GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)

GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)
Part 46


__ADS_3

Sama seperti Sky, Jhovan juga melawan Widi dengan tangan kosong. Tapi, berbeda dengan Sky. Jhovan yang sudah biasa dengan bunuh membunuh dapat melawan Widi dengan sanagat mudah. Apalagi kemapuan Widi yang jauh berada di bawah Jhovan membuat Jhovan dengan mudah membunuh Widi dengan tangan kosong.


Bughh...


Dengan satu pukulan Widi langsung saja jatuh tersungkur di lantai. Tak sampai di situ saja Jhovan langsung saja memegamg tangan Widi dan


Aahhrgg...


Teriak Widi ketika tangannya di patahkan oleh Jhovan.


"Itu akibatnya karna kau telah berani melukai gadis cantikku" ucap Jhovan dingin sambil mengingat luka yang di alami Lea saat malam itu.


Araahhhrgg...


Teriak Widi ketika Jhovan mematahkan tangannya yang satu lagi. Tak puas dengan itu Jhovan langsung saja menarik lidah Widi hingga akhirnya widi mati dengan cara yang sangat mengenaskan.


"Karna mulut iblismu ini gadis cantikku sampai terluka oleh Deddyku sediri" teriak Jhovan terus saja menghajar Widi yang sudah tidak bernapas lagi.


"Apa kau tau siapa gadis cantik yang di maksud Tuan muda?" bisik Jefri ke Riki karna dia penasaran siapa wanita yang membuat Taun mudanya bisa seperti itu.


"Kau yang setiap hari menempel bagaikan prangko dengannya. Kenapa kau malah bertanya kepadaku" bisik Riki pelan karna dia juga penasaran siapa gadis cantik yang di sebut tuan mudanya.


Karna telah puas menuntaskan amarahnya Jhovan langsung saja menatap Sky yang kini hanya diam dengan tatapan kosong.

__ADS_1


"Nak, kau kenapa?" ucap Jhovan khawatir melihat Sky hanya diam saja.


"A..aku tidak apa apa, Paman. Semuanya sudah selesai ayo kita kembali ke rumah sakit" ucap Sky gugup karna jujur saja dia masih tidak menyangka jika baru saja dia telah menghabisi dua nyawa sekaligus.


"Paman tau apa yang kau rasakan. Karna paman juga ketika pertama sekali membunuh sama sepertimu" ucap Jhovan menatap lekat wajah Sky karna jujur dia sangat tau bagaimana perasaah Sky sekarang.


"Benarkah, Paman?"


"Ia, sudahlah. Kamu bersihkan dirimu. Karna tidak mungkin kau bertemu Mama dan Papamu dengan keadaan seperti ini" ucap Jhovan melihat pakaian Sky terkena noda darah.


Mendengar ucapan Jhovan Sky langsung saja menganguk patuh. Jhovan langsung saja membawa Sky untuk membersihkan dirinya karna dia juga ingin membersihkan diri. Jhovan tidak mau jika putrinya Jasmine melihatnya dengan keadaad berlumuran darah seperti saat ini.


****


Zhelina terus saja memandang foto foto kebersamaannya dengan Galang dan juga Lea. Disana terlihat tawa bahagia mereka yang begitu lepas. Jujur Zhelina sangat merindukan masa masa itu dimana dia bercandaria dengan Galang.


Walaupun baru satu hari Galang marah kepadanya tapi, Zhelina merasa hidupnya tidak ada artinya lagi. Zhelina mencoba untuk mencari nomor Galang lalu mencoba untuk menghubunginya.


Namun, tak ada jawaban dari Galang hingga membuat Zhelina semakin frustasi "Ha... Maafin gue, Lang. Gue salah! gue tidak jujur sama lho hiks...hiks" Zhelina meluapkan kesedihanya drngan cara mengacak acak seluruh isi kamarnya sambil menangis histeris.


*****


Sama seperti Zhelina, Galang juga duduk termenung seorang diri di teras kamarnya. Galang mengisap satu persatu rokok yang ada di tangannya sambil berpikir keras kenapa Zhelina menyembunyikan identitasnya yang sebenarnya darinya sedangkan Zhelina telah mengatakannya kepada Lea.

__ADS_1


Hingga tanpa Galang sadari, Alax telah menatapnya sedari tadi. Alax dapat melihat kesedihan di wajah putranya. Tapi, Alex tidak tau harus bahagia atau tidak karna baru kali ini putranya bisa seperti itu hanya masalah wanita.


"Ada apa?" ucap Alex mencoba mendekati Galang.


"Sejal kapan Papa ada di sana?" bukannya menjawab Galang malah kembali bertanya.


"Sejak kamu mulai mengidupkan rokok mu itu" ucap Alex melihat puntung rokok yang telah berserakan di bawah kaki Galang.


"Sejak kapan kamu merokok?" ucap Alex kembali bertanya karna Galang hanya diam saja.


"Galang merokok hanya saat ada masalah kok, Pa. Jadi papa tidak usah khawatir"


"Ia, kamu merokok hanya saat ada masalah. Tapi, lihat rokok yang sudah kau habiskan"


"Maaf, Pa" Galang langsung saja membuang rokok di tangannya lalu menunduk.


"Memangnya kau ada masalah apa? apa karna masalah Zhelina?" ucap Alex menebak.


"Ia, Pa. Galang tidak menyangka kenapa Zhelina bisa menyembunyikan identitasnya kepada kita. Papa lihat sendirikan bagaimana kejadiannya. Untung saja tante Anissa kenal dengan paman Jhohan, jika tidak" ucap Galang mulai membayangkan yang tidak tidak kepada keluarganya.


"Sudahlah, kau tidak perlu memikirkan yang tidak tidak. Yang penting semuanya sudah selesai dan Jhovan juga telah mengurus Kay berengsek itu. Lebih baik kau bicara baik baik dengan Zhelina sebelum dia kembali" ucap Alex tersenyum lalu pergi meninggalkan Galang.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2