GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)

GALA ASMARA (Perjalanan Cinta Empat Sahabat)
Part 38


__ADS_3

Jhohan terus saja menatap Anissa penuh rasa percaya. Jhohan berusaha melangkahkan kakinya mendekati Anissa dan Lea. Melihat Deddynya mencoba mendekati Anissa, Zhelina langsung saja berlari ke arah Anissa mencoba melindungi Anissa dan Lea.


"Jangan sakiti mama Anissa. Jika Deddy berani menyentuhnya maka jangan salahkan Zhelina harus melawan Deddy dengan tangan Zhelina sendiri" ucap Zhelina menatap tajam Jhohan tanpa ada rasa takut sedikitpun.


Tak ada jawaban dari Jhohan yang ada dia hanya menatap ke arah Anissa dan Lea dengan tatapan yang tidak dapat di artikan. Anissa hanya menatap nanar ke arah Jhohan yang tidak asing baginya namun dia tidak mampu untuk meningatnya.


"Anissa" ucap Jhohan lirih tak terasa air matanya menetes membasahi wajahnya yang menakutkan. Mendengar Jhohan yang menyebut nama Anissa semua orang langsung saja menatap ke Anissa dan Jhohan binggung.


Rayhan malah langsung berpikir yang tidak tidak kepada Jhohan. Dia pikir Jhohan adalah bagian dari masa lalu Anissa dan ingin mengambil Anissa kembali. "Jangan kau dekati istriku" teriak Rayhan waspada.


Namun Jhohan hanya diam saja sambil menatap ke arah Lea yang tergulai lemas di dalam pelukan Anissa. Dia kembali mengingat kejadian dua puluh tahun lalu.


****


Dua puluh tahun lalu....


"Apa? bagaimana mungkin itu terjadi?" ucap Jhohan terkejut.


"Maaf tuan. Perusahaan kita mengalami kebocoran data. Sehingga membuat pendapatan perusahaan kita menurun. Ditambah lagi para perusahaan yang bekerjasama dengan kita membatalkan kerjasama secara sepihak hingga membuat perusahaan kita bangkrut seketika tuan." jelas Riki gugup.


"Kenapa bisa mereka melakukan itu?"


"Karna mereka lebih memilih bekerjasama dengan perusahaan wijaya yang sekarang sedang berkembang"


"Bukankah perusahaan wijaya ada di bawah kendali kita. Bagaimana mungkin dia lebih maju dari kita?" Jhohan mulai mencium aura kelicikan dari penjelasan Riki asisten sekaligus kepercayaannya selama ini.


"Saya tidak tau tuan. Setelah saya selidiki teryata perusahaan mereka mulai berkembang saat data perusahaan kita bocor tuan"


"Apa mungkin mereka yang melakukannya?"


"Mungkin, Tuan. Tapi mereka pasti dapat bantuan dari orang dalam, Tuan. Mereka juga melakukannya sangat bersih dan rapi tanpa meningkalkan jejak sedikitpun, Tuan"


"Sial" Jhohan mulai frustasi akan ucapan Riki. Dia tidak menyangkan jika keluarga Wijaya yang selama ini dia bantu untuk mendirikan perusahaan mereka, ternyata tega menusuknya dari belakang.

__ADS_1


"Saya juga mendapat kabar ada orang yang menebarkan isu jika perusahaan kita telah mengelapkan dana kerjasama sebanyak sepuluh milyar, Tuan"


"Apa tidak ada solusi darimu?" hanya kata kata itu lagi yang mampu di ucapkan oleh Jhohan. Karna jujur pikirannya saat ini sangatlah kacau karna perusahaan peningalan Ayahnya yang selama ini berdiri kokoh bisa hancur dalam seketika.


"Kita hanya bisa menjual perusahaan kita, Tuan. Jika di perkirakan uang hasil penjualan cukup untuk membayar gaji dan juga pesangon para karyawan kita. Dan jika ku pergitungkan sisanya cukup buat kita buat usaha baru lagi, Tuan" jelas Riki mulai mencoret coret selembar kertas mencoba memperhitungkan harga jual beli perusahaan mereka.


"Apa kau masih mau bekerja denganku? Aku pasti tidak bisa lagi mengajimu"


"Kita adalah saudara, Tuan. Saudara tidak akan pernah meninggalkan saudaranya yang sedang kesulitan" ucap Riki tersenyum karna dia telah mengangap Jhohan sebagai Kakaknya sendiri.


