GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)

GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)
Part 36


__ADS_3

Mendengar Jhohan ketua mafia yang paling di takuti datang ke markasnya Kay langsung saja menyambutnya dengan hangat.


"Selamat datang di markas kami tuan Expender" ucap Kay menundum hormat.


Tidak mau berbasa basi Jhohan langsung saja duduk di sofa sambil mengangkat tangannya. Melihat Jhohan yang tidak suka basa basi kay langsung saja duduk di sofa tepat di depan Jhohan.


"Kenapa kau menawarkan kerja sama kepada kami" ucap Jhohan to the point.


"Sama seperti anda yang inggin membawa putri anda dari keluarga Adhijaya. Saya juga ingin membalas dendam kepada keluarga itu" Jelas Kay tersenyum sinis.


"Punya masalah apa kau dengan mereka?"


"Empat tahun lalu mereka menjebakku dan melemparku kedalam jeruji besi. Mereka juga memfitnah Papi dan mencemarkan nama baik perusahaan papi sehingga papi harus menekam di penjara sampai akhir napasnya. Mereka juga merebut berbuat sangat licik di bidang bisnis sehingga perusahaan papi yang dia bangun dengan susah payah bangkrut seketika" ucap Kay penuh amarah sehingga membuat Jhohan percaya akan ucapannya.


"Baiklah aku terima tawaranmu. Kau atur saja waktu yang pas untuk menyerang keluarga itu"


"Baik tuan, biasanya jika sudah malam mereka semua akan berkumpul di kediaman mereka. Putri anda juga ada di sana"


"Baiklah kita serang mereka malam ini juga"


"Baik tuan"


"Ingat aku hanya menginginkan Putriku jika tentang masalahmu silahkan kau urus sendiri. Tapi, jika kau butuh bantuan katakan saja. Anggap saja itu balas budiku karna kau telah membantuku membawa putriku kembali"


"Baik tuan" Kay langsung saja menunduk hormat sambil tersenyum sinis karna dia berhasil mendapat kepercayaan Jhohan.


Setelah selesai bicara dengan Kay, Jhohan langsung saja berdiri lalu melangkahkan kakinya keluar dari markas itu.


"Bawa aku ketempat Jhovan" ucap Jhohan dinggin.


"Baik, Tuan" ucap Riki lalu membawa tuan besarnya ke Apartement Jhovan.


Setelah melewati dua puluh menit perjalanan akhirnya mobil mewah jhohan masuk ke perkarangan apartement yang di sewa Jhovan. Riki langsung saja membuka pintu untuk tuan besarnya. Jhohan langsung saja turun dari mobil dengan gaya coolnya.


Dia menatap gedung apartement itu lalu melangkahkan kakinya memasuki karidor apartement.


"Ini apartement tuan muda, Tuan" ucap Riki menunjuk ke pintu apartement yang tertutup rapar.

__ADS_1


Tanpa banyak tanya Jhohan langsung saja menekan bel. Tak menunggu lama seorang pria gagah dan tampan langsung saja membuka pintu apartement itu.


"Deddy" ucap Jhovan terkejut ketika melihat Jhohan telah berdiri di depan pintu.


Tanpa mengatakan sepatah katapun Jhohan langsung saja masuk ke apartement Jhovan lalu duduk santai di sofa ruang tamu.


"Opa" ucap Jasmine sambil berlari ke arah Jhohan.


"Hello girls" Jhohan langsung saja membawa tubuh munggil Jasmine kedalam gendongannya.


"Opa, apan atang?"


"Opa baru saja datang. Apa kamu tidak senang Opa datang kesini?"


"Endak opa, Asmine anggat enang. Asmine angat indu ama opa. Api bibi Elina ana opa?" ucap Jasmine yang sudah sangat merindukan Zhelina.


Mendengar ucapan Jasmine, Jhohan langsung saja menatap binggung ke arah Jhovan dan Riki. Karna dari laporan Riki jika Jhovan datang ke kita itu untuk menemui Zhelina tapi kenapa Jasmine masih bertanya tentang Zhelina kepadanya.


"Apa Jasmine tidak bertemu dengan bibi Zhelina di sini?" ucap Jhohan ingin menguras impormasi dari cucunya.


