GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)

GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)
Part 42


__ADS_3

Setelah mengetahui cerita yang sebenarnya Rayhan dan Brayen langsung saja memaafkan Jhohan. Apalagi melihat penyesalan Jhohan yang begitu mendalam membuat Rayhan dan Brayen semakin yakin bahwa Jhohan benar benar menyesali perbuatannya.


Setelah semalaman pingsan akhirnya Lea sadarkan diri. Yang paling membuatnya bahagia adalah ketika pertama kali dia membuka mata pertama yang dia lihat adalah suaminya tercinta dan juga para keluarganya yang setia menunggunya sadarkan diri.


"Sayang" ucap Lea mencoba membuka matanya.


"Ia sayang. Kamu mau apa?" melihat Lea telah sadar Zion langsung saja membantunya untuk duduk.


"Kamu mau apa, sayang?" Anissa langsung saja mendekati putri kesayangannya.


"Lea mau makan" ucap Lea polos.


"Ternyata pikiran lho belum lari ya" ucap Galang tiba tiba hingga semua orang langsung menatapnya bingung.


"Maksud lho?" ucap Lea bingung.


"Ia, pikiran lho belum lari kemana mana. Karna yang ada di pikiran lho hanya makan dan makan" ucap Galang dengan gaya menyejek.


Kesal dengan ucapan Galang, Lea langsung saja mengambil bantalnya lalu melemparnya ke Galang sambil mengoceh. "Mending gue pikirannya hanya makan dan makan dari pada lho pikirannya terus saja ke cewek seksi dan bahenol"


"Itu wajar. Karna gue cowok sejati" ucap Galang dengan bangganya.


"Sudah, jangan bertengkar terus. Kamu juga Galang, apa kamu tidak lihat jika kakak sepupumu itu sedang sakit. Kamu jadilah adik yang baik untuknya sekali saja" ucap Alex langsung saja membela Lea.


Melihat Pamannya membelanya Lea langsung saja menjulurkan lidahnya ke Galang. Melihat itu Galang hanya mampu menghentakkan kakinya kesal lalu memilih untuk duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


Karna Lea terus saja merengek minta makan Zion langsung saja menyuapi istri tercintanya dengan sangat telaten. Sedangkan Alex harus memeriksa pasien lainnya. Anissa dan Rayhan langsung saja duduk di sofa bersama Galang.


"Assalam wallaikum" ucap Jhohan datang persama kedua anaknya dan juga cucunya yang imuts jelita Jasmine.


"Walaikum sallam" Rayhan dan Anissa langsung saja menyambut kedatangan mereka dengan ramah.


Sedangkan Galang hanya diam sambil memainkan ponselnya tanpa memperdulikan Zhelina yang terus menatapnya.


"Ante antik enapa? Ante akit ya?" Jasmine langsung saja mendekati Lea.

__ADS_1


"Ia, sayang. Tapi tante sudah sembuh kok" ucap Lea tersenyum.


"Kamu sudah baikan, Le" ucap Jhovan menatap Lea dengan Zion dengan tatapan tak dapat di artikan.


"Allhamdullilah, Kak" ucap Lea tersenyum.


"Apa kau masih mengingat Kakak?"


"Tentu saja.Kakak yang membantuku saat itu."


"Dua puluh tahun lalu, Apa kau masih mengingatnya?" ucap Jhovan memastikan jika Lea belum lupa kepadanya.


"Dua puluh tahun lalu?" ucap Lea mencoba mengingatnya. Namun dia tidak bisa mengingatnya sedikit pun.


"Kalau ini?" Jhovan langsung saja merogoh saku celananya lalu memperlihatkan kalung berlian yang terukir nama Lea di dalam mainannya.


"Jadi kakak dan Paman?" ucap Lea menatap Jhohan dan Jhovan.


"Ia, Lea. Kami adalah orang yang kalian bantu dua puluh tahun lalu. Ini Zhelina yang sudah kau anggap saudara sejak dua puluh tahun lalu dan sampai saat ini kau masih mangangapnya seperti saudaramu sendiri" ucap Jhohan merangkul Zhelina dan menyatukan tangan putrinya dan Lea.


