
Kini tiba akhirnya Zhelina kembali ke kotanya. Zhelina menyiapkan barang barang yang harus dia bawa dengan perasaan kacau. Jujur saja dia tidak bisa meninggalkan kembali sebelum mendapatkan maaf dari Galang.
"Apa kau sudah selesai, Zhe?" ucap Jhovan melihat adiknya sedang dudul termenung.
"Su..sudah kak" ucap Zhelina tersadar dari lamunannya.
"Kalau begitu ayo." ucap Jhovan menyeret koper yang berisi pakaian Zhelina.
Zhelina hanya diam menunduk lalu mengikuti langkah Jhovan. Setelah sampai di mobil Jefri langsung saja menyusun barang barang Zhelina dan Jhovan. Setelah itu mereka langsung saja menuju bandar untuk melakukan penerbangan.
Setelah sampai di bandara, Jefri langsung saja mengatur penerbangan untuk tuannya. Zhelina mulai melangkahkan kakinya memasuki koridor bandar dengan perasaan gusar.
Tak lupa Zhelina terus saja menoleh kebelakang dengan harapan Galang akan datang menemuinya untuk yang terakhir kalinya. Namun, tidak ada sosok Galang yang terlihat olehnya.
Melihat sikap adiknya Jhovan langsung bisa mengerti. Jhovan langsung saja merangkul Zhelina "Kau tidak perlu mengharapkan pria yang tidak mau memperjuangkanmu. Karna derajatmu sebagai wanita adalah di kejar bukan, mengejar"
Mendengar ucapan Jhovan, Zhelina langsung saja menunduk mengerti. Bagaimanapun yang dikatakan sang kakak benar apa adanya. Derajatnya sebagai wanita adalah di kejar bukan mengejar.
Zhelina langsung saja mengikuti sang kakak. Namun saat mau masuk kedalam pesawat pribadi keluarga Expender suara seseorang yang sangat Zhelina kenal terdengar jelas di telinganya.
"Zhelina...." mendengar namanya di panggil Zhelina langsung saja menoleh ke belakang. Zhelina langsung saja menatap tak menyangka jika yang memangilnya adalah Galang.
Galang berlari ke arahnya dengan jas putihnya yang masih melekat pada tubuhnya. "Galang" ucap Zhelina lirih karna dia tidak menyangka jika Galang datang menemuinya.
"Zhelina, maafkan aku" ucap Galang lirih. dia langsung saja memeluk Zhelina dengan erat.
Berlahan air mata Zhelina jatuh membasahi wajah mulusnya. Zhelina bisa merasakan hangatnya pelukan Galang dan juga jantungnya yang berdetak dengan kencang. Zhelina juga merasakan deru napas Galang yang begitu cepat karna kelelahan saat berlari.
__ADS_1
"Maafkan gue, Lang. Gue gak jujur sama lho" ucap Zhelina kesegukan karna menahan tangisnya lalu membalas pelukan Galang. Jhovan dan Jasmine yang melihat itu langsung saja tersenyum. Tak lama terlihat Zion, Lea, Anggel, Jayden dan juga Brayen yang datang menghampiri mereka.
"Yech... akhirnya kedua sahabatku baikan" ucap Lea bersorak gembira.
"Kalian?" ucap Zhelina tidak percaya.
"Ya, gue yang memecahkan kerasnya isi kepala si playboy kacung ini" ucap Lea menatap Galang geram karna terlalu egois.
"Enak saja. Sekarang gue pensiun jadi playboy. Karna playboy sejati telah menemukan cinta sejatinya" ucap Galang menatap Zhelina dengan lekat.
"Jay" ucap Brayen menatap Jayden. Dengan sigap Jayden langsung saja merogoh saku celananya lalu memberikan kotak perhiasan kepada Galang.
"Ini apa kak?" ucap Galang bingung.
"Apa kau tidak mau melamar calon adik iparku?" ucap Brayen tersenyum.
Mendengar ucapan Brayen, Galang langsung saja tersenyum lalu menatap lekat wajah Zhelina. Galang langsung saja berjongkok di depan Zhelina lalu membuka kotak perhiasan yang berisi cincin berlian.
"Zhelina maukah lho menjadi istri gue? gue berjanji akan selalu membahagiakan lho." ucap Galang menatap Zhelina dengan penuh cinta.
"Ia, gue mau jadi istri lho" ucap Zhelina lantang.
Mendengar itu Galang langsung saja tersenyum bahagia lalu kembali memeluk Zhelina dengan erat. Melihat itu semua orang langsung saja tertawa bahagia.
"Apakah kita jadi kembali atau tetap di sini untuk membicarakan pernikahan kalian?" ucap Jhovan.
"Tetap di sini" ucap Galang dan Zhelina serentak.
__ADS_1
"Ehem. Gue harus batalin rencana bulan madu gue hanya karna masalah lho ini. Jadi gue minta imbalan" ucap Jayden karna rencana bulan madunya bersama Anggel harus tertunda hanya karna Anggel bersikeras untuk menyatukan Galang dan Zhelina.
"Gue akan menyiapkan paket bulan madu yang romantis untuk kalian bertiga. Tapi, tunggu sampai pernikahan Galang dan Zhelina selesai" ucap Jhovan tersenyum bahagia.
"Tidak bisa" ucap Brayen tegas.
"Kenapa?" ucap semuanya bingung.
"Karna yang ada di sini ada empat pengantin baru" ucap Brayen dengan pedenya.
"Siapa satu lagi?" ucap Jayden bingung.
"Saya dan istri saya tercinta"
"Pengantin baru stok lama" ucap semuanya serentak.
"Hehe...biarin yang penting selamanya terasa pengantin baru" ucap Brayen tersenyum.
"Baiklah. Setelah acara pernikahan Galang dan Zhelina kalian semua akan melakukan bulan madu bersama" ucap Jhovan semangat.
"Horee...." semuanya langsung saja bersorak gembira.
Jhovan langsumg saja menelpon Deddynya dan mengatakan rencana pernikahan Zhelina dan Galang. Jhohan langsung saja setuju dengan rencana Jhovan.
Tamat.....
Maaf semuanya karna cerita mereka sangat singkat🙏🙏. Author akan membuat kelanjutan cerita mereka dalam kisah rumah tangga mereka masing masing😅.
__ADS_1
Selakali lagi author mengucapkan banyak maaf🙏🙏. Author berharap kalian semua bersabar untuk menunggu kelanjutan kisah cinta mereka😔😔.
Sekian salam dari author🥰🥰. Author ucapkan banyak terima kasih karna kalian semua karna setia menemani perjalanan cinta mereka😘😘.