"Terimakasi, Adikku" Jhohan langsung saja memeluk Riki yang selama ini dia anggap seperti Adiknya sendiri.


*****


Terlihat seorang wanita cantik sedang memperhatikan kedua anaknya yang sedang belajar. Namun matanya teralih ketika melihat dua orang pria gagah datang menghampirinya dalam keadaan sangat kacau.


"Sayang, kamu kenapa?" ucap Ditha istri Jhohan.


Jhohan hanya menatap istri dan juga kedua anaknya dengan rasa bersalah. "Deddy, ada apa?" ucap Zhelina dan Jhovan yang melihat keadaan Deddynya yang sangat kacau.


"Jika itu yang terbaik tidak apa apa. Mungkin Allah sedang menguji keluarga kita dalam bidang ekonomi" Ditha mencoba menggusap punggung Jhohan sambil tersenyum.


"Kita akan kehilangan semua kemewahaan ini, sayang" ucap Jhohan lirih dia tidak mampu melihat anak dan istrinya kesusahan karna dia tidak lagi mampu memberikan fasilitas yang baik untuk anak dan istrinya.


"Kami tidak apa apa hidup sederhana. Asalkan kau selalu bersama kami. Kami tau seperti apa dirimu. Kau adalah kepala keluarga idaman kami. Jadi teruslah semangat karna kami selalu ada di sampingmu"


Mendengar ucapan istrinya tak terasa air mata Jhohan langsung saja terjatuh. Dia menatap anak dan istrinya dengan penuh kebahagiaan. Namun setelah beberapa minggu dia melihat perubahan pada tubuh istrinya. Tubuh istrinya semakin hari semakin kurus wajah istrinya yang dulu putih bersih sekarang berubah menjadi pucat.


"Sayang, kamu kenapa?" ucap Jhohan ketika melihat istrinya duduk lemah di lantai kamar mereka.


"Aku tidak apa apa, sayang" Ditha mencoba tersenyum walaupun Jhohan bisa melihat jika istrinya itu sedang menahan sakit.


"Kita kerumah sakit ya sayang" ucap Jhohan melihat istrinya yang keringat dingin karna sedang menahan sakit.

__ADS_1


"Tidak sayang. Aku tidak apa apa" Ditha berusaha untuk bangkit dari duduknya. Namun baru beberapa langkah dia langsung saja jatuh tersungkut ke lantai.


Brukkk


Ditha..


Jhohan langsung saja membawa Ditha kerumah sakit. Dia menunggu di ruang tunggu seorang diri dengan penuh rasa kehawatiran.


"Tuan, bagaimana keadaan nyonya?" ucap Riki dengan tergesa gesa sambil membawa Jovan dan Zhelina.


"Deddy, Mommy kenapa?" ucap Jhovan lirik sambil menahan air matanya.


"Sayang, Mommy kalian baik baik saja. Kita berdoa ya agar Mommy bisa lekas sembuh" ucap Jhohan mencoba menenangkan kedua anaknya.


"Dengan keluarnga ibu Ditha Expender" ucap Dokter yang baru keluar dari ruang ICU.


"Saya suaminya, Dok" Jhohan langsung saja menghampiri Dokter itu.


"Maaf pak, Istri anda mengalami kanker otak. Kita harus segera melakukan Kemotrapi agar kanker di otaknya tidak semakin membesar"


Deg....


Jantung Jhohan langsung saja merdetang tidak karuan. Baru saja dia menghadapi musibah kebangkrutan perusahaannya sekarang dia malah di uji lagi dengan penyakit yang di derita istrinya.


"Lakukan yang terbaik, Dok" ucap Riki tegas karna melihat Jhohan hanya diam saja.


"Tapi?" ucap Jhohan lirik sambil menatap Riki.


"Kita akan menjual perusahaan kita yang baru kita bangun, Tuan. Kurasa itu cukup untuk biaya pengobatan Nyonya besar"


"Tapi, bagaimana dengan dirimu?" ucap Jhohan merasa tidak enak karna perusahaan yang baru mereka bangun ada uang tabungan Riki selama bekerja bersamanya.


"Saya tidak apa apa, Tuan. Kesehatan nyonya besar yang paling utama" ucap Riki lirih sambil menatap kedua bocah yang tidak tau apa apa itu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2