GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)

GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)
Part 20


__ADS_3

Lea terus saja melajukan mobil mobilnya dengan kecepatan sedang sambil bercanda gurau dengan Sky. Namun ketika dia melihat ke kaca spion dia melihat dua mobil di belakangnya terus saja mengikutinya.


"Sepertinya kedua mobil itu sedang mengikutiku" batin Lea cemas sambil melirik Sky.


"Sayang kamu pegangan ya. Kita akan ngebut" Lea berusaha tersenyum.


"Kita balapan ya Bi. Holle Ki pengangan elat" Sky langsung saja semangat sambil memegang gagang pintu dengan erat.


Melihat Sky telah berpegangan Lea langsung saja melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia memasuki gang kecil dengan kecepatan kilat untuk melabui orang orang yang sedang mengikutinya.


Melihat mobil itu tidak mengikutinya lagi Lea langsung saja merasa lega. Namun ketika mau keluar di ujung gang itu Lea melihat ada mobil yang sedang menghalangi jalannya.


Lea langsung saja melihat area sekitar tapi karna mereka jauh dari pemukiman maka tidak ada orang yang berkeliaran di sana. Ditambah lagi hari yang sudah gelap membuat Lea semakin susah meminta pertolongan.


Lea berusaha memundurkan mobilnya tapi tiba tiba sebuah mobil berhenti tepat di belakangnya sehinga dia tidak bisa kemana mana lagi.


"Ada apa Bi?" ucap Sky bingung.


"Tidak apa apa sayang. Kamu yang tenang ya" Lea berusaha menenangkan Sky walaupun dia juga sedang panik.


Tiba tiba muncul segerombolan pria berbadan kekar keluar dari kedua mobil itu. Melihat itu Lea semakin panik. Dia semakin menghawatirkan keadaan Sky. Dia telah terjebak dia tidak bisa kabur lagi tapi jika Lea melawan maka mana mungkin dia sangup menghadapi pria begitu banyaknya sedangkan dia seorang diri.


Lea langsung saja mengambil ponselnya berusaha meminta pertolongan namun tiba tiba seorang pria memukul kaca mobilnya dengan keras.


"Hai...buka pintunya" teriak pria itu dengan keras sehinga Lea yang terkejut tidak sengaja menjatuhkan ponselnya.


"Bibi siapa meleka?" Sky ketakutan mendengar teriakan pria itu.

__ADS_1


"Sky jangan takut ya, ada Bibi di sini. Sekarang Sky diam saja di sini ya. Biar Bibi yang urus mereka semua" Lea berusaha menenangkan Sky yang sedang ketakutan.


"Ia Bi" Sky langsung saja menganguk patuh.


Melihat Sky yang telah tenang Lea langsung saja menatap para berandalan itu dengan geram. Dia langsung saja membuka pintu dengan begitu kerasnya sehingga mengenai perut pria yang sedang berdiri di dekat pintunya hinga pria itu langsung saja terpukul mundur. Lea langsung saja keluar lalu kembali mentup pintu mobilnya


Tak hanya itu Lea langsung saja menendangnya dengan sekuat tenaganya dan melayangkan tinjunya hinga pria itu langsung saja terpukul mundur untuk yang kedua kalinya. Melihat Lea telah keluar seorang pria langsung saja tertawa terbahak bahak.


"Hello sayang. Kamu makin cantik saja setelah empat tahun ini" Kay langsung saja menatap seluruh tubuh Lea dengan penuh hasrat.


Ya kay dan anak buahnya lah yang mengikuti Lea. Tadinya mereka sedang nongkrong di jalan dekat rumah teman Sky. Tapi mereka melihat Lea yang sendirian mereka langsung saja merencanakan hal licik. Ditambah lagi kehadiran Sky yang bersama Lea yang akan menambah point emas untul mereka agar bisa menghancurka Brayen.


"Mau apa kamu?" Lea menatap Kay tajam tanpa ada rasa ketakutan sedikitpun di dalamnya.


