GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)

GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)
Part 44


__ADS_3

Jefri dan Riki langsung saja menyambut kedatangan tuan mudanya. Alangkah terkejutnya mereka melihat sosok yang di bawa oleh Jhovan ketempat yang sangat mengerikan itu.


"Tu..tuan" ucap Jefri dan Riki setentak sambil menatap Jhovan tidak percaya.


Sedangkan Jhovan sama sekali tidak memperdulikan ucapan keduanya. Jhovan langsung saja mendekati tiga orang yang segaja Jefri dan Riki tinggalkan untuknya.


"Apa semuanya sudah beres?" ucap Jhovan dinggin tak lupa dengan tatapan elang dan juga rahang tegasnya.


Aura wajah Jhovan memang langsung berubah ketika berurusan dengan dunia mafianya. Di luar dari urusan mafia dia masih bisa tersenyum sambil menunjukkan aura ketampanannya. Tapi, jika sudah berada di dunia mafia maka yang dia tunjukkan hanyalah tatapan elangnya yang siap menusuk setiap lawannya.


"Sudah, Tuan. Kami sudah membereskan semuanya. Seperti yang tuan sampaikan maka mereka adalah mangsa tua malam ini" jelas Jefri gugup sambil terus menatap orang yang di bawa oleh Jhovan.


"Beraninya kalian mengusik singa yang sedang tidur! maka bersiaplah kalian akan menjadi mangsa kami malam ini" ucap Jhovan tersenyum sinis sambil medekati Kay, Wandi dan Widi yang sedang terikat.


"Kau yang mulai duluan! apa, Paman?" ucap Jhovan menatap bocah kecil yang sedari tadi sudah tersulut emosi.


"Bolehkah aku membalas perbuatanya kepada kedua Bibiku terlebih dahulu sebelum kau mengirimnya ke neraka, Paman?" ucap Sky tanpa ada rasa takut sedikitpun walaupun ruangan itu sudah di penuhi dengan darah anggota Kay.


Sedangkan Jefri dan Riki langsung saja saling lempar pandang melihat keberanian Sky. Di saat Jefri dan Riki masih kebingungan Jhovan malah tertawa. Tawanya yang begitu menyeramkan langsung saja mengema di ruangan itu sehingga membuat Kay dan kedua kepercayaannya langsung saja merinding ketakutan.


"Ha..ha... silahkan balaskan dendammu, Nak" ucap Jhovan tersenyum melihat keberanian dan tekat yang begitu kuat dari Sky.


Flash back.


Ternyata Sky sedari tadi terus memperhatikan pembicaraan Jhohan dan Jhovan. Di saat Jhohan dan Jhovan keluar dari ruangan Lea, Sky langsung saja mengikuti mereka secara diam diam.


Di saat Jhohan dan Jhovan membicarakan tentang Kay, Sky mendengarnya dengan jelas. Ketika mendengar jika bibinya Anggel juga pernah di sakiti oleh Kay amarah Sky langsung saja meluncak.


"Jadi orang itu telah menyakiti kedua bibiku dan juga mencoba mengusik kakek dan juga papaku?" ucap Sky penuh amarah sambil mendekat ke arah Jhovan dan Jhohan.


"Nak, sejak kapan kau disitu?" ucap Jhovan langsung saja menatap Sky.

__ADS_1


"Aku sudah mendengar semuanya. Bocah pecundang yang paman bilang adalah orang yang telah memukuli bibi Lea haritukan?"


Mendengar ucapan Sky, Jhovan langsung saja menatap ke arah Jhohan. Jhohan langsung saja tersenyum lalu mengangukkan kepalanya. "Memangnya ada apa, apa kau ingin membalaskannya?" ucap Jhohan.


Mendengar ucapan Jhohan, Jhovan langsung saja menatap Deddynya tidak percaya "Deddy" ucap Jhovan mencoba menghalangi Jhohan.


"Ia, aku akan membalasnya. Mereka harus mendapatkan hukuman karna perbuatan mereka" ucap Sky penuh keyakinan.


"Nanti kau tidak akan kuat melihatnya, Nak. Kami adalah seorang mafia! maka pembalasan kami adalah melalui pertumbahan darah"


"Itu lah yang kuinginkan. Aku ingin membalas luka dan darah yang keluar dari tubuh bibi Lea karna dia"


Mendengar ucapan Sky, Jhohan langsung saja menatap bocah laki laki itu dengan lekat. Jhohan melihat ada jiwa iblis yang bersemayam di dalam bocah itu. Iblis yang di penuhi dendam dan juga amarah yang sangat mendalam.