"Sama, Zhe. Gue juga tidak mengenali Lho lagi. Karna sekarang lho jauh semakin cantik"


"Tapi, jika kau sudah tau jika mereka adalah orang yang membantu kita kenapa kau tidak mengatakannya kepada Deddy?" ucap Jhohan penuh amarah ke Jhovan.


"Jhovan mau mengatakannya saat Deddy datang ke apartement Deddy. Tapi Deddy yang tidaka mau mendengarkan ucapan Jhovan dan bertindak secara gegabah" jelas Jhovan.


Mendengar ucapan Jhovan, Jhohan langsung saja diam. Dia sadar dia terlalu egois bahkan tidak pernah mau mendengarkan ucapan anak anaknya.


"Bibi...." ucap Sky datang bersama Ayu dan Brayen.


"Haii, Sayang. Kamu bawa apa?" Lea langsung saja melihat bingkisan yang di bawa Sky.


"Ini Sky bawa kue untuk Bibi"


"Woah.. kamu baik sekali sayang" Lea langsung saja gembira menerima berbagai jenis kue dari Sky.

__ADS_1


"Akak Ki" Jasmine langsung saja mendekati Sky lalu bermain bersama.


"Tuan, Brayen" Jhovan langsung saja menyambut Brayen dengan hangat. Lalu di balas senyuman oleh Brayen.


"Nak, Brayean" Jhohan langsung saja mendekati Brayen.


"Ia, Paman"


"Ini" Jhohan langsung saja satu kotak perhiasan ke Braye.


"Ini apa, Paman?" ucap Brayen binggung.


"Kamu lihat saja"


Brayen langsung saja membuka kotak perhiasan yang di berikan Jhohan. Brayen langsung saja membulatkan matanya ketika melihat cincin berlian yang dia berikan kepada Jhohan Dua puluh tahun lalu.


"Paman, ini?" ucap Brayen tidak percaya karna Jhohan masih menyimpan cicin pemberiannya.


"Kamu dulu bilang jika Paman boleh memulangkannya saat paman sudah sukses. Sekaran Paman sudah sukses, Nak" Jhohan langsung saja memeluk Brayen.


"Terima kasih. Karna cincin ini saksi perjalan Paman membangun usaha paman dari awal" Jelas Jhohan yang sebenarnya dulu dia pernah mengadaikan cincin pemberian Brayen. Namu, baru beberapa minggu usaha yang dia bangun langsung berkembang pesat sehingga dia bisa menebus cincin itu kembali.


"Ma." ucap Brayen langsung saja memberi cincin itu ke Anissa. Tapi, setelah menerima cincin dari tangan Brayen. Anissa langsung saja mendekati Ayu dan memasangkan cincin berlian itu ke Ayu dan ukurannya sangat pas di jari manis Ayu.


"Ini adalah hasil tabungan suamimu saat kecil. Maka yang pantas mendapatkannya adalah bidadarinya yaitu kamu" ucap Anissa tersenyum lalu membelai lembut wajah cantik Ayu.


Jhovan langsung saja menatap keharmonisan keluarga Brayen. Tak seperti keluargan kecilnya yang terasa sangat hambar. Jhovan juga menatap Lea yang sedang bercanda gurau dengan Zion. Tak terasa senyuman melingkar indah di wajah tampannya.


Dia memang mencintai Lea sejak pertemuan mereka dua puluh tahun lalu. Bahkan Jhovan sempat menolak perjodohannya dengan Mitha dahulu karna mengharapkan dia akan bertemu kembali dengan Lea.


Namun, di saat pertemuan mereka. Mereka telah memiliki kehidupan masing masing. Jujur waktu tau Lea sudah bertunangan hati Jhovan sangatlah sakit mendengarnya. Namun, saat melihat cinta yang begitu dalam yang di berikan Zion kepada Lea membuat Jhovan memilih untuk mundur.


Galang diam diam memperhatikan tatapan Jhovan kepada Lea. Dari tatapannya Galang bisa melihat jika ada cinta yang terpancar dari mata Jhovan kepada Lea.


"Gue heran kenapa begitu bayak pria yang jatuh cinta kepada ruba betina itu ya. Bahkan tuan Jhovan yang begitu tampan dan juga berkuasa bisa terus memperhatikannya seperti itu. Apa Lea punya jurus jitu ya? gue coba tanya sama dia nanti. Mana tau Gue bisa jadi primadona" batin Galang sambil tersenyum senyum sendiri.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2