"Wau... kamu memang tidak berubah. Tetap menjadi wanita ganas seperti sebelumnya. Ok aku akan memberitau keinginanku sebenarnya. Bermainlah di ranjang yang begitu panas denganku atau" ucap Kay to the point sambil melirik ke arah Kay yang berada di mobil.


Melihat Kay menatap Sky, Lea langsung saja semakin waspada. " Cuiihh... jangankan bermain di ranjang. Disentuh olehmupun aku tidak sudi"


Kay langsung saja melawan Lea di ikuti oleh Wandi dan Widi dan juga angotanya yang lain. Walaupun terpojok Lea terus saja berusaha melawan dia bertarung sekuat tenaganya untuk melindungi harga dirinya dan juga Sky.


Bagaimanapun Lea berusaha melawan tetap saja tenaganya kalah jauh dengan mereka yang sedang mengeroyoknya. Hingga akhirnya satu pukulan mendarat mulus di wajah Lea sehinga dia jatuh tersungkur dengan darah segar keluar dari sudut bibirnya yang terkoyak.


Tak sampai di situ saja. Kay langsung saja mendekati Lea lalu menarik rambutnya yang tertutup hijab hinga kepala Lea begitu terasa sakit karna jambakan Kay. Kay yang melihat Lea kesakitan langsung saja tertawa lepas.


"Ha..ha.. bagaimana rasanya? ini akibatnya karna kau telah berani melawanku" ucap Kay lalu mengantamkan kepala Lea ke bagian depan mobilnya


Melihat Bibinya di siksa di depan matanya Sky langsung saja menangis histeris. "Hikss... Bibi... hiks..."

__ADS_1


Mendengar suara tangisan Sky Kay langsung saja menatapnya. Lalu memerintahkan Widi untuk menangkap anak kecil itu.


"Ayo ikut" wandi langsung saja menarik tubuh Sky.


Melihat Sky di bawa oleh wandi, Lea langsung saja berusaha menolongnya. Namun Kay langsumg saja menjambak rambutnya.


"Kau tenang saja sayang. Biar mereka yang mengurus keponakanmu itu. Sedangkan kita akan bersenang senang malam ini" Kay meraba wajah mulus Lea yang telah berlumuran darah dengan jari telunjuknya.


Melihat semua anak buah Kay telah pergi Lea langsung saja memukul perut Kay dengan siku tangannya. Hinga Kay melepaskan jambakannya karna menahan sakit. Tak mau membuang kesempatan Lea langsung saja menendang ************ Kay dengan kerasnya hinga mengenai organ fitalnya.


Melihat Kay telah tersungkur menahan sakit Lea langsung saja masuk kedalam mobilnya berusaha mengejar Sky dan meningalkan Kay yang sedang merintis kesakitan.


Walaupun kepalanya sedikit pusing namun dia berusaha tetap kuat. Niatnya hanya satu yaitu menyelamatkan Sky dari para berandal itu.


Lea terus saja melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Wandi yang sadar dengan itu juga meninggikan kecepatan mobilnya. Hingga kejar kajaranpun terjadi di jalan raya yang begitu sepi.


Melihat ada sedikit celah Lea langsung saja menyelip mobil wandi sehingga wandi terpaksa menghentikan mobilnya.


Lea langsung saja keluar dari mobilnya sambil menatap wandi dengan tajam. Tak mau diam Wandi juga keluar dari mobilnya sambil menatap remeh Lea yang telah terluka parah.


"Lepaskan Sky" bentak Lea keras.


"Aku tidak akan melepaskan ladang emasku dengan mudahnya" Wandi tersenyum sinis.


Lea langsung saja menyerang Wandi. Lea menyerang Wandi dengan begitu berutalnya sehingan Wandi beberapa kali terpukul mundur olehnya.


Melihat itu para anggota Wandi langsung saja menolongnya hinga pertarungan tak seimbang itu terjadi. Lea yang kewalahan menghadapi Wandi beserta anggotanya terus saja bertarung sekuat tenaganya.

__ADS_1


Hingga akhirnya "Bukkkk" suara pukulan begitu kerasnya terdengar.


Bersambung....


__ADS_2