"Endak opa. Asmine ndak etemu ama bibi Elina. Apa bibi Elina ada di sini uga opa?" ucap Jasmine tersenyum bahagia.


Mendengar ucapan Jhohan, Jhovan langsung saja menatapnya tak percaya.


"Sayang kamu main dulu ya, Opa mau bicara sama Deddymu" ucap Jhohan lalu menyerahkan Jasmine ke baby sisternya.


"Aik opa, api anti opa idul ama Asmine ya, Asmine au celita entang ante Ayu an akak Ky"


"Ia, sayang" Jhohan langsung saja memberi kode kepada beby sister Jasmine untuk segera membawa Jasmine dari sana. Melihat itu baby sister Jasmine langsung saja membawa Jasmine kedalam kamar.


"Deddy sudah tau semuanya" ucap Jhohan menatap Jhovan penuh kekecewaan.


"Deddy tidak butuh penjelasan apapun darimu lagi. Malam ini Deddy akan membawa Zhelina keluar dari keluarga itu" ucap Jhohan langsung saja melangkahkan kakinya keluar dari apartement Jhovan.


******


Zhelina, Galang, Lea dan Zion memasuki mension rayhan dengan canda ria bersama. Karna barang barang Lea belum di pindahkan ke kediaman Andara maka Lea memilih untuk mengginap di rumah Rayhan malan ini.

__ADS_1


Sambil membereskan barang barangnya dia juga ingin menikmati hari terakhirnya tinggal di keluarnganya. Walaupun dia bisa datang kapan saja ke kediaman orang tuanya tapi rasanya akan berbeda dengan yang sebelumnya.


"Eh, kalian datang tepat waktu. Mama sudah selesai masak untuk makan malam" ucap Anissa tersenyum melihat kehadiran empat sahabat itu.


"Mama pasti masak banyak kan?" ucap Lea sambil mengelus perutnya yang langsung lapar ketika mendengar makanan.


"Kamu ini, hati hati Zi jika memberi makan Lea. Lea makannya sangat banyak nanti kamu bisa kehabisan makanan olehnya" goda Anissa.


"Mama" ucap Lea memayunkan bibirnya.


"Eh, ada pengantin baru nih. Apa malam pertamanya telah selesai" ucap Brayen yang datang bersama Ayu dan Sky sambil mencoba mengoda Lea dan Zion.


"Kakak apaan sih" ucap Lea malu malu.


Namun di saat mereka sedang asik bercerita bersama seorang penjaga datang menghampiri mereka dengan tergesa gesa.


"Ada apa?" ucap Brayen melihat wajah penjaga itu yang sangat panik.


"Itu tuan. Mension ini di serang" ucap penjaga itu gugup.


"Apa? siapa yang berani menyerang mension ini?" ucap Rayhan yang mendengar ucapan penjaga itu.


"Jangan jangan itu Deddy?" batin Zhelina mulai panik.


"Sudah, kakak, mama bawa Sky ke kamar" ucap Lea mulai menghawatirkan keadaan Sky yang baru sembuh dari tarumanya.


"Ayo, Ma" ucap Ayu langsung saja menarik tanggan Anissa dan membawa Sky kedalam gendongannya.


"Mama tenang saja. Kami akan menghadapi mereka semua. Mama jaga diri Mama baik baik dan juga Sky dan Ayu. Karna jika terjadi sesuatu kepada kalian aku akan merasa tidak berguna" Brayen mencoba menenangkan Anissa tak lupa dia mencium anak dan istrinya sebagai kekuatan untuknya.


Ayu langsung saja membawa Anissa dan Sky ke kamar atas dan mengunci pintu dengan rapat rapat. Sedangkan Lea, Galang, Zion, Zhelina, Brayen dan Rayhan langsung saja bersiap siap untuk menghadapi para perusuh itu.


Braakkk...


Beberapa pengawal mereka terlempar ke arah mereka dengan keadaan babak belur. Di ikuti oleh segerombolan pria berbadan kekar dan menyeramkan yang melangkahkan kakinya memasuki istana Adhijaya.


Mereka semua menatap satu persatu orang yang berani mengotori mension mereka. Brayen membulatkan matanya terkejut ketika melihat orang yang sangat dia kenal berada di kelompik itu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2