya.


"Ya sudah kamu hati hati ya sayang. Ingat jangan gebut" Zion mencubit lembut hidung Lea.


"Ia sayang. Kamu juga jangan terlalu capek kerjanya."


Zion langsung saja mengantar Lea ke parkiran. Mereka berjalan begitu mesranya hingga membuat setiap orang yang melihat keromantisan mereka akan merasa iri.


Namun mereka bertemu dengan Mitha yang saat itu juga ingin keluar. Melihat itu Lea semakin mempererat gengaman tangan mereka lalu menatap Mitha sambil tersenyum.

__ADS_1


Melihat Lea yang dengan jelas mengumbar kemesraan di depanya Mitha hanya mampu menatap geram ke arah Lea. Dia langsung saja mengepalkan tangannya sambil mengumpat kesal.


Sesampainya di parkiran Lea langsung saja melambaikan tangannya lalu mulai melajukan mobilnya. Zion juga melambaikan tangannya sambil tersenyum menatap kepergiaan Lea.


*****


Galang terus saja menatap kesal ke Zhelina yang duduk di sampingnya. Suara musik yang begitu keras di tambah lagi kemacetan yang begitu padat dan juga cuaca yang begitu panas membuat emosi Galang semakin memuncak.


"Kenapa lho matiin" ucap Zhelina kesal karna Galang mematikan musiknya.


"Apa suara kelakson para pengemudi itu tidak cukup jadi musik untukmu?" ucap Galang kesal karna sudah hampir setengah jam mereka terjebak di tegah tegah kemacetan.


Karna bosan hanya duduk saja sambil menatap begitu banyaknya kendaraan zhelina akhirnya mengambil ponselnya lalu memasang musik mengunakan heansed di telinganya.


...mana mungkin selimut tetangga hangati tubuhku dalam kedinginan malam malam panjang setiap tidurku selalu kesepian......


Zhelina menyayikan lagu repvblik itu dengan suara cemprengnya hingga membuat telinga Galang hampir pecah mendengarnya.


Tak mau gendang telinganya rusak gara gara mendengar suara cempreng Zhelina, Galang langsung saja merampas ponsel Zhelina.


"Lho bisa diam gak? Sekali lagi gue dengar lho bernyanyi jangan salahkan gue jika nanti gue jahit mulut lho" ancam Galang sehingga membuat gadis cantik di sampingnya langsung saja menutup mulutnya rapat rapat.


Hingga akhirnya Zhelina melihat ke samping dia langsung saja melihat seorang pria sedang cemas di dalam mobilnya. Pria itu terlihat dengan jelas seperti meminta pertolongan.


Tak mau penasaran Zhelina langsung saja turun dari mobil Galang lalu menghampiri pria itu. Melihat Zhelina turun dari mobi Galang langsung saja panik.

__ADS_1


"Eh Zhe. Lho mau kemana?" teriak Galang namun tak di perdulikan oleh Zhelina. Karna takut terjadi apa apa pada Zhelina Galang langsung saja turun dari mobilnya untuk mengejar Zhelina.


Bersambung....


__ADS_2