"Apa mama dan papamu akan mengizinkannya?"


Mendengar ucapan Jhohan, Sky nampak berpikir. Dia tau jika papa dan mamanya tau sudah pasti mereka akan marah besar. Bahkan, sudah di jamin Ayu akan melarangnya ikut ilmu bela diri lagi.


"Mama dan papa tidak akan tau jika kalian tidak memberitaunya"


Flash on.


Sky langsung saja mengambil pedang panjang yang ada di tangan Riki. Dengan penuh keberanian Sky langsung saja mendekat ke arah Kay yang telah terluka parah.


Sedangkan Jhovan langsung saja duduk sambil menyilangkan kakinya memperhatikan apa yang akan dilakukan bocah laki laki itu.


"Paman buka rantainya" ucap Sky menatap tajam Kay.


Mendengar perintah Sky, Jefri dan Riki langsung saja saling lempar pandang. Riki langsung saja mengangkat kedua bahunya ketika melihat Jefri menatapnya. Melihat itu Jefri langsung saja menatap Jhovan yang terus saja menatap Sky dengan lekat.


Jhovan langsung saja menganguk menandakan dia setuju dengan permintaan Sky. Mau tak mau Jefri langsung saja membuka rantai yang mengikat tangan Kay sambil terus waspada jika Kay akan melakukan sesuatu kepada Sky.

__ADS_1


Melihat Kay yang sudah berdiri tegap di depannya. Sky tidak ada merasa takut sedikitpun. Sky terus saja menatap Kay dengan tatapan elangnya yang begitu mematikan.


Tak sampai di situ saja Sky malah mengambil pedang panjag di tangan Jefri lalu melemparnya ke Kay. Dengan cepat kay langsung saja mengambilnya lalu kembali menatap bocah empat tahun itu.


"Dulu kau memukul bibiku dengan cara mengeroyoknya. Apa kau tidak mampu melawanya sendiri?" ucap Sky tersenyum sinis.


Mendengar ucapan Sky di tamah lagi dengan tatapannya yang begitu mengerikan Kay langsung saja mengingat kegilaan Lea lima tahun lalu. Dengan sigap Kay langsung saja mengayunkan pedangnya bersiap siap menghabisi nyawa Sky.


"Sekarang kita berhadapan satu lawan satu. Apa kau siap paman, banci?" ucap Sky mencoba merendahkan Sky.


"Beraninya kau! kau lihat saja siapa yang akan mati di sini" ucap Kay langsung saja menyerang Sky.


Namun dengan keahliannya dalam ilmu bela diri dan juga keadaan Kay yang sudah terluka Sky dengan mudahnya menghindari setiap serangan Kay. Jefri dan Riki yang melihat keberanian Sky langsung saja menatapnya kagum.


Sky tidak melawan serangan Kay, dia hanya menghindarinya tanpa melakukan penyerangan sedikitpun. Melihat itu Jhovan semakin bingung apakah itu trik Sky saat berhadapan dengan lawannya.


Namun, dengan kecepatan kilat, Sky langsung saja menyerang tangan Kay sehingga pedang yang sedari tadi Kay ayunkan jatuh ke lantai. Melihat itu Sky langsung saja menyerang kaki kanan Kay sehingga Kay jatuh kesakitan karna luka robek yang cukup parah pada kakinya.


Jlepp..


akhh...


"Tanganmu ini yang telak melukai bibiku" ucap Sky melihat tangan Kay yang terputus.


Jlep....


Akhh...


"Kau yang membuat bibiku sampai tak sadarkan diri. Maka kau harus mendapat pembalasan yang setimpal" ucap Sky sambil terus menusukkan pedangnya ke tubuh Kay hingga akhirnya Kay menghembuskan napas terakhirnya.


Walaupun tubuhnya telah terkena cipratan darah Kay. Sky terus saja menghajar Kay secara membabi buta. Melihat kegilaan bocah laki laki itu Wandi dan Widi langsung saja menatapnya tidak percaya.

__ADS_1


Di ikuti oleh Jefri dan Riki yang terus saja tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Sedangkan, Jhovan menatap Sky dengan tatapan yang tidak dapat di artikan.


Bersambung...


__ADS_2